EXTERIOR

Sydney Berambisi Miliki Bangunan Kayu Tertinggi di Dunia

Gervin Nathaniel Purba
Jumat 03 Juli 2020 / 08:04

Jakarta: Sydney ingin menjadi sebuah kota yang memiliki bangunan kayu hibrida tertinggi di dunia. Keinginan tersebut dapat terwujud jika sebuah proyek baru membuahkan hasil.

Studio desain BVN dan SHoP Architects yang berbasis di New York telah ditugaskan untuk membangun kantor pusat baru untuk perusahaan perangkat lunak Atlassian. Bangunan tersebut akan dibangun menggunakan kayu, baja, dan kaca.

Bangunan ini rencananya akan memiliki 40 lantai dan menampilkan ventilasi alami serta teras yang ditanami tumbuhan besar.

Konstruksi hibrida dapat menggunakan karbon terwujud 50 persen lebih sedikit daripada teknik konvensional. Selain itu, bangunan ini menggunakan energi 50 persen lebih sedikit daripada bangunan konvensional.

Ini juga akan menampilkan panel surya dan beroperasi pada energi terbarukan 100 persen sejak hari pertama dibuka.

"Atlassian memiliki pandangan yang kuat pada masa depan, proyek ini akan mencapai sejumlah pengalaman pertama secara global dan di Australia," ujar co-CEO BVN Ninotschka Titchkosky, dikutip dari CNN.

embed

(Bangunan ini rencananya akan memiliki 40 lantai dan menampilkan ventilasi alami serta teras yang ditanami tumbuhan besar. Foto: Dok. Cnn.com)

Titchkosky mengatakan proyek pembangunan kayu hibrida ini diharapkan dapat mengangkat ambisi lingkungan buatan di seluruh Australia. Bangunan akan menggunakan teknik yang dikenal sebagai Mass Timber Construction (MTC), yang melibatkan kerangka baja mendukung sisa struktur.

"MTC adalah salah satu teknologi paling penuh harapan dalam menggerakkan industri konstruksi ke arah solusi nyata untuk krisis iklim global," kata Titchkosky.

Struktur yang direncanakan akan menggabungkan fasad yang ada dari gudang paket lama yang saat ini menampung asrama pemuda YHA.

Bangunan itu akan berdiri di kantor teknologi di Stasiun Pusat Sydney dan dapat diselesaikan pada 2025. Sebagai bagian dari regenerasi yang direncanakan dari area yang dapat menyediakan ruang kerja bagi sekitar 25 ribu karyawan, dengan 4 ribu di gedung Atlassian saja.

Di satu sisi, Atlassian juga optimisti dapat menghadapi pola perubahan kerja akibat pandemi covid-19. 

embed

(Bangunan tersebut akan dibangun menggunakan kayu, baja, dan kaca. Foto: Dok. Cnn.com)

"Ruang yang kita bangun akan sangat berkelanjutan dan sangat fleksibel. Itu akan dibangun untuk pekerjaan masa depan, untuk dunia besok, bukan hari ini," Co-founder dan co-CEO Atlassian Scott Farquhar.

Aplikasi pengembangan akan diajukan dalam beberapa bulan ke depan, dengan konstruksi yang akan dimulai tahun depan jika disetujui.

Sebagai informasi, bangunan kayu tertinggi di dunia saat ini adalah menara 18 lantai di kota Brumunddal, Norwegia. Menara Mjøstårnet setinggi 280 kaki menjadi bangunan kayu tertinggi di dunia ketika dibuka pada 2019.

Ada semakin banyak bukti bahwa kayu dapat memberikan alternatif berkelanjutan untuk beton dan baja. Banyak kayu baru bertingkat tinggi akan dibuka atau dibuka pada tahun 2020.


(yyy)

MOST SEARCH