FAMILY

Kenali Bakatmu dengan Beberapa Langkah Ini

A. Firdaus
Selasa 19 April 2022 / 13:05
Jakarta: Mengetahui minat bakat merupakan sesuatu yang penting untuk menentukan jurusan bagi kamu yang ingin kuliah. Seperti apa yang akan kamu pilih sesuai minat dan kemampuan.

Namun, adakalanya menemukan bakat apa yang cocok untuk bidang pekerjaan yang akan menjadi kontribusi di masa mendatang, tidaklah mudah.

Dalam Festival Murid Merdeka (FMM) Goes To City yang kali ini menyasar wilayah Bandung, menghadirkan Key Opinion Leader (KOL) yang berbagi pengalaman untuk menemukan passion atau minat bakat. Seperti pengalaman Indah Shafira yang merupakan lulusan S.2 Universitas Harvard jurusan Kebijakan Pendidikan Internasional.

Perempuan yang kini bekerja sebagai konsultan riset di World Bank ini memberikan tips untuk kamu mengetahui passion apa yang ada dalam dirimu. Selain itu juga ada tips dari Olivina Maskan yang merupakan U-Report Ambassador di UNICEF, seperti berikut ini:
 

1. Passion bisa berubah


Kepada peserta Roadshow FMM 2022 yang merupakan pelajar SMP dan SMA, Indah mengatakan agar siapapun tidak khawatir jika belum menemukan passion. Sebab Ia pun sebelum bekerja di bidangnya saat ini sempat memiliki banyak pilihan minat.

“Passion bisa berubah seiring berjalan dengan waktu, untuk teman-teman yang belum tahu terus eksplorasi diri, terus tekuni hingga jadi expert di bidang itu. Selain itu passion bisa tidak hanya satu saja,” kata Indah yang sempat mengambil jurusan Hubungan Internasional untuk jenjang S.1.
 

2. Gali bakat dan minatmu


Terus menggali bakat dan minat dengan mengikuti lomba dan ekstrakulikuler. Menurutnya ini menjadi salah satu cara mengetahui passion. Mengikuti banyak kegiatan, belajar dan mencoba hal-hal baru sempat Indah lalui sebelum kini menemukan passion utamanya di bidang pendidikan, dia pun bahkan pernah gagal.

“Ikut program beasiswa lebih banyak gagal daripada suksesnya, bahkan dari kegagalan akan banyak belajarnya saat apply beasiswa. Tapi itu menjadi refleksi diri kekurangannya apa. Temen-temen yang punya mimpi besar harus siap gagal juga dan kalau gagal itu berarti kesempatan untuk tumbuh lebih baik lagi,” Kata Indah.
 

3. Inovatif dan proble solving

 

Tak kalah penting saat ini menurut World Economic Forum, inovatif dan problem solving menjadi skill wajib untuk bisa bertahan di abad ke-21. Semua itu bisa didapat dengan rajin mengeksplorasi diri dan mengikuti berbagai kompetisi.

“Agar punya skill ini pastinya rajin ikuti lomba dan eksplorasi diri agar tahu kemampuan. Ekskul, organisasi, coba gabung, bikin project, dari situ akan bisa melatih kemampuan inovatif,” tuturnya lagi.
 

4. Pengalaman bukan pengandaian


Senada, Olivina Maskan KOL yang hadir juga berbagi pengalamannya saat menemukan passion. Olive yang merupakan U-Report Ambassador di UNICEF ini awalnya juga tak mudah menemukan bakat minatnya.  

“Hal penting ketika menentukan passion harus berdasarkan pengalaman bukan pengandaian. Kita sudah nyobain atau belum hal yang buat kita penasaran,” ujar Olivina yang juga merupakan seorang Penulis dan Educational Content Creator.

Olivina pun bercerita, sejak SD sudah melakukan banyak hal sesuai minatnya seperti mejadi dokter cilik, perenang, hingga menggambar. Hal tersebut dia jalani sampai akhirnya menemukan passion di bidang komunikasi, setelah banyak mengikuti lomba public speaking saat SMA.
 

5. Eksplorasi banyak hal


Olivina juga memberi tips menemukan passion melalui mencoba banyak hal. Kemudian jangan lupa tulis dan kategorikan hal tersebut berdasarkan kriteria passion. Apakah memenuhi pertanyaan passion yang bisa membuat senang saat menjalaninya, menambah energi, membuat merasa tertantang, hingga membuat lupa waktu.  

“Itu proses aku menemukan passion dan ketika masuk jurusan komunikasi aku nggak salah saat menjalani itu. Selain itu ikuti lomba untuk mengasah kreativitas, karena kemampuan problem solving jadi terasah ketika menghadapi tantangan,” kata Olivina.

“Ketika temen-temen mau keluar zona nyaman ikutan lomba, makanya ikutan FMM deh,” tuturnya lagi.
(FIR)

MOST SEARCH