FAMILY
Ramai Kasus Daycare, Orang Tua Perlu Waspadai Tanda Tempat Penitipan yang Red Flag
A. Firdaus
Kamis 30 April 2026 / 09:18
- Tempat penitipan memiliki pemisahan antara anak yang sehat dan yang sedang sakit.
- Ada sejumlah tanda mencurigakan (red flag) yang perlu diperhatikan sebelum mempercayakan anak ke daycare.
- Kewaspadaan tetap menjadi kunci utama.
Jakarta: Kasus dugaan kekerasan dan kelalaian di sejumlah daycare yang belakangan ramai di Indonesia, menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Fitri Hartanto, Sp.A, Subsp TKPSK (K), mengungkapkan ada sejumlah tanda mencurigakan (red flag) yang perlu diperhatikan sebelum mempercayakan anak ke daycare.
Salah satu hal mendasar adalah sistem kesehatan di lingkungan daycare. Idealnya, tempat penitipan memiliki pemisahan antara anak yang sehat dan yang sedang sakit.
“Kalau anak sakit tetap masuk daycare tanpa pemisahan, risiko penularan jadi tinggi. Anak yang sudah sembuh bisa kembali tertular,” jelas Fitri dilansir Antara.
Menurutnya, kondisi ini bisa berdampak pada tumbuh kembang anak. Lingkungan yang tidak sehat membuat anak lebih sering sakit, sehingga mengganggu proses belajar dan perkembangan mereka. Berikut di antaranya:
Daycare yang baik juga harus memiliki pengelolaan ruang yang jelas, seperti pemisahan area belajar, ruang istirahat, ruang makan, hingga ruang pertemuan keluarga. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan higienis.
Selain itu, daycare seharusnya memiliki aturan tegas, termasuk tidak menerima anak yang sedang sakit demi melindungi anak lain.
Tak kalah penting, orang tua perlu memastikan tenaga pengasuh memiliki kompetensi yang memadai. Bukan hanya mampu menjaga, tetapi juga memahami stimulasi tumbuh kembang anak serta penanganan darurat.
“Pengasuh harus tahu tindakan awal jika terjadi kecelakaan, seperti tersedak atau kondisi darurat lainnya, sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Di tengah maraknya kasus daycare, transparansi menjadi faktor krusial. Orang tua sebaiknya waspada jika pihak daycare membatasi akses untuk melihat aktivitas anak atau interaksi dengan pengasuh. Kurangnya keterbukaan bisa menjadi indikasi adanya hal yang disembunyikan.
Orang tua juga diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak setelah masuk daycare. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
Anak menjadi murung atau pendiam
Menolak bercerita tentang aktivitas di daycare
Menangis berlebihan saat akan dititipkan
Bahkan hingga mengalami reaksi fisik seperti muntah
“Tanda-tanda ini bisa menunjukkan adanya tekanan, trauma, atau perlakuan yang tidak menyenangkan di daycare,” kata Fitri.
Jika ditemukan tanda fisik seperti memar atau luka, orang tua diimbau tidak langsung percaya pada penjelasan sepihak dari daycare.
Pemeriksaan ke tenaga medis penting dilakukan untuk memastikan penyebabnya, apakah benar akibat kecelakaan atau justru indikasi kekerasan.
Dengan meningkatnya kebutuhan daycare di tengah kesibukan orang tua, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama. Memilih daycare bukan hanya soal lokasi atau biaya, tetapi juga soal keamanan, kesehatan, dan kenyamanan anak.
Kasus-kasus yang mencuat belakangan ini menjadi pengingat bahwa pengawasan orang tua tetap tidak bisa digantikan sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Fitri Hartanto, Sp.A, Subsp TKPSK (K), mengungkapkan ada sejumlah tanda mencurigakan (red flag) yang perlu diperhatikan sebelum mempercayakan anak ke daycare.
Salah satu hal mendasar adalah sistem kesehatan di lingkungan daycare. Idealnya, tempat penitipan memiliki pemisahan antara anak yang sehat dan yang sedang sakit.
“Kalau anak sakit tetap masuk daycare tanpa pemisahan, risiko penularan jadi tinggi. Anak yang sudah sembuh bisa kembali tertular,” jelas Fitri dilansir Antara.
Menurutnya, kondisi ini bisa berdampak pada tumbuh kembang anak. Lingkungan yang tidak sehat membuat anak lebih sering sakit, sehingga mengganggu proses belajar dan perkembangan mereka. Berikut di antaranya:
1. Fasilitas dan aturan harus jelas
Daycare yang baik juga harus memiliki pengelolaan ruang yang jelas, seperti pemisahan area belajar, ruang istirahat, ruang makan, hingga ruang pertemuan keluarga. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan higienis.
Selain itu, daycare seharusnya memiliki aturan tegas, termasuk tidak menerima anak yang sedang sakit demi melindungi anak lain.
2. Pengasuh harus kompeten, bukan sekadar menjaga
Tak kalah penting, orang tua perlu memastikan tenaga pengasuh memiliki kompetensi yang memadai. Bukan hanya mampu menjaga, tetapi juga memahami stimulasi tumbuh kembang anak serta penanganan darurat.
“Pengasuh harus tahu tindakan awal jika terjadi kecelakaan, seperti tersedak atau kondisi darurat lainnya, sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
3. Transparansi jadi kunci
Di tengah maraknya kasus daycare, transparansi menjadi faktor krusial. Orang tua sebaiknya waspada jika pihak daycare membatasi akses untuk melihat aktivitas anak atau interaksi dengan pengasuh. Kurangnya keterbukaan bisa menjadi indikasi adanya hal yang disembunyikan.
4. Perhatikan perubahan sikap anak
Orang tua juga diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak setelah masuk daycare. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
Anak menjadi murung atau pendiam
Menolak bercerita tentang aktivitas di daycare
Menangis berlebihan saat akan dititipkan
Bahkan hingga mengalami reaksi fisik seperti muntah
“Tanda-tanda ini bisa menunjukkan adanya tekanan, trauma, atau perlakuan yang tidak menyenangkan di daycare,” kata Fitri.
5. Jangan abaikan tanda fisik
Jika ditemukan tanda fisik seperti memar atau luka, orang tua diimbau tidak langsung percaya pada penjelasan sepihak dari daycare.
Pemeriksaan ke tenaga medis penting dilakukan untuk memastikan penyebabnya, apakah benar akibat kecelakaan atau justru indikasi kekerasan.
Orang tua harus lebih teliti
Dengan meningkatnya kebutuhan daycare di tengah kesibukan orang tua, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama. Memilih daycare bukan hanya soal lokasi atau biaya, tetapi juga soal keamanan, kesehatan, dan kenyamanan anak.
Kasus-kasus yang mencuat belakangan ini menjadi pengingat bahwa pengawasan orang tua tetap tidak bisa digantikan sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)