FAMILY
Anti Bokek Setelah Lebaran, Ini Strategi Atur THR Biar Aman
A. Firdaus
Rabu 04 Maret 2026 / 16:15
- THR bukan gaji bulanan yang rutin datang.
- THR bukan cuma soal bikin Lebaran meriah.
- Sisihkan sebagian THR untuk dana darurat.
Jakarta: Fakta menariknya, banyak orang merasa THR (Tunjangan Hari Raya) selalu cepat habis. Padahal, menurut pakar keuangan, masalahnya sering bukan karena nominalnya kurang, melainkan karena tidak ada rencana sejak awal.
THR itu unik. Ia bukan gaji bulanan yang rutin datang, melainkan pemasukan ekstra yang hadir setahun sekali. Justru karena sifatnya 'bonus', uang ini sering langsung habis untuk belanja impulsif, hampers, mudik, atau traktiran tanpa perhitungan matang.
Padahal, kalau dikelola dengan strategi sederhana, THR bisa jadi momen memperbaiki kondisi finansial keluarga.
Berikut pembagian yang bisa kamu terapkan supaya saldo tetap aman setelah Lebaran.
Langkah pertama bukan belanja, tapi menyelesaikan kewajiban. Zakat fitrah (sekitar Rp50.000 per jiwa), sedekah, atau membantu keluarga sebaiknya jadi prioritas.
Selain bernilai ibadah, langkah ini juga membantu kamu lebih mindful dalam membelanjakan sisanya.
Paylater dan kartu kredit memang terasa ringan, tapi kalau dibiarkan bisa menumpuk diam-diam. Menggunakan sebagian THR untuk melunasi atau mengurangi cicilan bisa bikin kondisi keuangan jauh lebih lega setelah Lebaran.
Bonusnya? Pikiran jadi lebih tenang.
Mudik, baju baru, angpao, makanan khas, semuanya sah dan wajar karena Lebaran adalah momen kebersamaan.
Kuncinya bukan menghindari pengeluaran, tapi membuat batas anggaran. Dengan angka yang jelas, kamu tetap bisa merayakan tanpa over budget.
Ini yang sering dilewatkan. Sisihkan sebagian THR untuk dana darurat atau instrumen likuid seperti emas, tabungan syariah, atau reksa dana pasar uang syariah.
Dana ini penting banget untuk kebutuhan tak terduga setelah Lebaran, seperti biaya kesehatan atau pengeluaran mendadak lainnya.
Trivia penting: tabungan bisa habis dalam satu kejadian besar, seperti sakit atau kecelakaan serius. Banyak keluarga rajin menabung, tapi lupa melengkapi dengan perlindungan finansial.
Di sinilah perencanaan jadi lengkap. Salah satu opsi perlindungan berbasis syariah di Indonesia adalah Sun Life Syariah, yang mengusung prinsip tolong-menolong (tabarru’). Konsepnya, peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah.
Intinya, THR bukan cuma soal bikin Lebaran meriah. Tapi juga tentang memastikan kondisi finansial tetap stabil setelahnya.
Karena datang setahun sekali, THR sebenarnya adalah momen langka untuk memperkuat struktur keuangan keluarga.
Dengan membaginya untuk:
- Kewajiban agama
- Mengurangi utang
- Kebutuhan Lebaran
- Dana darurat
- Perlindungan finansial
Kamu bukan cuma merayakan Idulfitri dengan suka cita, tapi juga menyiapkan masa depan yang lebih tenang. Jadi, tahun ini THR kamu mau “numpang lewat” lagi, atau benar-benar jadi game changer buat keuanganmu?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
THR itu unik. Ia bukan gaji bulanan yang rutin datang, melainkan pemasukan ekstra yang hadir setahun sekali. Justru karena sifatnya 'bonus', uang ini sering langsung habis untuk belanja impulsif, hampers, mudik, atau traktiran tanpa perhitungan matang.
Padahal, kalau dikelola dengan strategi sederhana, THR bisa jadi momen memperbaiki kondisi finansial keluarga.
Berikut pembagian yang bisa kamu terapkan supaya saldo tetap aman setelah Lebaran.
1. Sisihkan untuk Kewajiban & Berbagi (10–15%)
Langkah pertama bukan belanja, tapi menyelesaikan kewajiban. Zakat fitrah (sekitar Rp50.000 per jiwa), sedekah, atau membantu keluarga sebaiknya jadi prioritas.
Selain bernilai ibadah, langkah ini juga membantu kamu lebih mindful dalam membelanjakan sisanya.
2. Kurangi Beban Utang (10–20%)
Paylater dan kartu kredit memang terasa ringan, tapi kalau dibiarkan bisa menumpuk diam-diam. Menggunakan sebagian THR untuk melunasi atau mengurangi cicilan bisa bikin kondisi keuangan jauh lebih lega setelah Lebaran.
Bonusnya? Pikiran jadi lebih tenang.
3. Anggaran Khusus Lebaran (40–50%)
Mudik, baju baru, angpao, makanan khas, semuanya sah dan wajar karena Lebaran adalah momen kebersamaan.
Kuncinya bukan menghindari pengeluaran, tapi membuat batas anggaran. Dengan angka yang jelas, kamu tetap bisa merayakan tanpa over budget.
4. Dana Darurat & Tabungan (10–20%)
Ini yang sering dilewatkan. Sisihkan sebagian THR untuk dana darurat atau instrumen likuid seperti emas, tabungan syariah, atau reksa dana pasar uang syariah.
Dana ini penting banget untuk kebutuhan tak terduga setelah Lebaran, seperti biaya kesehatan atau pengeluaran mendadak lainnya.
5. Jangan Lupa Proteksi Keuangan
Trivia penting: tabungan bisa habis dalam satu kejadian besar, seperti sakit atau kecelakaan serius. Banyak keluarga rajin menabung, tapi lupa melengkapi dengan perlindungan finansial.
Di sinilah perencanaan jadi lengkap. Salah satu opsi perlindungan berbasis syariah di Indonesia adalah Sun Life Syariah, yang mengusung prinsip tolong-menolong (tabarru’). Konsepnya, peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah.
Intinya, THR bukan cuma soal bikin Lebaran meriah. Tapi juga tentang memastikan kondisi finansial tetap stabil setelahnya.
THR Itu Kesempatan, Bukan Sekadar Bonus
Karena datang setahun sekali, THR sebenarnya adalah momen langka untuk memperkuat struktur keuangan keluarga.
Dengan membaginya untuk:
- Kewajiban agama
- Mengurangi utang
- Kebutuhan Lebaran
- Dana darurat
- Perlindungan finansial
Kamu bukan cuma merayakan Idulfitri dengan suka cita, tapi juga menyiapkan masa depan yang lebih tenang. Jadi, tahun ini THR kamu mau “numpang lewat” lagi, atau benar-benar jadi game changer buat keuanganmu?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)