FITNESS & HEALTH
93% Anak Kena Karies, Orang Tua Harus Lebih Teliti Pilih Susu
A. Firdaus
Rabu 15 April 2026 / 13:24
- Orang tua diimbau untuk tidak lagi memilih susu formula hanya berdasarkan klaim.
- Pentingnya pembatasan konsumsi gula pada anak.
- Selain komposisi, proses produksi juga perlu diperhatikan.
Jakarta: Masalah kesehatan gigi pada anak di Indonesia masih tergolong tinggi. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sebanyak 93 persen anak mengalami karies gigi. Kondisi ini tidak terlepas dari pola makan yang kurang sehat, termasuk konsumsi gula berlebih yang berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang seperti diabetes.
Di tengah kondisi tersebut, orang tua diimbau untuk tidak lagi memilih susu formula hanya berdasarkan klaim di bagian depan kemasan, seperti 'dukung tumbuh kembang' atau 'tinggi kalsium'. Pemahaman terhadap komposisi produk justru menjadi kunci utama dalam menentukan kualitas asupan anak.
Dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), menegaskan pentingnya membaca kandungan produk secara menyeluruh.
“Orang tua sebaiknya tidak berhenti pada klaim di kemasan. Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh. Dari situlah kita bisa melihat kualitas sumber nutrisi yang benar-benar dikonsumsi anak setiap hari,” ujar dr. Reza.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bahan utama dalam susu formula. Dalam daftar komposisi, bahan yang tercantum di urutan awal menunjukkan jumlah yang paling dominan. Jika susu segar tercantum sebagai bahan utama, hal ini menandakan kandungan susu yang lebih utuh.
Susu sendiri merupakan sumber penting energi, protein, kalsium, fosfor, serta berbagai mikronutrien yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain bahan utama, orang tua juga perlu mencermati bahan tambahan dalam susu formula. Beberapa di antaranya adalah sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan vanilin.
Maltodekstrin merupakan karbohidrat olahan yang cepat diubah menjadi gula dalam tubuh. Jika muncul di urutan awal komposisi, orang tua perlu lebih berhati-hati. Sementara itu, sirup jagung dan sukrosa termasuk sumber gula tambahan yang dapat meningkatkan asupan gula harian anak.
Vanilin, yang digunakan sebagai perisa, juga sering ditambahkan untuk memperkuat rasa. Meski bukan nutrisi utama, paparan rasa manis sejak dini dapat memengaruhi preferensi rasa anak di masa depan.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menekankan pentingnya pembatasan konsumsi gula pada anak. Hal ini berkaitan erat dengan risiko karies gigi serta berbagai penyakit metabolik di kemudian hari.
Dengan tingginya angka karies di Indonesia, perhatian terhadap kandungan gula dalam produk anak menjadi semakin penting.
Selain komposisi, proses produksi juga perlu diperhatikan. Proses pemanasan yang terlalu panjang atau berulang dapat memengaruhi kualitas nutrisi dalam susu.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pemanasan dapat mengubah struktur protein dan menurunkan kadar lisin, salah satu asam amino penting. Perubahan ini juga dapat memengaruhi sifat fisikokimia susu, sehingga berpotensi mengurangi nilai gizinya.
Karena itu, semakin baik kualitas bahan baku dan semakin terjaga proses produksinya, semakin besar kemungkinan nutrisi tetap optimal saat dikonsumsi.
Di tengah berbagai pilihan susu formula, penting untuk diingat bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi. ASI mengandung komposisi gizi yang paling ideal, mudah diserap tubuh, serta kaya antibodi yang berperan penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit.
Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap komposisi dan proses produksi susu formula, orang tua diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih bijak demi kesehatan anak dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Di tengah kondisi tersebut, orang tua diimbau untuk tidak lagi memilih susu formula hanya berdasarkan klaim di bagian depan kemasan, seperti 'dukung tumbuh kembang' atau 'tinggi kalsium'. Pemahaman terhadap komposisi produk justru menjadi kunci utama dalam menentukan kualitas asupan anak.
Dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), menegaskan pentingnya membaca kandungan produk secara menyeluruh.
“Orang tua sebaiknya tidak berhenti pada klaim di kemasan. Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh. Dari situlah kita bisa melihat kualitas sumber nutrisi yang benar-benar dikonsumsi anak setiap hari,” ujar dr. Reza.
Perhatikan bahan utama
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bahan utama dalam susu formula. Dalam daftar komposisi, bahan yang tercantum di urutan awal menunjukkan jumlah yang paling dominan. Jika susu segar tercantum sebagai bahan utama, hal ini menandakan kandungan susu yang lebih utuh.
Susu sendiri merupakan sumber penting energi, protein, kalsium, fosfor, serta berbagai mikronutrien yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Waspadai bahan tambahan
Selain bahan utama, orang tua juga perlu mencermati bahan tambahan dalam susu formula. Beberapa di antaranya adalah sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan vanilin.
Maltodekstrin merupakan karbohidrat olahan yang cepat diubah menjadi gula dalam tubuh. Jika muncul di urutan awal komposisi, orang tua perlu lebih berhati-hati. Sementara itu, sirup jagung dan sukrosa termasuk sumber gula tambahan yang dapat meningkatkan asupan gula harian anak.
Vanilin, yang digunakan sebagai perisa, juga sering ditambahkan untuk memperkuat rasa. Meski bukan nutrisi utama, paparan rasa manis sejak dini dapat memengaruhi preferensi rasa anak di masa depan.
Batasi konsumsi gula
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menekankan pentingnya pembatasan konsumsi gula pada anak. Hal ini berkaitan erat dengan risiko karies gigi serta berbagai penyakit metabolik di kemudian hari.
Dengan tingginya angka karies di Indonesia, perhatian terhadap kandungan gula dalam produk anak menjadi semakin penting.
Cermati proses produksi
Selain komposisi, proses produksi juga perlu diperhatikan. Proses pemanasan yang terlalu panjang atau berulang dapat memengaruhi kualitas nutrisi dalam susu.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pemanasan dapat mengubah struktur protein dan menurunkan kadar lisin, salah satu asam amino penting. Perubahan ini juga dapat memengaruhi sifat fisikokimia susu, sehingga berpotensi mengurangi nilai gizinya.
Karena itu, semakin baik kualitas bahan baku dan semakin terjaga proses produksinya, semakin besar kemungkinan nutrisi tetap optimal saat dikonsumsi.
ASI tetap yang utama
Di tengah berbagai pilihan susu formula, penting untuk diingat bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi. ASI mengandung komposisi gizi yang paling ideal, mudah diserap tubuh, serta kaya antibodi yang berperan penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit.
Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap komposisi dan proses produksi susu formula, orang tua diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih bijak demi kesehatan anak dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)