End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Waspada, 5 Penyakit yang Memiliki Gejala Mirip Flu

Mia Vale
Rabu 12 Oktober 2022 / 11:00
Jakarta: Sakit tenggorokan, pilek, batuk, kelelahan, dan nyeri tubuh adalah beberapa gejala flu. Tetapi memiliki gejala-gejala ini tidak selalu berarti disebabkan oleh virus influenza. Pasalnya, banyak penyakit lain yang dapat menyebabkan gejala mirip flu, termasuk virus corona baru, yang telah merenggut seluruh hidup kita sejak tahun 2020.

Menukil dari laman Times of India, berikut lima  penyakit dan infeksi yang dapat menyebabkan gejalanya dianggap mirip dengan flu, di antaranya:
 

Bronkitis

Merupakan penyakit yang terjadi ketika saluran bronkial yang membawa udara ke paru-paru meradang atau bengkak. Ini kemudian menyebabkan batuk yang mengganggu dengan lendir, sakit tenggorokan dan lesu. Terdapat, dua jenis bronkitis yang harus diwaspadai, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis. Sementara, yang pertama lebih umum dan gejalanya hanya berlangsung beberapa hari, yang terakhir lebih parah dan bisa persisten atau berulang.
 

Virus Syncytial Pernapasan (RSV)

Virus syncytial pernapasan atau RSV juga dapat menunjukkan gejala yang mungkin sama membingungkannya dengan flu. Ini adalah virus pernapasan umum yang biasanya menyebabkan gejala ringan seperti pilek. Dan kebanyakan orang sembuh dalam waktu satu atau dua minggu. Namun, penyakit ini dapat berubah menjadi serius jika menyangkut bayi dan orang tua. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), pilek, penurunan nafsu makan, batuk, bersin, demam, dan mengi adalah beberapa gejala yang paling umum dari RSV. 


(Pneumonia merupakan penyakit pernapasan yang jauh lebih mengkhawatirkan daripada flu. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

Meningitis

Meningitis adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada selaput yang disebut meninges yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Tanda-tanda awal penyakit ini bisa disalahartikan sebagai flu. Beberapa gejala umum termasuk sakit kepala, demam, dan kelelahan. 

Menurut CDC, meningitis tidak hanya dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, tetapi juga dapat dipicu oleh cedera, kanker, obat-obatan tertentu, dan jenis infeksi lainnya.
 

Radang paru-paru

Lebih dikenal dengan pneumonia dan merupakan penyakit pernapasan yang jauh lebih mengkhawatirkan daripada flu. Namun, dapat menyebabkan gejala yang awalnya tampak seperti kondisi yang tidak terlalu mengkhawatirkan. Ini terjadi ketika infeksi mengobarkan kantung udara di satu atau kedua paru-paru. Infeksi paru-paru ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, menggigil, kelelahan, dan kesulitan bernapas.
 

HIV

CDC mendefinisikan HIV (Human Immunodeficiency Virus) sebagai virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang pada gilirannya dapat menyebabkan gejala seperti flu yang bertahan selama berkisar dua hingga empat minggu setelah infeksi. Beberapa gejala umum termasuk demam, menggigil, ruam, keringat malam, atau nyeri otot. Saat ini, tidak ada obat yang efektif untuk HIV dan mereka yang terinfeksi virus ini memilikinya seumur hidup. Namun, pengobatan melibatkan pengurangan jumlah virus dalam tubuh dan membantu pasien tetap sehat.
(yyy)

MOST SEARCH