COMMUNITY
Gubernur Pramono Anung Baru Aja Resmikan Urban Knowledge Hub, Jakarta OTW Kota Global!
Yatin Suleha
Senin 08 Juni 2026 / 19:18
- Gubernur Pramono Anung baru aja ngerilis Urban Knowledge Hub di Gedung Nyi Ageng Serang.
- Menurut Pramono, Jakarta sekarang udah mengantongi tiga pilar penting biar makin diakui di kancah dunia.
- Yaitu Jakarta Future Festival, Jakarta Urban Knowledge Hub, dan Jakarta Innovation Day. Fix, Jakarta understood the assignment!
Jakarta: Jakarta OTW jadi kota global nih! Gubernur Pramono Anung baru aja ngerilis Urban Knowledge Hub di Gedung Nyi Ageng Serang, Jaksel hari ini.
Tempat ini bakal jadi pusat data, riset, dan bukti ilmiah yang bikin Jakarta makin pinter dan modern.
Menurut Pramono, Jakarta sekarang udah mengantongi tiga pilar penting biar makin diakui di kancah dunia, yaitu Jakarta Future Festival, Jakarta Urban Knowledge Hub, dan Jakarta Innovation Day. Fix, Jakarta understood the assignment!
"Mudah-mudahan itu akan membuat Jakarta yang secara sungguh-sungguh ingin indeks global city-nya naik menjadi top 50 dan mudah-mudahan suatu hari akan menjadi top 20," ujar Pramono.
Pram, sapaan akrabnya menyampaikan, kehadiran Urban Knowledge Hub akan mengubah paradigma pembangunan Jakarta. Ke depan, perencanaan kota tidak akan hanya mengandalkan akal sehat, namun juga menggunakan data ilmiah dan teknologi.
Ia mencontohkan sejumlah keputusan yang diambil menggunakan pendekatan ilmiah dan data, seperti di sektor transportasi, pembangunan PLTSa, serta tata ruang kota.
"Semuanya dilakukan secara science, data, ilmiah, dan itulah yang membedakan pembangunan yang terencana maupun pembangunan yang hanya berkembang sesuai dengan tingkat hunian yang makin padat yang ada di masyarakat," jelasnya.
Sementara, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan juga industri dalam membangun Jakarta dengan menggunakan data ilmiah dan teknologi.
(Jakarta Urban Knowledge Hub menjadi rumah kolaborasi terbuka yang mempertemukan pemerintah, akademisi, swasta, hingga komunitas. Foto: Dok. Instagram Urban Knowledge Hub Jakarta/@ukhubjakarta)
Ia juga mengatakan, saat ini Jakarta berpotensi menjadi magnet bagi civitas akademika internasional yang ingin melanjutkan pendidikan dan melakukan riset.
"Jadi apa yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersama dengan pemerintah daerah bahwa segala kegiatan riset dan pendidikan tinggi ini bisa kita lakukan bersama antara pusat dan daerah yang akan menjadikan Jakarta International Talent Hub," tuturnya.
Menurutnya, potensi Jakarta untuk menjadi International Talent Hub ini pun akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian kota dan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi kesejahteraan perekonomian di suatu kota ini sangat berhubungan dengan kehadiran riset dan universitas yang tentu saja adalah mengumpulkan talent," jelas dia.
Sekadar diketahui, Jakarta Urban Knowledge Hub menjadi rumah kolaborasi terbuka yang mempertemukan pemerintah, akademisi, swasta, hingga komunitas.
Sinergi lintas sektor ini dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai masalah krusial Jakarta, mulai dari perubahan iklim, perumahan, ketahanan kota, transformasi digital, hingga mobilitas perkotaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Tempat ini bakal jadi pusat data, riset, dan bukti ilmiah yang bikin Jakarta makin pinter dan modern.
Menurut Pramono, Jakarta sekarang udah mengantongi tiga pilar penting biar makin diakui di kancah dunia, yaitu Jakarta Future Festival, Jakarta Urban Knowledge Hub, dan Jakarta Innovation Day. Fix, Jakarta understood the assignment!
"Mudah-mudahan itu akan membuat Jakarta yang secara sungguh-sungguh ingin indeks global city-nya naik menjadi top 50 dan mudah-mudahan suatu hari akan menjadi top 20," ujar Pramono.
Pram, sapaan akrabnya menyampaikan, kehadiran Urban Knowledge Hub akan mengubah paradigma pembangunan Jakarta. Ke depan, perencanaan kota tidak akan hanya mengandalkan akal sehat, namun juga menggunakan data ilmiah dan teknologi.
Ia mencontohkan sejumlah keputusan yang diambil menggunakan pendekatan ilmiah dan data, seperti di sektor transportasi, pembangunan PLTSa, serta tata ruang kota.
"Semuanya dilakukan secara science, data, ilmiah, dan itulah yang membedakan pembangunan yang terencana maupun pembangunan yang hanya berkembang sesuai dengan tingkat hunian yang makin padat yang ada di masyarakat," jelasnya.
Sementara, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan juga industri dalam membangun Jakarta dengan menggunakan data ilmiah dan teknologi.
(Jakarta Urban Knowledge Hub menjadi rumah kolaborasi terbuka yang mempertemukan pemerintah, akademisi, swasta, hingga komunitas. Foto: Dok. Instagram Urban Knowledge Hub Jakarta/@ukhubjakarta)
Ia juga mengatakan, saat ini Jakarta berpotensi menjadi magnet bagi civitas akademika internasional yang ingin melanjutkan pendidikan dan melakukan riset.
"Jadi apa yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersama dengan pemerintah daerah bahwa segala kegiatan riset dan pendidikan tinggi ini bisa kita lakukan bersama antara pusat dan daerah yang akan menjadikan Jakarta International Talent Hub," tuturnya.
Menurutnya, potensi Jakarta untuk menjadi International Talent Hub ini pun akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian kota dan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi kesejahteraan perekonomian di suatu kota ini sangat berhubungan dengan kehadiran riset dan universitas yang tentu saja adalah mengumpulkan talent," jelas dia.
Sekadar diketahui, Jakarta Urban Knowledge Hub menjadi rumah kolaborasi terbuka yang mempertemukan pemerintah, akademisi, swasta, hingga komunitas.
Sinergi lintas sektor ini dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai masalah krusial Jakarta, mulai dari perubahan iklim, perumahan, ketahanan kota, transformasi digital, hingga mobilitas perkotaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)