FITNESS & HEALTH

Hindari Jenis Makanan Ini Agar Tak Alami Pendarahan Otak Seperti Tukul Arwana

Cindy
Jumat 24 September 2021 / 16:47
Jakarta: Pelawak Tukul Arwana harus menjalani perawatan intensif akibat mengalami pendarahan otak. Tukul dilarikan ke  Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 22 September 2021. 

Pendarahan otak merupakan pendarahan yang terjadi di dalam jaringan otak. Melansir hellosehat.com, pendarahan otak ini merupakan salah satu jenis stroke yang terjadi saat pembuluh arteri pada otak pecah. 

Pecahnya pembuluh arteri membuat pendarahan yang mengakibatkan jaringan otak iritasi dan bengkak. Kondisi ini disebut juga dengan cerebral edema. Pembuluh darah yang pecah akan menggenang dan menggumpal sampai memengaruhi aliran darah di sekitarnya. 

Meski begitu, pendarahan otak masih bisa disembuhkan dengan berbagai cara, seperti menjalani perawatan medis, operasi, dan mengonsumsi obat-obatan. Untuk menghindari penyakit pendarahan otak, Anda harus membatasi konsumsi jenis makanan ini. 

Baca: Begini Kondisi Terbaru Tukul Arwana Usai Jalani Operasi

Berikut jenis makanan yang harus dihindari agar tak terjadi pendarahan otak, dilansir dari hellosehat.com:

1. Makanan olahan


Ilustrasi makanan olahan. shutterstock.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menjadi faktor risiko seseorang terkena pendarahan otak. Sehingga, penting untuk menghindari makanan olahan, kaleng, atau makanan kemasan. 

Penggunaan natrium di dalam jenis makanan tersebut bukan untuk meningkatkan rasa, tapi sebagai pengawet makanan agar lebih tahan lama. Penderita hipertensi disarankan untuk membatasi bahkan menghindari konsumsi makanan olahan, kaleng, dan kemasan.  

Konsumsilah makanan segar yang terbukti lebih sehat dan tidak termasuk dalam pantangan untuk penderita hipertensi.

2. Acar mentimun

Kandungan garam di dalam acar mentimun sangat tinggi, sehingga makanan ini termasuk penyebab hipertensi. Kandungan garam yang tinggi pada makanan ini karena proses pembuatannya membutuhkan banyak garam sebagai pengawet.

Acar dibuat dengan merendam mentimun ke dalam air yang sudah dicampur cuka dan garam. Semakin lama mentimun atau sayuran lain direndam di air garam, semakin banyak pula garam yang diserap. 
 

3. Makanan cepat saji


Ilustrasi fastfood. Shutterstock.

Makanan cepat saji atau fast food juga dapat meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Makanan jenis ini mengandung garam serta lemak jahat, seperti lemak trans dan lemak jenuh, yang tinggi. 

Kandungan garam dan lemak jahat ini didapat dari makanan olahan yang umum digunakan dalam makanan cepat saji, seperti daging olahan, keju, acar, roti, kentang goreng beku, dan lainnya. 

Kadar lemak jahat yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh, sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan lemak di pembuluh darah arteri. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung koroner dan pendarahan otak. 

Selain lemak dan kolesterol jahat, makanan cepat saji juga mengandung kalori yang tinggi. Adapun kalori yang berlebih dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas, yang merupakan penyebab hipertensi lainnya.

Baca: Tukul Arwana Berjuang Lawan Pendarahan Otak, Kini Bisa Merespons

4. Kafein

Anda harus menghindari konsumsi kafein berlebih, seperti kopi, teh, minuman soda, dan minuman berenergi. Makanan dan minuman yang mengandung kafein dapat memicu darah tinggi. 

Kafein disebut dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah sementara. Para ahli menduga bahwa kafein dapat menghambat pelepasan hormon adenosin, yaitu hormon yang menjaga pembuluh darah tetap melebar.

Selain itu, kafein juga dapat merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin dan kortisol lebih banyak, sehingga termasuk dalam makanan pantangan untuk penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.

5. Alkohol

Sudah menjadi rahasia umum kalau terlalu banyak dan sering minum minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan Apalagi kalau penderita hipertensi minum minuman beralkohol berlebihan. 

Minum alkohol berlebih dapat memperparah kondisi tekanan darah tinggi yang Anda derita. Nyatanya, kebiasaan mengonsumsi alkohol juga bisa memicu berbagai penyakit berbahaya, misalnya perlemakan hati alias fatty liver. 
(MBM)

MOST SEARCH