FAMILY
Anak Mulai Dewasa? Ini 5 Hal yang Sebaiknya Dihentikan Orang Tua
Fatha Annisa
Minggu 23 Agustus 2026 / 17:09
- Orang tua perlu mengubah cara mendampingi anak ketika mereka mulai beranjak dewasa.
- Konselor keluarga mengatakan orang tua perlu memberi kepercayaan dan ruang agar anak belajar mandiri.
- Menurutnya, pola asuh yang terlalu mengontrol dapat memengaruhi harga diri, kemandirian, dan kesejahteraan mental anak.
Jakarta: Orang tua umumnya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Namun orang tua juga harus tahu bahwa ketika anak mulai beranjak dewasa, cara memberikan perlindungan pun perlu berubah.
Alih-alih terus mengawasi dan menentukan pilihan anak, orang tua sebaiknya mulai memberikan kepercayaan dan ruang untuk mandiri. Pendekatan tersebut dapat membantu anak belajar mengambil keputusan sekaligus bertanggung jawab atas pilihannya.
Seorang konselor dan terapis keluarga, Archana Singhal, menjelaskan bahwa orang tua yang terus mengendalikan anak ketika sudah beranjak dewasa justru akan memengaruhi harga diri, kemandirian, dan kesejahteraan mental mereka.
Menurutnya, ketika orang tua selalu mengambil setiap keputusan dalam hidup anak yang sudah dewasa, mereka berpotensi merasa cemas, tidak mampu mengambil keputusan, atau takut membuat keputusan hidup yang ‘salah’.
“Menjadi orang tua yang baik pada masa ini berarti memberikan arahan dan pendampingan, bukan kontrol,” ujarnya, dikutip dari Hindustan Times, Minggu, 23 Agustus 2026.
Archana pun membagikan lima hal yang sebaiknya mulai dihentikan orang tua secara bertahap setelah anak beranjak dewasa. Berikut ini daftarnya:
Hindari meremehkan atau menyalahkan anak. Berikan waktu dan ruang agar mereka memahami tindakan serta menerima konsekuensinya.
Orang tua sebaiknya menghormati privasi anak yang sudah dewasa sambil tetap menjaga komunikasi terbuka.
Sebaiknya, fokuslah pada perkembangan pribadi mereka dan sejauh mana mereka telah bertumbuh.
Pernyataan seperti, “Kamu akan mengecewakan kami kalau mengambil pekerjaan itu,” dapat membuat anak merasa bersalah karena memilih sesuatu yang menurut mereka tepat. Tekanan semacam ini juga dapat menimbulkan ketegangan dalam keluarga.
Semoga bermanfaat!
(PRI)
Alih-alih terus mengawasi dan menentukan pilihan anak, orang tua sebaiknya mulai memberikan kepercayaan dan ruang untuk mandiri. Pendekatan tersebut dapat membantu anak belajar mengambil keputusan sekaligus bertanggung jawab atas pilihannya.
Seorang konselor dan terapis keluarga, Archana Singhal, menjelaskan bahwa orang tua yang terus mengendalikan anak ketika sudah beranjak dewasa justru akan memengaruhi harga diri, kemandirian, dan kesejahteraan mental mereka.
| Baca juga: Hamil Kembar Itu Hoki atau Genetik? Yuk, Intip Faktor Penentunya! |
Menurutnya, ketika orang tua selalu mengambil setiap keputusan dalam hidup anak yang sudah dewasa, mereka berpotensi merasa cemas, tidak mampu mengambil keputusan, atau takut membuat keputusan hidup yang ‘salah’.
“Menjadi orang tua yang baik pada masa ini berarti memberikan arahan dan pendampingan, bukan kontrol,” ujarnya, dikutip dari Hindustan Times, Minggu, 23 Agustus 2026.
Archana pun membagikan lima hal yang sebaiknya mulai dihentikan orang tua secara bertahap setelah anak beranjak dewasa. Berikut ini daftarnya:
1. Berhenti Ambil Semua Keputusan
Orang tua sebaiknya tidak mengambil semua keputusan terkait pendidikan, karier, pernikahan, pertemanan, dan masa depan anak. Orang tua bisa memberikan arahan dan nasihat, tetapi keputusan akhir sebaiknya berada di tangan anak yang sudah dewasa.| Baca juga: Survei IWG: 7 dari 10 Orang Tua Stres Saat Libur Sekolah, Kerja Fleksibel Jadi Solusi |
2. Jangan Anggap Setiap Kesalahan sebagai Kegagalan
Anak yang sudah dewasa berhak melakukan kesalahan dan belajar dari pengalaman tersebut. Alih-alih langsung turun tangan untuk menyelesaikan masalah, orang tua dapat bertanya, “Menurutmu, apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaikinya?”Hindari meremehkan atau menyalahkan anak. Berikan waktu dan ruang agar mereka memahami tindakan serta menerima konsekuensinya.
3. Berhenti Mengintip Kehidupan Anak
Setiap anak memiliki hak atas batasan dan privasi pribadi. Terus-menerus memantau keberadaan, keuangan, pesan, atau aktivitas media sosial mereka dapat menunjukkan kurangnya kepercayaan.Orang tua sebaiknya menghormati privasi anak yang sudah dewasa sambil tetap menjaga komunikasi terbuka.
| Baca juga: Kakak Adik Sering Ribut? Begini Cara Biar Rumah Gak Kayak Medan Perang! |
4. Berhenti Membandingkan Anak
Jangan membandingkan anak yang sudah dewasa dengan saudara, sepupu, teman keluarga, atau siapapun. Hal tersebut dapat memengaruhi harga diri dan membuat mereka merasa tidak cukup baik atau lebih rendah dari orang lain.Sebaiknya, fokuslah pada perkembangan pribadi mereka dan sejauh mana mereka telah bertumbuh.
5. Jangan Buat Anak Merasa Bersalah atas Pilihannya
Orang tua sebaiknya tidak menekan anak yang sudah dewasa untuk mengambil keputusan yang sebenarnya membuat mereka tidak nyaman.Pernyataan seperti, “Kamu akan mengecewakan kami kalau mengambil pekerjaan itu,” dapat membuat anak merasa bersalah karena memilih sesuatu yang menurut mereka tepat. Tekanan semacam ini juga dapat menimbulkan ketegangan dalam keluarga.
Semoga bermanfaat!
(PRI)