FAMILY

Pemerintah Lakukan Investigasi Kontak Atas 3 Kasus Hepatitis Akut pada Anak

Mia Vale
Senin 09 Mei 2022 / 18:05
Jakarta: Meninggal tiga orang anak terkait kasus hepatitis misterius, tentu membawa pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah, utamanya Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Untuk itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menegaskan bahwa pemerintah melalui Kemenkes dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus hepatitis yang telah memakan korban ini. 

Adapun riwayat dari ketiga kasus ini, anak yang berusia dua tahun sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis, yang berusia delapan tahun sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 satu kali dan vaksin hepatitis lengkap.

Dan yang usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 dan hepatitis lengkap. Ketiganya negatif covid-19. Berdasarkan hasil investigasi juga didapati bahwa satu kasus memiliki penyakit penyerta.


cara mencegah hepatitis akut
(Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan sampai saat ini ketiga kasus tersebut belum bisa digolongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


Selain negatif covid-19, dr. Nadia juga mengatakan bahwa tidak ditemukan riwayat hepatitis dari anggota keluarga yang lain dari ketiga anak tersebut. 

Pun tidak ditemukan anggota keluarga yang memiliki gejala yang sama. Hanya saja, keluhan utama yang disampaikan mulai dari saluran cerna, mengalami keluhan mual, muntah, dan diare hebat.

“Berdasarkan hasil investigasi kontak terhadap kasus yang meninggal dunia, ketiganya datang ke fasilitas kesehatan pada kondisi stadium lanjut, sehingga hanya memberikan sedikit waktu bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan,” ungkap dr. Nadia pada keterangan pers di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dilanjutkan oleh dr. Nadia, sampai saat ini ketiga kasus tersebut belum bisa digolongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat. Namun begitu, kasus ini masuk lada kriteria pending klasifikasi karena masih harus ada pemeriksaan laboraturium. 

Hal ini harus dilakukan terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E yang membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari ke depan.

(TIN)

MOST SEARCH