FAMILY

Sekolah Zaman Now: Akademik Jalan, Karakter Dikuatin

A. Firdaus
Jumat 13 Februari 2026 / 13:15
Ringkasnya gini..
  • Peresmian Gedung Pendidikan Ibnu Abbas BSD pun menjadi pengingat .
  • Guru bukan hanya pengajar, melainkan figur.
  • Benyamin juga menyinggung kasus pelecehan.
Tangerang Selatan: Senin pagi (09/02/2026) menjadi momen penuh makna bagi dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Di tengah kawasan BSD, Serpong, Gedung Pendidikan Ibnu Abbas diresmikan oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Lebih dari sekadar bangunan fisik, kehadiran gedung ini membawa harapan baru tentang bagaimana anak-anak tumbuh dan berkembang di tengah derasnya arus perubahan zaman. Di era disrupsi digital, ruang pendidikan dituntut bukan hanya mencetak anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosi, beradab dalam perilaku, dan kuat dalam karakter.

Benyamin Davnie mengapresiasi konsistensi Yayasan Ibnu Abbas dalam mengambil peran strategis membangun pendidikan yang utuh. Menurutnya, gedung ini menjadi simbol keseriusan membentuk generasi yang berilmu sekaligus berakhlak.

“Peresmian gedung ini merupakan wujud nyata giat bersama dalam mempercepat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di Kota Tangerang Selatan,” ujar Benyamin.

Pesan tersebut menegaskan bahwa tumbuh kembang anak tidak bisa dilepaskan dari lingkungan belajar yang sehat. Anak-anak belajar bukan hanya dari buku dan papan tulis, tetapi juga dari teladan, rasa aman, serta nilai-nilai yang hidup di sekelilingnya.

Dalam kesempatan itu, Benyamin juga menyinggung kasus pelecehan terhadap murid sekolah dasar yang sempat terjadi di Tangsel dan kini tengah diproses secara hukum. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan anak tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga soal perlindungan, adab, dan pengawasan yang berkelanjutan.

Menurutnya, jumlah guru di Tangerang Selatan yang besar harus diimbangi dengan pembinaan yang konsisten. Guru bukan hanya pengajar, melainkan figur yang membentuk kepribadian anak melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

“Selain membina murid, guru juga perlu bimbingan dan pengawasan yang intensif. Pendidikan adab, perilaku, dan nilai agama harus terus diperkuat untuk mengimbangi pendidikan intelektual anak-anak kita,” tegasnya.

Refleksi ini menggarisbawahi bahwa tumbuh kembang anak memerlukan keseimbangan antara kecerdasan berpikir dan kematangan sikap. Pendidikan berbasis nilai agama dan adab dipandang sebagai fondasi penting agar anak-anak tidak mudah tergerus dampak negatif era digital.

Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh warga negara. Ia mengingatkan dua pesan penting dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas): pemenuhan hak pendidikan untuk semua dan jaminan mutu layanan pendidikan.

“Pelayanan pendidikan yang diberikan itu harus bermutu, berkualitas, bukan asal-asalan,” ujarnya.

Mu’ti menjelaskan bahwa upaya mencerdaskan anak bangsa tidak hanya bertumpu pada jalur sekolah formal, tetapi juga melalui pendidikan informal dan nonformal. Hal ini penting, mengingat masih adanya tantangan angka tidak sekolah dan putus sekolah, terutama pada transisi dari jenjang SMP ke SMA.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh dimaknai sebatas schooling, melainkan learning—proses belajar yang dapat berlangsung di berbagai ruang kehidupan.

“Tidak semua orang bisa belajar di sekolah formal, dan itu juga amanat Undang-Undang Sisdiknas,” tuturnya.

Peresmian Gedung Pendidikan Ibnu Abbas BSD pun menjadi pengingat bahwa mendidik anak adalah kerja kolektif. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang saling terkait dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak.

Di tengah perubahan zaman yang cepat, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar kecakapan akademik. Mereka memerlukan keteguhan nilai, adab yang tertanam sejak dini, serta lingkungan yang aman dan suportif. Gedung baru ini diharapkan menjadi ruang tumbuh yang tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga membentuk pribadi-pribadi yang santun, tangguh, dan berdaya saing.

Karena pada akhirnya, pendidikan terbaik adalah pendidikan yang membantu anak berkembang secara utuh, mengasah pikirannya, menenangkan jiwanya, dan menuntun perilakunya menuju kebaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH