FEATURE

Gen Z dan Tren Barang Jadul: Bukan Sekadar Nostalgia

A. Firdaus
Sabtu 26 September 2026 / 13:10
Ringkasnya gini..
  • Teknologi lawas seperti digicam dan CD kembali dilirik sebagian anak muda.
  • Ketertarikan ini nggak cuma soal nostalgia, tapi juga pengalaman yang terasa lebih personal.
  • Barang jadul menawarkan pengalaman yang lebih sederhana di tengah kehidupan serba digital.

Jakarta: Di tengah era AI, smartphone makin canggih, dan hampir semua hal bisa dilakukan lewat satu layar, barang jadul malah kembali punya tempat. Digicam, kamera analog, CD, iPod, sampai perangkat elektronik lawas mulai dilirik lagi oleh sebagian anak muda.

Fenomena ini bukan berarti Gen Z menolak teknologi modern. Justru, ada daya tarik tersendiri dari benda yang nggak menawarkan semuanya secara instan. Forbes pada 2026 melihat kebangkitan physical media dan teknologi retro sebagai bagian dari ketertarikan anak muda terhadap pengalaman yang lebih analog di tengah kehidupan digital.

 

Bukan cuma karena nostalgia

Menariknya, nggak semua Gen Z punya pengalaman langsung dengan era barang-barang tersebut. Sebagian malah mengenalnya lewat media sosial, film, musik, atau cerita dari generasi sebelumnya.

Financial Times menyebut fenomena ini dengan istilah anemoia, yaitu rasa nostalgia terhadap masa yang sebenarnya nggak pernah dialami sendiri. Ketertarikan tersebut terlihat dalam tren kamera retro yang menawarkan pengalaman memotret dengan hasil lebih sederhana dan nggak terlalu sempurna.


 

ChatGPT Image 26 Sep 2026, 13_03_28

(Kamera digital lawas kembali dilirik Gen Z. Foto: AI Generated)

 

Ada sensasi yang lebih “real”

Digicam jadi contoh paling gampang. Kalau kamera smartphone bisa menghasilkan foto tajam, langsung diedit, lalu diunggah dalam hitungan detik, kamera lawas justru punya keterbatasan.

Hasilnya bisa grainy, pencahayaan kadang nggak sempurna, bahkan kita nggak selalu bisa langsung melihat hasil akhirnya. The Guardian mencatat ketidaksempurnaan tersebut justru menjadi bagian dari daya tarik kamera point-and-shoot di kalangan generasi muda.

Ada proses yang terasa lebih intentional. Jepret, simpan, baru lihat lagi. Nggak langsung sibuk mikirin filter atau apakah fotonya cukup bagus buat diunggah.

 


 

Teknologi lama, pengalaman baru

Hal serupa juga terlihat dari kembalinya CD. Pada 2026, pencarian CD player di retailer Inggris John Lewis dilaporkan naik 96 persen sejak Juli. Penjualan CD juga tumbuh 16 persen, menunjukkan adanya minat baru terhadap format fisik.

Buat sebagian anak muda, memilih album, memasukkan CD, lalu mendengarkannya sampai selesai terasa lebih personal dibanding terus scrolling katalog streaming.

Jadi, barang jadul yang kembali dilirik bukan cuma soal pengin terlihat retro. Bisa jadi, ada rasa jenuh dengan sesuatu yang terlalu cepat dan serba tersedia. Di tengah hidup yang makin digital, teknologi lawas menawarkan pengalaman yang lebih sederhana: memilih, menggunakan, dan benar-benar menikmati satu hal pada satu waktu.


Desi Indasari



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH