FAMILY

Ini Pesan Kemenkes agar Anak Tak Terjangkit Hepatitis Akut

Mia Vale
Senin 09 Mei 2022 / 14:05
Jakarta: Biasanya banyak orang tua yang menganggap enteng bila si kecil mengeluh mual atau sakit perut. Namun kali ini, pemerintah justru meminta agar para orang tua waspada terhadap keluhan gangguan pencernaan. 

Pasalnya untuk kasus hepatitis akut yang sedang mengintai anak-anak ini dimulai dengan gejala gastrointestinal, seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut yang kadang-kadang disertai demam ringan.

"Mengenai hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya ini, kami melihat laporan-laporan kasus yang sudah ada, dimulai keluhan gangguan pencernaan. Sebagian anak yang mengalami hepatitis misterius ini awalnya mengeluh diare, sakit perut, mual, dan muntah. Kadang disertai demam ringan. Inilah yang harus diwaspadai orang tua," papar Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K), dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan pada beberapa waktu lalu, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam menangani kasus hepatitis akut berat ini. 


hepatitis misterius adalah
(Untuk menjaga saluran cerna, bisa mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan minumFoto: Ilustrasi/Freepik.com)


Mereka mengaku masih melakukan investigasi akan penyakit yang belum diketahui secara pasti penyebabnya. Apalagi di Indonesia sendiri sudah ada tiga orang anak yang meningga dan diduga karena hepatitis akut. 

Para orang tua diharapkan lebih peduli bila terjadi 'masalah' pada kesehatan buah hatinya. Waspadai gejala awal yang telah disebutkan, sebelum mengarah menjadi hepatitis. Karena, bila sudah parah, anak akan memerlukan transplantasi hati. 

Prof. Hanifah mengingatkan, "Jangan tunggu sampai kuning baru dibawa ke fasilitas kesehatan. Bila segera dibawa ke tenaga kesehatan, mereka bisa memikirkan lebih lanjut apa yang harus dilakukan serta tidak kehilangan momentum."

"Jangan tunggu anak kehilangan kesadaran dan menimbulkan kematian," pesannya. Ia juga mengingatkan bahwa gejala yang lebih berat dari hepatitis akut ini bisa terjadi pembekuan darah sampai penurunan kesadaran 

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Ungkapan ini juga berlaku untuk kasus ini. "Untuk menjaga saluran cerna, bisa mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan minum, memastikan makan dan minuman matang, serta tidak menggunakan alat makan bersama, serta jangan kontak dengan orang yang sakit," imbuh Prof. Hanifah. 

Sedangkan untuk menjaga saluran napas, prokes pencegahan covid-19 bisa dilakukan. Misal, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Pencegahan keduanya bisa dilakukan karena virus ini disinyalir menular melalui saluran napas dan saluran pencernaan.

(TIN)

MOST SEARCH