End Google Analytics -->
FEATURE

Cerita Yetty dan Hermanto, Sukses Jalani Masa Pensiun Berjualan Air Galon

Yatin Suleha
Selasa 23 Agustus 2022 / 15:14
Jakarta: Senin (22 Agustus 2022) itu, cuaca hujan rintik. Jam menunjukkan lewat dari pukul 1 siang. Berada di area Ciherang, Bogor, "markas" adem dari pabrik Aqua PT Tirta Investama Ciherang, Caringin, Kabupaten Bogor memang berbeda. Tak ada polusi suara, berteman semilir angin. Dan lagi, satu hal lainnya siang itu cuaca seakan bersahabat dengan dinginnya.

Atas undangan Aqua atau bisa juga disebut dengan Danone-Aqua, beberapa jurnalis melihat sendiri pabrik Aqua yang berada dekat dengan Jakarta itu. Saat tim Medcom.id menyambangi lokasi produksi air kemasan yang telah ada sejak 1973 itu, kami berkesempatan juga menemui salah satu agen Aqua Home Service (AHS). 

Yetty (55), dan Hermanto (59), pasangan suami istri yang berlokasi di Sentul, berkisah tentang kesuksesannya menjadi salah satu agen AHS dan bisa survive di tengah pandemi hingga saat ini. "Saya mulai jualan Aqua tahun 2009," buka Yetty yang siang itu berkaos polo putih dengan bawahan rok denim sambil ditemani tim dari Danone-Aqua. 

Awalnya ia bercerita tentang membuka garasi kecil di rumahnya untuk menaruh galon Aqua. Bertepatan di sebelah dapur, Yetty mengenang saat awal memulai usahanya.



(Kini Yetty dan Hermanto, pasangan yang telah sukses menjadi salah satu agen AHS dan menjual sekitar 4.000-an Aqua galon per bulan. Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)
 

Berawal dari 20 galon per hari 


Ia memulai cerita dengan mengingat menyebarkan brosur tentang ia menjual air kemasan galon itu di sekitaran rumah. Ia juga meyakini produk dari brand Aqua ia yakini punya kualitas yang baik. 

"Saya jual Aqua juga dari awalnya karena yakin Aqua brand ternama. Terus kualitasnya paling bagus. Terus saya pernah diajak dua kali visit ke pabrik, jadi saya udah ngerti dan udah tahu gimana pabriknya, gimana kebersihannya, gimana semuanya. Jadi, saya yakin buat jual bener-bener hanya jual Aqua. Terus jadi saya juga bisa mengedukasi ke pelanggan kalau Aqua ini bener-bener bagus," aku Yetty.

Singkatnya, satu tahun setelah ia membuka garasi untuk menjual air tersebut, ia diajak untuk bergabung menjadi salah satu anggota AHS.

"(Awalnya) saya diajak untuk gabung di AHS ini. Nah, dengan tambahan galon jadi 60 galon tahun 2010. Tahun 2010 itu sempat agak vakum ya karena saya ikut suami tugas ke Medan," kenang perampuan yang ramah ini.

Saat suami selesai pensiun dari pekerjaannya di sebuah bank, bantuan sang suami 100 persen ia dapatkan untuk mengembangkan usahanya. Usaha duo pasangan ini terus menanjak. Apalagi Yetty dan Hermanto sangat rajin memberikan edukasi soal kualitas air dari brand tersebut. 

Kreatifnya, Yetty juga tak jarang membuat program promosi bonus 1 air galon untuk 50 pembelian galon yang sudah dilakukan. Semakin banyak belanja air di tempatnya, semakin untung pula pembeli.

Dengan memanjakan para pelanggan yaitu siapa pun yang membeli diantarkan, maka Yetty yakin berbagai langkahnya akan mendulang hasil. "Awalnya saya pakai motor roda dua. Terus tahun 2014 pakai motor roda tiga (yang Kaisar) itu. Sekarang saya pakai mobil," beber Yetty.

Ia pun menegaskan, di tengah suasana pandemi malahan usahanya tak menurun. Ini ia yakini karena orang saat pandemi memutuskan sesuatu hal yang pasti. Dan salah satu hal yang pasti yaitu ia yakini memiliki kualitas yang terjaga dan terjamin.



(Kediaman Yetty dan Hermanto yang sempat disambangi awak media. Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)
 

Berlabel AHS di rumahnya


Yetty juga membeberkan salah satu keistimewaan dari menjadi agen AHS yaitu dibandring langsung oleh Aqua yang membuat rumahnya dilabeli AHS secara resmi. "Kasarnya gitu bisa lebih sombonglah. Rumah AHS gitu kan. Jadi orang tuh lebih yakin belinya di sini," paparnya sambil berkelakar.

Dengan "label" branding langsung yang ia dapatkan dan tersemat di salah satu pojok rumahnya, maka semakin yakin orang katanya membeli di tempatnya karena dijamin asli dan langsung diantar dari depo.

Ia juga memberikan informasi yang ia dapatkan dari pabrik Aqua kepada para pembelinya. Diantaranya, adalah melihat tutup galonnya dengan kode produksi yang harus sama. Kemudian tulisan brand juga harus timbul. Ia bilang perhatikan di lekukan ketiga ada kode produksi yang tercantum. Sama halnya di bagian tutup galonnya. Air jernih, tak berbau, tidak berbusa, tidak berwarna.

Dengan kegigihannya menjadi salah satu anggota AHS, Yetty berserta Hermanto kini bisa dibilang mendulang kesuksesan yang mereka kerjakan sejak 2009 lalu. Di sesi waktu yang sempit, ia mengatakan, "Di tahun 2012 langsung melejit sampai sekarang," beber Yetty. Kini ia bisa menjual air kemasan Aqua galon sebanyak 3.500 hingga 4.000 galon per bulannya. Belum dari kemasan botol 1 liter dan 330 ml yang juga ia sediakan.

Ia mengakui selain mendapatkan informasi yang valid langsung dari Aqua, menjadi agen AHS bisa mendapatkan tambahan uang. Misalnya ia mencontohkan, absen setiap hari tentang penjualannya, ia mendapatkan tambahan uang Rp10 ribu. Belum lagi tambahan penjualan yang dapat lampaui target, ia bisa mencapai tambahan Rp2 jutaan.

Bagi Hermanto, Yetty sang istri menjadi sangat membantu keluarga. "Bersyukur banget. Begitu saya pensiun, usaha ini bisa dibilang berkembang. Penghasilan saya yang tadinya per bulan, sekarang bertambah. Saya juga melihat teman-teman (penjual air kemasan lainnya) ayo sama-samalah. Kalau kita maju, orang lain maju, kan bagus. Buat teman-teman menambah penghasilan dan mempersiapkan masa pensiun," pungkas Hermanto. 

(TIN)

MOST SEARCH