Ilustrasi mengantuk dan kelelahan saat mengemudi. dok freepik
Ilustrasi mengantuk dan kelelahan saat mengemudi. dok freepik

Mudik Aman, Ini Tips Atur Ritme Istirahat saat Mengemudi Jarak Jauh

Adri Prima • 15 Maret 2026 10:21
Ringkasnya gini..
  • Pengemudi yang mudik dengan mobil pribadi dianjurkan beristirahat setiap 4 jam selama minimal 30 menit untuk menjaga kondisi fisik dan konsentrasi.
  • Aturan ini diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mewajibkan pengemudi beristirahat setelah 4 jam berkendara.
  • Mengemudi perjalanan jauh sebaiknya tidak memaksakan diri. Pengemudi bisa bergantian menyetir dan memanfaatkan rest area agar tetap aman.
Jakarta: Mudik menggunakan kendaraan pribadi memerlukan kesiapan fisik dan mental yang baik. Pasalnya, perjalanan menuju kampung halaman umumnya ditempuh dalam jarak jauh dengan durasi berkendara yang cukup panjang.
 
Agar kondisi tubuh tetap prima selama perjalanan, pengemudi disarankan untuk menyempatkan diri beristirahat secara berkala. Durasi istirahat ideal bagi pengemudi yakni setiap empat jam berkendara dengan waktu istirahat minimal selama 30 menit.
 
Ketentuan ini juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada Pasal 90 ayat (3) dijelaskan bahwa pengemudi kendaraan bermotor wajib beristirahat setidaknya setengah jam setelah berkendara selama empat jam berturut-turut.

Selain itu, aturan tersebut juga menyebutkan bahwa waktu kerja maksimal pengemudi adalah delapan jam dalam satu hari. Namun, dalam kondisi tertentu durasi tersebut dapat diperpanjang hingga 12 jam dengan syarat pengemudi tetap mengambil waktu istirahat.
 
Baca juga:
Cek Kondisi Aki Mobil Sebelum Berangkat Mudik, Simak Tips Berikut Ini
 

Faktor keselamatan


Anjuran untuk beristirahat setiap empat jam juga dibenarkan oleh pembalap naisonal yang juga praktisi safety driving, Rifat Sungkar. Bahkan menurutnya, pengemudi dapat beristirahat lebih cepat jika diperlukan.
 
"Kalau berkendara terus dan tidak berhenti, sebaiknya maksimal tiga jam," kata Rifat.
 
Ia menjelaskan, kemampuan mengemudi selama tiga hingga empat jam tanpa berhenti sangat bergantung pada kondisi fisik pengemudi. Tubuh yang sehat dan bugar sangat berpengaruh terhadap konsentrasi saat berkendara.
 
Kondisi tubuh yang lelah dapat menurunkan fokus pengemudi dan berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
 
"Ketika melakukan perjalanan jauh dengan mobil jangan berpikir untuk cepat sampai. Itu salah, kita harus berpikir selamat, bukan cepat sampai. Sepanjang perjalanan harus bisa menikmati proses berkendaranya," terang Rifat.
 
Selama perjalanan mudik, pengemudi dapat memanfaatkan fasilitas rest area di jalan tol maupun posko mudik yang tersedia di berbagai titik.
 
Selain itu, untuk perjalanan jarak jauh disarankan terdapat dua orang yang dapat mengemudi secara bergantian. Dengan begitu, ketika salah satu pengemudi mulai merasa lelah, pengemudi lainnya dapat mengambil alih kemudi.
 
"Triknya, saat yang satu mengemudi terutama di siang hari maka yang satu lagi diusahakan tidur. Tidak usah lama-lama, cukup setengah jam sampai satu jam untuk restart body," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan