FAMILY
Penulis 'Layangan Putus' Berikan Tips Bangkit Usai Diselingkuhi
Elang Riki Yanuar
Senin 28 Februari 2022 / 18:30
Jakarta: Perselingkuhan merupakan salah satu kasus permasalahan rumah tangga yang banyak dialami. Masalah ini harus segera diatasi karena permasalahan seputar rumah tangga secara langsung akan mempengaruhi stabilitas emosi dan kesehatan mental.
Melihat hal itu, Drh. Eca Prasetya yang dikenal sebagai penulis buku laris Layangan Putus membagikan pengalamannya. Wanita dengan nama pena Mommy ASF ini menjadi viral karena kisah buku yang kemudian diangkat ke dalam serial menyentuh hati banyak orang.
Apalagi, kisah perselingkuhan di Layangan Putus memang didasari pada pengalaman nyata. Dalam webinar bertajuk Love Yourself First, Mommy ASF mengungkapkan hal yang melatarbelakanginya mengangkat kisah permasalahan rumah tangga. Daripada memendam masalah, Mommy ASF memilih untuk menulis.
"Menurut penelitian, perempuan lebih rentan terhadap stres dan lebih suka memendam masalahnya sendiri terutama permasalahan dalam rumah tangga," kata Drh. Eca Prasetya dalam webinar bersama PT Kobe Boga Utama bertema Love Yourself First dengan tema pahami diri sendiri dimulai dari self love.
Ketika permasalahan seperti perselingkuhan terjadi, Eca memberikan saran tentang apa yang harus dihadapi kaum perempuan. Dia mengajak para perempuan untuk bisa lebih memahami dan mencintai diri sendiri di tengah situasi yang tidak diinginkan dalam kehidupan berkeluarga.
"Saat sedang terkena benturan atau masalah serupa seperti di kisah Layangan Putus, cobalah untuk menenangkan diri dan mempersilakan diri untuk merasakan kesedihan serta kekecewaan dari perasaan negatif yang memang hal itu realita serta manusiawi," katanya.
"Jadikan momen tersebut untuk instropeksi dan memahami diri, namun jangan berlarut-larut. Kemudian cari solusi dan perbaiki diri agar bisa bangkit kembali. Serta perhatikan juga orang-orang terdekat, anak misalnya, jangan biarkan masalah dan kesedihanmu memberikan dampak negatif kepadanya," lanjut dia.
Melalui acara webinar ini, Kobe mengajak para wanita, khususnya para ibu untuk bisa lebih memahami dan mencintai diri sendiri di tengah situasi yang tidak diinginkan dalam kehidupan berkeluarga. Lebih memahami dan mencintai diri sendiri diharapkan dapat memberikan dampak yang bisa menyehatkan mental untuk kehidupan seorang ibu.
"Apabila sudah berhasil bangkit kembali, berikan juga self reward seperti makan makanan kesukaan, liburan. Dengan memperhatikan kebutuhan diri sendiri dan meluangkan waktu untuk diri sendiri, ini adalah salah satu cara untuk mencintai diri sendiri. Agar kita bisa memberikan waktu, tenaga, cinta kita kepada orang lain baik itu suami atau anak, kita harus memulai dengan mencintai dan merawat diri sendiri terlebih dahulu," kata psikolog klinis, Frisca Melissa, M.Psi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Melihat hal itu, Drh. Eca Prasetya yang dikenal sebagai penulis buku laris Layangan Putus membagikan pengalamannya. Wanita dengan nama pena Mommy ASF ini menjadi viral karena kisah buku yang kemudian diangkat ke dalam serial menyentuh hati banyak orang.
Apalagi, kisah perselingkuhan di Layangan Putus memang didasari pada pengalaman nyata. Dalam webinar bertajuk Love Yourself First, Mommy ASF mengungkapkan hal yang melatarbelakanginya mengangkat kisah permasalahan rumah tangga. Daripada memendam masalah, Mommy ASF memilih untuk menulis.
"Menurut penelitian, perempuan lebih rentan terhadap stres dan lebih suka memendam masalahnya sendiri terutama permasalahan dalam rumah tangga," kata Drh. Eca Prasetya dalam webinar bersama PT Kobe Boga Utama bertema Love Yourself First dengan tema pahami diri sendiri dimulai dari self love.
Ketika permasalahan seperti perselingkuhan terjadi, Eca memberikan saran tentang apa yang harus dihadapi kaum perempuan. Dia mengajak para perempuan untuk bisa lebih memahami dan mencintai diri sendiri di tengah situasi yang tidak diinginkan dalam kehidupan berkeluarga.
"Saat sedang terkena benturan atau masalah serupa seperti di kisah Layangan Putus, cobalah untuk menenangkan diri dan mempersilakan diri untuk merasakan kesedihan serta kekecewaan dari perasaan negatif yang memang hal itu realita serta manusiawi," katanya.
"Jadikan momen tersebut untuk instropeksi dan memahami diri, namun jangan berlarut-larut. Kemudian cari solusi dan perbaiki diri agar bisa bangkit kembali. Serta perhatikan juga orang-orang terdekat, anak misalnya, jangan biarkan masalah dan kesedihanmu memberikan dampak negatif kepadanya," lanjut dia.
Melalui acara webinar ini, Kobe mengajak para wanita, khususnya para ibu untuk bisa lebih memahami dan mencintai diri sendiri di tengah situasi yang tidak diinginkan dalam kehidupan berkeluarga. Lebih memahami dan mencintai diri sendiri diharapkan dapat memberikan dampak yang bisa menyehatkan mental untuk kehidupan seorang ibu.
"Apabila sudah berhasil bangkit kembali, berikan juga self reward seperti makan makanan kesukaan, liburan. Dengan memperhatikan kebutuhan diri sendiri dan meluangkan waktu untuk diri sendiri, ini adalah salah satu cara untuk mencintai diri sendiri. Agar kita bisa memberikan waktu, tenaga, cinta kita kepada orang lain baik itu suami atau anak, kita harus memulai dengan mencintai dan merawat diri sendiri terlebih dahulu," kata psikolog klinis, Frisca Melissa, M.Psi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)