FAMILY

Kontraksi Sebelum Waktunya? Jangan Abaikan Tanda Ini!

A. Firdaus
Selasa 03 November 2026 / 11:15
Ringkasnya gini..
  • Persalinan prematur terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu.
  • Kenali tanda, pemeriksaan, serta obat yang dapat membantu mengurangi risiko pada bayi.
  • Ibu hamil perlu segera menghubungi dokter atau bidan jika mengalami tanda persalinan prematur.
Jakarta: Persalinan prematur terjadi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Padahal, kehamilan idealnya berlangsung sekitar 40 minggu agar bayi memiliki cukup waktu untuk tumbuh dan berkembang di dalam rahim.

Selama berada di dalam kandungan, bayi melalui berbagai tahap perkembangan penting, termasuk pembentukan paru-paru, otak, dan organ lainnya. Jika lahir terlalu dini, bayi mungkin belum siap menghadapi kehidupan di luar rahim sehingga berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti kesulitan bernapas, infeksi, hingga masalah perkembangan jangka panjang.

Dilansir dari BabyCenter, ibu hamil perlu segera menghubungi dokter atau bidan jika mengalami tanda persalinan prematur. Beberapa gejalanya meliputi perdarahan vagina, air ketuban pecah, kram, dan tekanan pada panggul.
Jika dicurigai mengalami persalinan prematur, ibu biasanya akan menjalani pemeriksaan dan pemantauan di rumah sakit. Berikut beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan:
 

1. Ultrasonografi (USG)


Pemeriksaan USG dilakukan untuk mengetahui ukuran bayi dan memperkirakan usia kehamilan, terutama jika ibu belum pernah menjalani pemeriksaan kehamilan sebelumnya.
 

2. USG transvaginal


Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur panjang serviks atau leher rahim, khususnya pada usia kehamilan di bawah 24 minggu.
 

3. Tes Fetal Fibronectin


Tes ini dilakukan menggunakan usap vagina untuk mendeteksi protein fetal fibronectin yang membantu menjaga kantung ketuban tetap melekat pada rahim.

Menjelang persalinan, perubahan pada membran janin dapat menyebabkan protein tersebut dilepaskan. Kondisi ini bisa menjadi salah satu penanda meningkatnya risiko persalinan prematur.

Hasil tes negatif menunjukkan kemungkinan sangat kecil ibu melahirkan dalam tujuh hari berikutnya. Sementara itu, hasil positif tidak berarti ibu pasti sedang atau akan segera melahirkan. Hasilnya perlu dinilai bersama pemeriksaan lain, termasuk USG.
 

Obat untuk Membantu Mengurangi Risiko pada Bayi


Selain pemeriksaan, dokter juga dapat memberikan obat-obatan tertentu untuk menunda persalinan atau membantu mempersiapkan kondisi bayi jika kelahiran prematur tidak dapat dihindari.
 

1. Tocolytics


Obat ini dapat membantu menunda persalinan hingga sekitar 48 jam dengan mengurangi atau menghentikan kontraksi sementara. Tujuannya memberikan waktu bagi obat lain untuk bekerja, sekaligus memungkinkan ibu dipindahkan ke rumah sakit dengan fasilitas perawatan bayi prematur yang lebih lengkap jika diperlukan.
 

2. Kortikosteroid


Obat steroid dapat membantu mempercepat perkembangan paru-paru, otak, dan organ pencernaan bayi. Obat ini umumnya diberikan ketika persalinan prematur diperkirakan terjadi dalam waktu dekat agar bayi memiliki kesiapan lebih baik saat dilahirkan.

Pemberiannya mempertimbangkan usia kehamilan dan kondisi ibu maupun janin. Pada usia kehamilan sangat dini, keputusan pemberian obat perlu dibicarakan bersama dokter kandungan dan dokter spesialis neonatologi.
 

3. Magnesium Sulfat


Magnesium sulfat dapat diberikan pada kondisi tertentu untuk membantu melindungi perkembangan saraf bayi. Penggunaan obat ini bertujuan mengurangi risiko cerebral palsy atau gangguan gerakan dan koordinasi tubuh pada bayi yang lahir sangat prematur.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH