FEATURE

Sering Nongkrong, tapi Kok Masih Merasa Kesepian?

A. Firdaus
Sabtu 10 Oktober 2026 / 13:13
Ringkasnya gini..
  • Punya banyak teman nggak otomatis bikin kamu merasa punya hubungan yang dekat.
  • Kesibukan dan agenda nongkrong yang padat belum tentu bikin hubungan makin berkualitas.
  • Obrolan yang tulus dan perhatian kecil bisa membantu membangun pertemanan yang lebih dekat.

Jakarta: Grup chat rame, jadwal nongkrong hampir setiap akhir pekan, dan selalu ada aja teman yang ngajak pergi. Dari luar, kehidupan sosialmu kelihatan seru banget. Tapi, pernah nggak sih, setelah pulang nongkrong, kamu malah merasa kosong atau ngerasa nggak punya orang yang benar-benar dekat?

Padahal, kamu hampir nggak pernah sendirian. Terus, kenapa perasaan itu masih muncul?

Dalam artikel Psychology Today berjudul Are You Too "Busy" to Connect?, Julie Radlauer-Doerfler, LMHC, membahas bagaimana kesibukan bisa memengaruhi hubungan kita dengan orang lain. Sebab, sering ketemu teman ternyata nggak otomatis bikin kita merasa terhubung secara emosional.

 

Momen Hening di Sudut Nyaman

Seorang perempuan menikmati waktu sendiri sambil merenungkan hubungan pertemanannya. (Foto: AI Generated)

 

Ramai teman belum tentu merasa dekat

Punya banyak teman memang menyenangkan. Ada yang bisa diajak kulineran, nonton film, sampai berburu tempat nongkrong baru. Namun, coba deh ingat-ingat lagi, saat kamu lagi punya masalah, ada nggak teman yang benar-benar bisa diajak cerita?

Kadang, kita punya banyak kenalan buat bersenang-senang, tetapi bingung harus menghubungi siapa saat lagi nggak baik-baik aja. Mau cerita pun rasanya ragu karena takut nggak dipahami atau malah dianggap berlebihan.

Nah, di sinilah bedanya sekadar punya banyak teman dan merasa dekat dengan seseorang. Kamu bisa dikelilingi banyak orang, tetapi tetap merasa kesepian karena nggak punya hubungan yang bikin kamu nyaman jadi diri sendiri.

Bukan berarti semua teman harus jadi tempat curhat, ya. Namun, punya seseorang yang bisa mendengarkan tanpa buru-buru menghakimi tentu terasa berbeda.

 


Jangan sampai nongkrong cuma jadi rutinitas

Pernah nggak, kamu pergi nongkrong bareng teman, tetapi masing-masing malah sibuk main HP? Sesekali, hal itu wajar. Namun, kalau hampir setiap pertemuan cuma diisi obrolan singkat tanpa benar-benar memperhatikan satu sama lain, hubungan kalian bisa terasa gitu-gitu aja.

Kesibukan juga bisa bikin kita terlalu fokus mengejar agenda berikutnya. Baru selesai nongkrong, udah mikirin pekerjaan besok atau rencana akhir pekan selanjutnya.

Padahal, membangun kedekatan nggak selalu membutuhkan acara besar. Obrolan sederhana, mendengarkan cerita teman sampai selesai, atau sekadar menanyakan kabar dengan tulus bisa bikin interaksi terasa lebih berarti.

Nggak harus setiap ketemu membahas hal serius. Ketawa bareng tetap penting, kok. Yang penting, kalian punya kesempatan buat saling mengenal lebih jauh, bukan cuma hadir di tempat yang sama.

 

Gimana caranya biar pertemanan makin dekat?

Kamu nggak perlu punya lingkaran pertemanan yang besar buat merasa terhubung. Coba mulai dengan meluangkan waktu buat teman yang memang penting buatmu.

Sesekali, ajak ngobrol tanpa terdistraksi HP. Kalau dia cerita, dengarkan dulu tanpa buru-buru menyela atau mengalihkan pembicaraan ke pengalamanmu sendiri.

Kamu juga bisa mulai terbuka tentang apa yang sedang kamu rasakan, selama memang nyaman. Hubungan yang dekat biasanya tumbuh ketika kedua pihak merasa aman untuk saling berbagi.

Tapi ingat, pertemanan nggak bisa diusahakan sendirian. Kalau cuma satu orang yang terus menghubungi, mengajak ketemu, dan menjaga komunikasi, lama-lama pasti capek juga.

Pada akhirnya, punya kehidupan sosial yang seru bukan soal seberapa penuh jadwal nongkrongmu. Terkadang, satu obrolan tulus dengan teman yang tepat justru terasa lebih berharga daripada seharian dikelilingi banyak orang.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH