FITNESS & HEALTH

October Theory Lagi Ramai, Emang Oktober Bisa Jadi Awal Baru?

A. Firdaus
Sabtu 10 Oktober 2026 / 12:16
Ringkasnya gini..
  • October Theory mengajak kamu menjadikan Oktober sebagai momen buat memulai kebiasaan baru sebelum tahun berakhir.
  • Tren ini bisa jadi kesempatan buat mengecek lagi target yang belum kesampaian sejak Januari.
  • Nggak perlu langsung mengubah seluruh hidup, mulai dari satu kebiasaan kecil yang realistis aja.

Jakarta: Nggak kerasa, udah Oktober aja. Rasanya baru kemarin bikin resolusi tahun baru, eh sekarang udah masuk tiga bulan terakhir di 2026. Sementara itu, target yang ditulis sejak Januari mungkin masih ada yang cuma jadi wacana. Mau rajin olahraga, tidur lebih teratur, atau belajar skill baru, tapi sampai sekarang belum juga konsisten.

Kalau kamu relate, ada tren yang bisa jadi pengingat buat mulai lagi, yaitu October Theory. Tren ini mengajak orang menjadikan Oktober sebagai momen buat mengevaluasi diri dan bikin perubahan sebelum tahun berganti.

 

Rencana Oktober yang Nyaman

(Seorang perempuan menyusun target dan kebiasaan baru melalui jurnal untuk memulai Oktober dengan lebih terarah. Foto: AI Generated)

 

Apa itu October Theory?

October Theory adalah gagasan bahwa Oktober bisa jadi semacam tahun baru versi kedua. Alih-alih menunggu Januari buat memulai sesuatu, kamu bisa menggunakan tiga bulan terakhir dalam setahun untuk mengejar target atau membangun kebiasaan yang selama ini tertunda.

Tren ini ramai dibahas di media sosial, termasuk TikTok. Banyak orang melihat Oktober sebagai kesempatan buat melakukan reset sebelum masuk tahun berikutnya.

Menariknya, gagasan ini punya kaitan dengan konsep psikologi bernama fresh start effect. Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Management Science, Hengchen Dai, Katherine L. Milkman, dan Jason Riis membahas bagaimana momen tertentu, seperti awal pekan atau pergantian tahun, bisa mendorong seseorang memulai tujuan baru.

Jadi, tanggal atau momen tertentu bisa membantu kita merasa punya kesempatan baru. Namun, bukan berarti Oktober otomatis bikin semua rencana berhasil, ya.

 

 

Gimana cara memulai October Theory?

Nggak perlu bikin daftar target panjang sampai malah kewalahan. Coba mulai dengan tiga langkah sederhana ini.

1. Cek target yang belum kesampaian

Lihat lagi resolusi awal tahun. Pilih mana yang masih relevan dan mana yang ternyata udah nggak sesuai dengan kebutuhanmu sekarang.

2. Mulai dari kebiasaan kecil

Kalau pengin hidup lebih sehat, misalnya, coba atur jam tidur atau rutin jalan kaki dulu. Nggak harus langsung mengubah seluruh rutinitas dalam sehari.

3. Fokus sama progres sendiri

Nggak perlu membandingkan pencapaianmu dengan orang yang kelihatannya udah punya hidup sempurna di media sosial. Setiap orang punya kondisi dan waktunya masing-masing.


 

Nggak harus menunggu tahun baru

October Theory bisa jadi pengingat bahwa kamu nggak harus menunggu Januari untuk memperbaiki rutinitas atau mengejar sesuatu yang penting. Namun, jangan sampai tren ini malah bikin kamu merasa harus buru-buru mencapai semuanya sebelum Desember.

Kalau ada target yang belum tercapai, bukan berarti kamu gagal. Kamu masih bisa mengevaluasi rencana, mengubah strategi, atau memulainya lagi dengan cara yang lebih realistis.

Pada akhirnya, reset bukan soal mengubah hidup dalam semalam, melainkan berani mengambil langkah kecil meski tahun hampir berakhir.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH