End Google Analytics -->
FAMILY

4 Akibat yang Timbul karena Jarang Bercinta

Mia Vale
Minggu 15 Januari 2023 / 18:35
Jakarta: Dalam hal seks, kamu tidak benar-benar tahu berapa banyak aktivitas seks yang berlebihan itu. Padahal, seberapa sering kamu dan suami atau istri berhubungan seks bergantung pada banyak faktor seperti jam kerja yang panjang, suasana hati, usia, lingkungan sekitar, atau suasana hubungan kalian. 

Jika kamu menghabiskan lebih banyak waktu di kantor daripada di rumah, bisa jadi langsung beristirahat dan tidur begitu sampai di rumah.

Selain itu, mungkin juga tidak ingin berhubungan seks jika ikatan kamu dengan pasangan tidak lagi kuat. Beberapa wanita juga berhenti berhubungan seks saat mereka bertambah tua. 

Ingat, berhubungan seks suka sama suka dianggap sehat, jadi jika kamu memiliki ikatan yang kuat dengan pasangan, tidak berhubungan seks bukanlah keputusan yang bijaksana.

Tahukah kamu, kalau kurangnya seks dapat memengaruhi pikiran dan tubuh dengan cara yang tidak kita duga. 

Nah, bagaimana mengetahui kurangnya seks dapat memengaruhi kesehatan, Health Shots bersama Dr Seema Sharma, Associate Director – Department of Gynecology and Obstetrics, Cloudnine Group of Hospitals, Chandigarh, akan menjabarkannya untuk kamu.


(Kurangnya intensitas berhubungan seks dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan perubahan mood atau suasana hati. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
 

1. Kesehatan mental terganggu


Apakah kamu mudah tersinggung atau mengalami perubahan suasana hati? Ini hanya beberapa efek dari jarang berhubungan seks. Dikatakan Dr Sharma bahwa 'masa kering' jangka panjang bahkan dapat menyebabkan peningkatan stres, kecemasan dan depresi karena otak kekurangan endorfin yang dilepaskan saat berhubungan seks.
 

2. Jaringan vagina menjadi lebih tipis


Penipisan dinding vagina dapat terjadi ketika tubuh kekurangan estrogen, yang kebanyakan terjadi selama menopause. Penipisan jaringan vagina juga dikenal sebagai atrofi vagina. Dan kurangnya seks dapat membuat atrofi vagina semakin parah, di mana menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh. Umumnya, atrofi vagina terjadi setelah wanita mengalami menopause.
 

3. Sistem kekebalan melemah


Pada saat ada kemungkinan besar terkena flu di musim dingin, imun tubuh harus baik. Meskipun menambah kekebalan tubuh bisa didapat dari makanan, namun dengan berhubungan seks bersama pasangan, imun tubuh juga bisa meningkat. 

Menurut sebuah penelitian, tim peneliti di Wilkes-Barre University di Pennsylvania menemukan bahwa orang yang berhubungan seks 1 atau 2 kali seminggu mendapat 30 persen peningkatan imunoglobulin A, dibandingkan dengan mereka yang jarang berhubungan seks atau tidak pernah melakukannya. Dengan kata lain, sistem kekebalan mungkin melemah jika kamu tidak berhubungan seks.
 

4. Orgasme terlambat


Wanita bisa mengalami multiple orgasme saat mereka berhubungan seks, tetapi mereka juga bisa terlambat. Itu terjadi ketika kamu hendak berhubungan intim dengan pasangan setelah lama tidak berhubungan seks. 

Selain orgasme yang terlambat, seorang ahli mengatakan seks bisa menyakitkan bagi wanita yang melakukannya setelah jeda yang lama. Dia berbagi bahwa karena kurangnya seks, tidak ada sirkulasi pembuluh darah dan menyebabkan kekeringan pada vagina.  

Memang benar bahwa beberapa orang dapat menjauhkan diri dari seks selama bertahun-tahun dan kemudian ada beberapa yang merasa sulit untuk melakukannya bahkan selama seminggu! Tetapi yang terbaik lakukan seks bersama pasangan secara berkala. Selain hubungan kalian terjaga, mental kalian pun sehat.

(TIN)

MOST SEARCH