Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf Perluas Pengalaman Ekslusif
- Memilih buku kini tidak hanya soal menemukan bacaan yang menarik, tetapi juga mencari koleksi yang sesuai.
- Pada tahun ini, BBW menghadirkan beragam koleksi dalam perayaan satu dekade kehadirannya di Indonesia.
- Pameran ini berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026.
Jakarta: Memilih buku kini tidak hanya soal menemukan bacaan yang menarik, tetapi juga mencari koleksi yang sesuai. Nah, ada yang menarik di Big Bad Wolf Books Indonesia atau BBW, nih!
Pada tahun ini, BBW menghadirkan beragam koleksi dalam perayaan satu dekade kehadirannya di Indonesia. Melalui Bazar Buku Internasional BBW 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, BBW tidak hanya memperluas pilihan bacaan, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra internasional.
Baca Juga :
Buku Langka Inggris Hadir di Big Bad Wolf
Pameran yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 ini menghadirkan jutaan buku dengan berbagai kategori. Menariknya, pilihan yang tersedia tidak hanya menyasar pembaca umum, tetapi juga keluarga yang mencari buku edukasi anak hingga kolektor yang tertarik pada buku edisi terbatas.
Menurut Andrew Yap selaku Founder Big Bad Wolf, jumlah buku yang tersedia pada pameran ini adalah lebih dari 3 juta. Buku-buku ini tersedia dalam bahasa Inggris dan Indonesia.
"Sepuluh tahun terakhir menjadi peejalanan yang luar biasa bagi Big Bad Wolf Books di Indonesia. Dari awal kami datang dengan harapan sederhana untuk membuat buku lebih mudah diakses," jelas Andrew kepada tim Medcom.id saat pembukaan BBW, Rabu, 28 Oktober 2026.

Kebutuhan terhadap buku anak menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan koleksi BBW. Buku edukasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana belajar, tetapi juga dapat membantu anak mengenal berbagai hal melalui cerita, ilustrasi, dan pengalaman membaca yang menyenangkan.
Untuk memperluas pilihan bacaan keluarga, BBW menghadirkan kolaborasi dengan Little Umma, seri buku anak internasional yang memperkenalkan nilai-nilai kebaikan dan adab berdasarkan ajaran Islam.
Kehadiran Little Umma memperlihatkan bagaimana pilihan buku anak dapat dikembangkan melampaui materi pembelajaran konvensional. Cerita sehari-hari menjadi media untuk mengenalkan kebiasaan baik dan membangun karakter anak secara bertahap.
Dengan menghadirkan kategori tersebut, BBW memperluas pilihan bagi keluarga yang ingin menjadikan buku sebagai bagian dari aktivitas belajar dan perkembangan anak.
Golsboro turut hadir dalam koleksi ekslusif pengunjung
Selain memperkuat pilihan buku edukasi anak, BBW juga memperluas segmen pengunjung melalui kolaborasi dengan Goldsboro Books, toko buku independen asal London yang dikenal dengan koleksi buku edisi pertama bertanda tangan penulis dan berbagai edisi eksklusif.

Kolaborasi ini menjadi salah satu pembeda dalam penyelenggaraan BBW tahun ini. Jika selama ini bazar buku identik dengan aktivitas mencari bacaan, kehadiran Goldsboro Books memperkenalkan pengalaman lain, yakni menjelajahi buku sebagai barang koleksi.
Goldsboro Books menghadirkan tiga kategori utama, yaitu Signed First Editions, Exclusive Editions, serta Limited and Collectible Editions.
Masing-masing kategori memiliki karakteristik tersendiri. Buku edisi pertama bertanda tangan penulis menawarkan keistimewaan melalui tanda tangan asli, sementara edisi eksklusif dan terbatas memiliki detail produksi yang membedakannya dari buku reguler.
Beberapa keunikan tersebut antara lain dekorasi pada tepian halaman, sentuhan gold foiling, penjilidan khusus, hingga edisi bernomor dengan jumlah produksi terbatas.
Goldsboro Books sendiri didirikan pada 1999 dan dikenal melalui kurasi buku premium serta koleksi yang memiliki karakteristik khusus. Melalui kerja sama dengan BBW, pilihan buku tersebut kini diperkenalkan kepada pembaca dan kolektor di Indonesia.
David Headley menjelaskan bahwa bisnis Goldsboro berangkat dari kecintaan terhadap buku edisi pertama bertanda tangan dan karya penerbitan berkualitas.
Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkenalkan budaya mengoleksi buku kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan begitu, pengunjung dapat mengenal bahwa daya tarik sebuah buku tidak hanya terletak pada isi cerita, tetapi juga sejarah penerbitan, desain, dan karakteristik edisinya.
(TIN)