Jakarta: Apa pun yang terbaik bagi si kecil, pasti orang tua lakukan. Termasuk juga dalam hal membeli mainan. Sebelum membeli mainan si kecil, jangan tergoda dulu dengan diskon.
Sebelum kamu membeli sebuah mainan untuk si kecil, periksalah apakah mainan itu sesuai bagi usia si kecil, dan apakah cukup aman baginya.
Berikut ini adalah tips sebelum membeli mainan dari Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, MA, Ph.D, yang merupakan seorang psychoanalyst, graphologist, sexologist, serta marriage & family therapist.
Perhatikan betul-betul label “recommeded age” sebagai pedoman. Biasanya berupa angka yang ditulis besar dan tebal, seperti “3+” yang artinya cocok untuk anak berumur tiga tahun atau lebih.
Itu juga berarti, tidak cocok dan bisa berbahaya untuk anak-anak yang umurnya belum tiga tahun. Mainan yang belum cocok usianya bisa jadi tertelan pada anak yang masih suka mengisap jari atau mainan.
Hindari mainan apa saja yang ujung-ujung tajam, runcing dan lancip.
Jika membeli boneka (manusia, hewan), periksalah mata, hidung, ekor, kaki dan tangannya. Apakah ada bagian yang kasar dan keras? Apakah cukup kencang sehingga tidak bisa ditarik lepas oleh anak-anak.
Jika membeli mainan yang ukurannya agak besar, pastikan pula bahwa bagian-bagiannya tidak berukuran terlalu kecil misalnya roda-roda mobil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Sebelum kamu membeli sebuah mainan untuk si kecil, periksalah apakah mainan itu sesuai bagi usia si kecil, dan apakah cukup aman baginya.
Berikut ini adalah tips sebelum membeli mainan dari Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, MA, Ph.D, yang merupakan seorang psychoanalyst, graphologist, sexologist, serta marriage & family therapist.
1. Label usia
Perhatikan betul-betul label “recommeded age” sebagai pedoman. Biasanya berupa angka yang ditulis besar dan tebal, seperti “3+” yang artinya cocok untuk anak berumur tiga tahun atau lebih.
Itu juga berarti, tidak cocok dan bisa berbahaya untuk anak-anak yang umurnya belum tiga tahun. Mainan yang belum cocok usianya bisa jadi tertelan pada anak yang masih suka mengisap jari atau mainan.
2. Hindari mainan yang runcing
Hindari mainan apa saja yang ujung-ujung tajam, runcing dan lancip.
3. Periksa bahan mainan
Jika membeli boneka (manusia, hewan), periksalah mata, hidung, ekor, kaki dan tangannya. Apakah ada bagian yang kasar dan keras? Apakah cukup kencang sehingga tidak bisa ditarik lepas oleh anak-anak.
4. Periksa detail bagian mainan
Jika membeli mainan yang ukurannya agak besar, pastikan pula bahwa bagian-bagiannya tidak berukuran terlalu kecil misalnya roda-roda mobil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)