FAMILY
No More Baby Blues! Begini Cara Meredakan Stres saat Menjadi New Mom
Yuni Yuli Yanti
Senin 09 Maret 2026 / 14:42
- Ibu yang baru melahirkan umumnya lebih rentan mengalami stres atau depresi.
- Merasa stres dan kewalahan adalah hal yang wajar dialami setiap new mom.
- Ada beberapa poin penting yang bisa dilakukan untuk meredakan stres pada new mom.
Jakarta: Dibalik perasaan bahagia, ada kelelahan yang tak terukur yang kerap dirasakan seorang ibu baru atau new mom. Kewalahan mengurus bayi baru lahir sering kali menguras energi fisik dan mental.
Ibu yang baru melahirkan umumnya lebih rentan mengalami stres karena kadar hormon yang belum stabil, kurang tidur, serta fisik yang belum pulih usai persalinan.
Bahkan, tak sedikit yang mengalami baby blues, di mana perasaan sedih, cemas, lelah, dan perubahan suasana hati drastis yang dialami ibu baru setelah melahirkan, yang biasanya muncul 2-3 hari pascapersalinan hingga 2 minggu.
Kondisi umum ini (50-80 persen kasus) dipicu perubahan hormon dan kurang tidur, namun akan hilang sendiri tanpa pengobatan khusus.
Sebenarnya, merasa stres dan kewalahan adalah hal yang wajar dialami setiap new mom. Itu bukan berarti Moms gagal dalam menjalani peran sebagai ibu. Kendati demikian, stres sebaiknya ditangani dan tidak dibiarkan berlarut.
Menurut Konsultan Anak dan Remaja, Friska Asta, M.Psi.T, hal pertama yang perlu dilakukan new mom adalah menyadari bahwa kita tidak baik-baik saja. Lalu, katakan pada suami bahwa kita membutuhkan bantuannya.
"Suami harus tahu, kita enngak baik-baik aja. Minimal gantian jaga, gantian makan atau mengganti popok bayi. Yang dirasakan ibu baru itu capek fisik karena jam tidur berubah, harus bangun per-5 atau 10 menit dan itu sangat melelahkan," ujar Friska saat ditemui dalam acara Grand Opening Bebiotic di Sonobebe Babies Superstore Gading Serpong, Minggu (8/3/2026).

(Ki-ka: Friska Asta, M.Psi.T dan Fanny Kondoh (perwakilan Sonobebe) dalam acara Talk show parenting saat Grand Opening Bebiotic di Sonobebe Babies Superstore Gading Serpong. Foto: Dok. Yuni)
Lalu, Friska menambahkan untuk meredakan stres, sebaiknya new mom gabung dengan beberapa komunitas yang anggotanya pun para new mom. Berbicara dengan orang lain yang 'senasib' dalam hal ini ibu baru juga, bisa jadi salah satu cara menyalurkan perasaan.
Pun bergabung di komunitas orang tua untuk sekadar berbagi cerita atau bertukar pengetahuan dengan ibu-ibu lainnya, bisa menjadi solusi meredakan stres seorang new mom. Pasalnya, koneksi yang terbangun dapat menjadi support system dalam menjalani peran Bunda sebagai orang tua.
Terakhir, jika ketiga cara sudah dilakukan dan masih merasa stres, depresi, atau kelelahan, sebaiknya Moms meminta bantuan seorang profesional.
Adanya ruang diskusi dengan ahli juga memberikan kesempatan bagi Moms untuk bertanya mengenai kendala dalam mengurus si buah hati.
"Jadi, benar-benar semuanya itu komprehensif. Moms harus fokus dulu, kita pahami perasaan kita dulu, lalu minta bantuan suami, cari dukungan, dan yang terakhir adalah cari bantuan profesional," pungkas Friska.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Ibu yang baru melahirkan umumnya lebih rentan mengalami stres karena kadar hormon yang belum stabil, kurang tidur, serta fisik yang belum pulih usai persalinan.
Bahkan, tak sedikit yang mengalami baby blues, di mana perasaan sedih, cemas, lelah, dan perubahan suasana hati drastis yang dialami ibu baru setelah melahirkan, yang biasanya muncul 2-3 hari pascapersalinan hingga 2 minggu.
Kondisi umum ini (50-80 persen kasus) dipicu perubahan hormon dan kurang tidur, namun akan hilang sendiri tanpa pengobatan khusus.
Sebenarnya, merasa stres dan kewalahan adalah hal yang wajar dialami setiap new mom. Itu bukan berarti Moms gagal dalam menjalani peran sebagai ibu. Kendati demikian, stres sebaiknya ditangani dan tidak dibiarkan berlarut.
Menurut Konsultan Anak dan Remaja, Friska Asta, M.Psi.T, hal pertama yang perlu dilakukan new mom adalah menyadari bahwa kita tidak baik-baik saja. Lalu, katakan pada suami bahwa kita membutuhkan bantuannya.
"Suami harus tahu, kita enngak baik-baik aja. Minimal gantian jaga, gantian makan atau mengganti popok bayi. Yang dirasakan ibu baru itu capek fisik karena jam tidur berubah, harus bangun per-5 atau 10 menit dan itu sangat melelahkan," ujar Friska saat ditemui dalam acara Grand Opening Bebiotic di Sonobebe Babies Superstore Gading Serpong, Minggu (8/3/2026).

(Ki-ka: Friska Asta, M.Psi.T dan Fanny Kondoh (perwakilan Sonobebe) dalam acara Talk show parenting saat Grand Opening Bebiotic di Sonobebe Babies Superstore Gading Serpong. Foto: Dok. Yuni)
Lalu, Friska menambahkan untuk meredakan stres, sebaiknya new mom gabung dengan beberapa komunitas yang anggotanya pun para new mom. Berbicara dengan orang lain yang 'senasib' dalam hal ini ibu baru juga, bisa jadi salah satu cara menyalurkan perasaan.
Pun bergabung di komunitas orang tua untuk sekadar berbagi cerita atau bertukar pengetahuan dengan ibu-ibu lainnya, bisa menjadi solusi meredakan stres seorang new mom. Pasalnya, koneksi yang terbangun dapat menjadi support system dalam menjalani peran Bunda sebagai orang tua.
Terakhir, jika ketiga cara sudah dilakukan dan masih merasa stres, depresi, atau kelelahan, sebaiknya Moms meminta bantuan seorang profesional.
Adanya ruang diskusi dengan ahli juga memberikan kesempatan bagi Moms untuk bertanya mengenai kendala dalam mengurus si buah hati.
"Jadi, benar-benar semuanya itu komprehensif. Moms harus fokus dulu, kita pahami perasaan kita dulu, lalu minta bantuan suami, cari dukungan, dan yang terakhir adalah cari bantuan profesional," pungkas Friska.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)