FAMILY

Biar Nggak Salah Pilih, Dokter Bagikan 4 Cara Cek Komposisi Nutrisi Anak

A. Firdaus
Rabu 08 Juli 2026 / 08:28
Ringkasnya gini..
  • Di tengah semakin banyaknya pilihan produk, orang tua justru perlu membiasakan diri membaca daftar komposisi.
  • Orang tua sebaiknya tidak hanya terpaku pada klaim di bagian depan kemasan, tetapi memahami bahan utama hingga proses penyusunan produk.
  • Untuk bayi, Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik pada awal kehidupan.
Jakarta: Memilih produk nutrisi untuk anak kini tidak semudah melihat klaim seperti "tinggi kalsium", "mengandung DHA", atau "kaya vitamin" di bagian depan kemasan. Di tengah semakin banyaknya pilihan produk, orang tua justru perlu membiasakan diri membaca daftar komposisi dan informasi nilai gizi agar mengetahui kandungan sebenarnya di dalam produk yang akan dikonsumsi si kecil.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengatakan bahwa pemenuhan nutrisi anak tidak hanya ditentukan oleh jumlah asupan, tetapi juga kualitas dan keseimbangan zat gizi sejak usia dini. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya terpaku pada klaim di bagian depan kemasan, tetapi memahami bahan utama hingga proses penyusunan produk.
 

Agar tidak bingung saat membaca label produk nutrisi anak, berikut empat hal yang bisa diperhatikan.
 

1. Lihat bahan yang tercantum paling awal


Daftar komposisi disusun berdasarkan jumlah bahan dari yang paling banyak hingga paling sedikit. Artinya, bahan yang berada di urutan pertama umumnya merupakan komponen utama produk tersebut.

Pada produk berbasis susu, misalnya, orang tua dapat melihat apakah susu menjadi bahan utama dan bagaimana bahan tersebut dituliskan dalam daftar komposisi. Langkah sederhana ini membantu memahami isi produk secara lebih utuh, bukan hanya berdasarkan klaim yang ditampilkan pada kemasan.
 

2. Cermati bahan utama, sumber, dan proses pengolahannya


Selain urutan bahan, penting juga memperhatikan jenis bahan utama yang digunakan.

Jika susu segar tercantum sebagai bahan utama, hal itu menunjukkan produk menggunakan susu sapi segar sebagai dasar formulanya. Sementara itu, jika tertulis susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi, orang tua perlu memahami bahwa bahan baku dan proses pengolahannya berbeda.

Menurut Prof. Rini, beberapa komponen alami dalam susu, seperti protein bioaktif, vitamin, dan enzim tertentu, dapat sensitif terhadap paparan panas tinggi maupun proses pengolahan berulang. Karena itu, informasi mengenai bahan utama, sumber bahan, dan proses produksinya menjadi salah satu aspek yang layak diperhatikan.
 

3. Perhatikan gula tambahan dan bahan tambahan pangan


Tidak semua gula memiliki nama yang sama. Gula tambahan dapat tercantum sebagai sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maupun maltodekstrin.

Prof. Rini mengingatkan agar orang tua memperhatikan posisi gula dalam daftar komposisi serta frekuensi konsumsi produk oleh anak. Paparan gula tambahan sejak usia dini perlu dikelola dengan bijak karena dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan sekaligus membentuk preferensi anak terhadap makanan yang terlalu manis.

Akibatnya, anak berpotensi menjadi kurang menyukai makanan alami seperti buah dan sayuran.
 

4. Jangan lewatkan informasi nilai gizi


Selain membaca daftar komposisi, orang tua juga sebaiknya memeriksa tabel informasi nilai gizi.

Melalui tabel tersebut, orang tua dapat mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian. Namun, informasi nilai gizi sebaiknya dibaca bersamaan dengan daftar komposisi agar memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kualitas produk.

Prof. Rini menegaskan bahwa memilih produk nutrisi sebaiknya dimulai dari langkah sederhana, yaitu membaca komposisi, memahami bahan utama, memperhatikan kandungan gula tambahan, serta menyesuaikan produk dengan usia dan kebutuhan anak.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tidak ada satu produk yang mampu menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan. Nutrisi terbaik tetap diperoleh dari variasi makanan bergizi seimbang yang dikombinasikan dengan pola makan dan lingkungan makan yang baik.

Untuk bayi, Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik pada awal kehidupan. Bila diperlukan penggunaan produk nutrisi tambahan, orang tua disarankan menyesuaikannya dengan usia dan kebutuhan anak serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH