FITNESS & HEALTH

Bersiap untuk Mudik? Simak Dulu Anjuran dari Kemenkes

Raka Lestari
Jumat 22 April 2022 / 10:42
Jakarta: Selama 2 tahun pandemi covid-19 pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan mudik pada saat Hari Raya Idulfitri. Spesial mulai tahun ini, pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat yang ingin mudik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.

“Jadi sekarang mudik kita ini harus mudik yang sehat dan aman. Kita harus menyiapkan kondisi fisik kita karena tentunya perjalanan mudik yang panjang dan tentunya kita juga harus beristirahat yang cukup sebelum melakukan mudik,” ungkap Juru Bicara Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, dalam Konferensi Pers beberapa waktu lalu.

"Dan pastikan kita tidak memaksakan kondisi kita pada saat kita melakukan mudik. Misalnya kalau kita lelah atau ngantuk ya istirahat. Dan ingat dengan jumlah pemudik sebanyak 80 juta, risiko untuk terjadinya kecelakaan lalu lintas itu menjadi concern utama kita,” saran dr. Nadia.

Kementerian Kesehatan sendiri sudah menyampaikan kebijakan di bulan Ramadan & Hari Raya Idul Fitri seperti berikut:

Pemudik via pesawat, kereta api, bus, kapal laut, kendaraan pribadi:


- Vaksinasi tidak/belum lengkap: wajib PCR
- Vaksinasi lengkap: wajib antigen (dewasa), tidak perlu tes (anak 6-18 tahun)
- Vaksinasi booster: tidak perlu tes
 

Vaksinasi


Optimalisasi pelaksanaan vaksinasi di tempat ibadah dan tempat umum seperti pusat perbelanjaan, stasiun, pelabuhan, bandara, terminal, dan rest area.
 

Surveilans


- Testing & tracing tetap dilakukan sesuai dengan standar WHO.
 

Protokol kesehatan selama Ramadan

- Tetap wajib menggunakan masker.
- Kapasitas tempat ibadah sesuai level PPKM.
- Mewajibkan pemasangan dan penggunaan PeduliLindungi di tempat ibadah.


Pada anak-anak yang berusia kurang dari 6 tahun, sampai saat ini memang belum mendapatkan vaksinasi. Untuk itu, perlu menjadi perhatian bagi para orang tua.

“Risiko penularan itu masih ada dan kemungkinan bisa meningkat dikarenakan mobilitas dan aktivitas yang meningkat, tentunya kita tetap waspada,” tutur dr. Nadia.

“Bagaimanapun juga upaya pencegahan tetap lebih baik agar tidak tertular, sehingga tentunya kalau orang tua akan mengajak anak di bawah 6 tahun kita pastikan bahwa prokes bisa dijalankan. Pastikan orang tua tidak mengajak anaknya berdesakan karena selain tidak nyaman untuk anak-anak, juga risiko penularan bisa meningkat,” pungkas dr. Nadia.
(FIR)

MOST SEARCH