FITNESS & HEALTH

Kemenkes: Hadirnya Diagnosis Batuk via Smartphone Permudah Masyarakat Deteksi Dini

A. Firdaus
Sabtu 23 April 2022 / 19:14
Jakarta: Deteksi dini penyakit menjadi salah satu cara pasien mencegah atau paling tidak menghindari sesuatu yang buruk pada dirinya. Sebab jika sudah terlambat, penanganan dan perawatan akan lebih sulit.

Salah satu cara untuk mendeteksi dini yang mutakhir adalah diagnosis batuk di smartphone menggunakan aplikasi Alodokter. Hanya dengan mendeteksi suara batuk, aplikasi ini dapat mendiagnosis 6 kondisi paru-paru yang berbeda, antara lain infeksi paru, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), ISPA, batuk rejan, dan bronkitis.

Setiaji ST., M.Si, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, mengatakan yang paling penting ketika pasien mengalami keluhan adalah mendeteksi dini. Sebab selama ini masyarakat ke rumah sakit kalau sudah dalam keadaan kritis.

"Kini, dengan adanya teknologi seperti ini tentunya akan sangat membantu untuk mengatasinya lebih cepat," ujar Setiaji saat peluncuran Diagnosis Kondisi Paru di Aplikasi Alodokter.

"Bisa kita  bayangkan dengan adanya telemedisin ke depannya, seperti daerah yang di luar area bisa terbantu. Sebab, untuk dokter spesialis sangat terbatas," sambungnya.

Untuk layanan telemedisin seperti Alodokter, punya beberapa opsi dokter yang bisa berkonsultasi secara real time. Jadi, pasien cukup memberitahu keluhan dan riwayat penyakit sebelumnya.

Nanti, dokter akan memberikan rekomendasi agar pasien untuk batuk sebanyak 5 kali, sebelum akhirnya dokter memutuskan penyakit apa yang diderita oleh pasien.
(FIR)

MOST SEARCH