Jakarta: Ketika mandi, penting sekali untuk menggunakan handuk yang bersih. Handuk yang kotor, justru bisa menjadi tempat berkembang biak kuman dan bakteri. Akan tetapi, membersihkan dan mengeringkan handuk secara tidak benar dapat menyebabkan perubahan warna, perubahan tekstur, dan bau.
Untuk mencegah hal tersebut terjadi, dikutip dari Real Simple sebaiknya hindari kesalahan-kesalahan dalam mencuci handuk seperti berikut:
Handuk mandi digunakan pada bagian paling intim dari tubuh kita dan dapat menjebak kotoran dan bakteri tubuh. Untuk menghilangkan minyak tubuh dan kotoran, kamu memerlukan detergen.
Luangkan waktu untuk membaca label untuk memastikan bahwa detergen yang kamu gunakan memiliki beberapa enzim (protease, amilase, selulase) dalam daftar bahan. Enzim tersebut akan memecah minyak dan noda sehingga dapat dibersihkan dengan air cucian.
.jpg)
(Untuk handuk mandi yang digunakan sendiri, sebaiknya ganti setiap tiga hari atau dua kali seminggu. Setiap kali selesai digunakan, jemur handuk mandi yang lembap hingga kering. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Uniknya, Mary Marlowe Leverette dalam Realsimpel mengatakan menambahkan pelembut kain ketika pembilasan akan menjebak kotoran di dalam serat, sehingga handuk menjadi kotor. Wewangian pelembut kain tercium sebentar, dan residunya juga menjebak bakteri penyebab bau yang muncul kembali saat handuk basah.
Pelembut kain juga melapisi serat, menyebabkan handuk menjadi kurang menyerap. Alih-alih pelembut kain, gunakan satu cangkir cuka putih ketika membilas. Cuka memotong residu detergen yang tersisa di serat, sehingga akan terbilas dan tetap membuat serat kain tetap lembut.
Meskipun mencuci dengan air dingin menjadi pilihan yang ramah lingkungan, ada baiknya menambahkan air panas untuk handuk mandi setidaknya setiap bulan. Terutama jika kamu menggunakan detergen yang kurang efektif. Air panas membantu mengurai sisa-sisa kotoran dan detergen sehingga terbilas dengan baik.
Ketika handuk putih dilemparkan ke dalam mesin cuci dengan jin biru dan T-shirt merah, kemungkinan besar handuk itu akan menyerap sebagian pewarna yang dilepaskan dalam air cucian dari kain berwarna-warni.
Kamu akan mendapatkan handuk yang lebih putih dan cerah jika memilih pakaian berdasarkan warnanya terlebih dahulu dan tidak membebani mesin cuci. Jika kamu menggunakan handuk microfiber, jangan mencucinya dengan kain katun, karena microfiber menarik serat yang dapat membuat warna kusam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Untuk mencegah hal tersebut terjadi, dikutip dari Real Simple sebaiknya hindari kesalahan-kesalahan dalam mencuci handuk seperti berikut:
Memilih detergen yang salah
Handuk mandi digunakan pada bagian paling intim dari tubuh kita dan dapat menjebak kotoran dan bakteri tubuh. Untuk menghilangkan minyak tubuh dan kotoran, kamu memerlukan detergen.
Luangkan waktu untuk membaca label untuk memastikan bahwa detergen yang kamu gunakan memiliki beberapa enzim (protease, amilase, selulase) dalam daftar bahan. Enzim tersebut akan memecah minyak dan noda sehingga dapat dibersihkan dengan air cucian.
.jpg)
(Untuk handuk mandi yang digunakan sendiri, sebaiknya ganti setiap tiga hari atau dua kali seminggu. Setiap kali selesai digunakan, jemur handuk mandi yang lembap hingga kering. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Menggunakan pelembut kain
Uniknya, Mary Marlowe Leverette dalam Realsimpel mengatakan menambahkan pelembut kain ketika pembilasan akan menjebak kotoran di dalam serat, sehingga handuk menjadi kotor. Wewangian pelembut kain tercium sebentar, dan residunya juga menjebak bakteri penyebab bau yang muncul kembali saat handuk basah.
Pelembut kain juga melapisi serat, menyebabkan handuk menjadi kurang menyerap. Alih-alih pelembut kain, gunakan satu cangkir cuka putih ketika membilas. Cuka memotong residu detergen yang tersisa di serat, sehingga akan terbilas dan tetap membuat serat kain tetap lembut.
Selalu menggunakan dengan air dingin
Meskipun mencuci dengan air dingin menjadi pilihan yang ramah lingkungan, ada baiknya menambahkan air panas untuk handuk mandi setidaknya setiap bulan. Terutama jika kamu menggunakan detergen yang kurang efektif. Air panas membantu mengurai sisa-sisa kotoran dan detergen sehingga terbilas dengan baik.
Mencampurkan handuk dengan pakaian lain
Ketika handuk putih dilemparkan ke dalam mesin cuci dengan jin biru dan T-shirt merah, kemungkinan besar handuk itu akan menyerap sebagian pewarna yang dilepaskan dalam air cucian dari kain berwarna-warni.
Kamu akan mendapatkan handuk yang lebih putih dan cerah jika memilih pakaian berdasarkan warnanya terlebih dahulu dan tidak membebani mesin cuci. Jika kamu menggunakan handuk microfiber, jangan mencucinya dengan kain katun, karena microfiber menarik serat yang dapat membuat warna kusam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)