FITNESS & HEALTH

Bukan Cuma Tampil Kece! Cek Cara Return to Shape Setelah Melahirkan Tanpa Stres

Yatin Suleha
Kamis 30 Juli 2026 / 16:45
Ringkasnya gini..
  • Secara umum, penurunan berat badan yang disarankan sekitar 0,5 kg per minggu.
  • Selain itu, hindari diet ketat maupun olahraga dengan intensitas tinggi, terutama selama 40 hari pertama setelah persalinan.
  • Proses pemulihan tubuh hingga kembali mendekati kondisi sebelum hamil, umumnya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 bulan.
Jakarta: Setelah melahirkan, banyak ibu ingin segera kembali ke berat badan semula. Namun, proses ini tidak bisa dilakukan secara instan. 

Tubuh masih membutuhkan waktu untuk pulih setelah kehamilan dan persalinan, apalagi jika sedang menyusui. 

 

Oleh karena itu, penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap, agar kesehatan tetap terjaga dan produksi ASI tidak terganggu. 

Dibandingkan menjalani diet ekstrem, pola hidup sehat yang konsisten, jauh lebih efektif untuk membantu tubuh kembali bugar.

Secara umum, penurunan berat badan yang disarankan sekitar 0,5 kg per minggu. Selain itu, hindari diet ketat maupun olahraga dengan intensitas tinggi, terutama selama 40 hari pertama setelah persalinan. 

Proses pemulihan tubuh hingga kembali mendekati kondisi sebelum hamil, umumnya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 bulan. 
 

1. Rutin menyusui



(Hormon oksitosin yang dilepaskan saat menyusui juga membantu rahim berkontraksi, sehingga ukurannya lebih cepat kembali normal, Foto: Dok. Pexels.com)

Menyusui menjadi salah satu cara alami yang dapat membantu membakar kalori. Aktivitas ini mampu membakar sekitar 400–500 kalori setiap hari. 

Selain itu, hormon oksitosin yang dilepaskan saat menyusui, juga membantu rahim berkontraksi, sehingga ukurannya lebih cepat kembali normal. 
 

2. Atur pola makan dengan bijak


Menurunkan berat badan bukan berarti harus makan sangat sedikit. Yang terpenting adalah memilih makanan bergizi dan mengatur pola makan, agar kebutuhan energi tetap terpenuhi.

Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan antara lain:
• Jangan melewatkan sarapan agar rasa lapar lebih terkontrol sepanjang hari.
• Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, sekitar 5–6 kali sehari.
• Perbanyak konsumsi protein dan serat, seperti oat, telur, ikan, serta sayuran hijau agar kenyang lebih lama.
• Batasi makanan olahan, gorengan, makanan cepat saji, dan minuman tinggi gula. 
 

3. Mulai berolahraga secara bertahap


Olahraga sebaiknya dimulai dari aktivitas ringan, misalnya berjalan kaki santai. Jika melahirkan normal, latihan ringan umumnya dapat dimulai setelah 6 minggu dengan persetujuan dokter. 

Sementara itu, ibu yang menjalani operasi Caesar sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu, dengan dokter kandungan mengenai waktu yang aman untuk mulai berolahraga.

Latihan yang berfokus pada otot inti, seperti teknik pernapasan perut, juga dapat membantu memperbaiki kondisi perut kendur atau diastasis recti. 
 

4. Jangan lupakan hidrasi dan istirahat


Selain makan sehat dan berolahraga, tubuh juga membutuhkan cukup cairan dan waktu istirahat, agar proses pemulihan berjalan optimal.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:
• Minum air putih sekitar 2–3 liter setiap hari untuk membantu metabolisme, sekaligus mendukung produksi ASI.
• Manfaatkan waktu tidur saat bayi tidur. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres (kortisol), yang membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak. 

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH