COMMUNITY
Cara Kreator Konten Ali Azhar D Ajak Anak Muda Mencintai Sejarah
Elang Riki Yanuar
Rabu 22 Juli 2026 / 13:00
- Ali Azhar D meluncurkan AAD Wiki untuk mengajak generasi muda mengenal dan ikut mendokumentasikan sejarah secara digital.
- AAD Wiki hadir sebagai ensiklopedia digital terbuka yang memungkinkan masyarakat berkontribusi mencatat tokoh, budaya, dan sejarah lokal.
- Lewat AAD Wiki, Ali Azhar D ingin menjadikan teknologi sebagai ruang kolaborasi anak muda untuk menjaga cerita sejarah agar tak terlupakan.
Jakarta: Kreator konten Ali Azhar Damarrosydi atau yang dikenal sebagai Ali Azhar D punya cara tersendiri untuk mengajak generasi muda lebih dekat dengan sejarah. Berangkat dari ketertarikannya terhadap dunia digital dan dokumentasi informasi, pemuda berusia 20 tahun itu menghadirkan ensiklopedia digital bernama AAD Wiki.
AAD Wiki resmi diluncurkan pada 20 Juli 2026 di Surabaya. Platform berbasis komunitas tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, termasuk anak muda, untuk mengenal sekaligus ikut mendokumentasikan berbagai informasi mengenai tokoh, budaya populer, hingga sejarah lokal Indonesia.
Bagi Ali, sejarah tidak seharusnya hanya tersimpan dalam buku atau menjadi materi pelajaran di ruang kelas. Perkembangan teknologi dinilai membuka peluang bagi generasi muda untuk ikut menjaga berbagai cerita dan informasi penting agar tidak hilang ditelan zaman.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui AAD Wiki yang menggunakan sistem penyuntingan terbuka. Siapa saja dapat berkontribusi menambahkan atau memperbaiki informasi yang tersedia, sementara riwayat perubahan konten dapat ditelusuri oleh pengguna.
"AAD Wiki ini saya bangun bukan sekadar proyek pribadi, tapi sebagai ruang belajar bersama, tempat siapa saja bisa berkontribusi mendokumentasikan sejarah dan tokoh-tokoh yang selama ini belum banyak tercatat. Websitenya gratis dan terbuka untuk siapa saja yang ingin ikut membangun," ujar Ali.
Melalui konsep tersebut, Ali berharap generasi muda tidak hanya menjadi pembaca informasi. Mereka juga dapat mengambil peran aktif dalam mendokumentasikan sejarah lokal, budaya, dan sosok-sosok yang memiliki cerita penting tetapi belum banyak mendapatkan ruang di platform digital.
Keinginan Ali mengembangkan platform informasi juga tidak terlepas dari aktivitasnya sebagai kreator konten. Ia selama ini dikenal kerap membuat berbagai konten mengenai sejarah, ulasan tempat, hingga kuliner. Kedekatannya dengan dunia digital kemudian menjadi salah satu jalan untuk mengenalkan sejarah dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda.
AAD Wiki bukan menjadi pengalaman pertama Ali dalam membangun ensiklopedia berbasis komunitas. Sebelumnya, ia telah mendirikan Celebrity Miraheze dan Selebriti Fandom. AAD Wiki menjadi platform ketiganya dengan cakupan yang lebih luas, khususnya pada dokumentasi tokoh, budaya populer, dan sejarah lokal Indonesia.
Platform tersebut dibangun menggunakan MediaWiki, perangkat lunak sumber terbuka yang juga digunakan oleh Wikipedia. Dengan model penyuntingan terbuka, masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan konten sekaligus melihat riwayat penyuntingan yang dilakukan pada setiap informasi.
Ali yang kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi konsentrasi Public Relations di Universitas Ciputra Surabaya ingin AAD Wiki berkembang sebagai ruang kolaborasi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mendokumentasikan informasi yang belum banyak tercatat.
Sebelum menempuh pendidikan tinggi, Ali merupakan lulusan Program Akselerasi 2 Tahun di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Selain aktif sebagai kreator konten, ia juga dikenal menekuni dunia bisnis, fotografi, media, dan public relations.
Peluncuran AAD Wiki turut mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat Ali. Salah satunya datang dari Jeyhan Farrel Alfarisqi yang telah mengenal perjalanan Ali sejak mereka masih duduk di bangku sekolah.
"Selamat atas peluncuran aadwiki.org, bro. Masih ingat banget waktu masih di SMP, nggak nyangka sekarang udah bisa berkembang sejauh ini di dunia media," kata Jeyhan.
Menurut Jeyhan, konsep keterbukaan yang diusung AAD Wiki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan informasi. Ia menilai akses gratis menjadi salah satu nilai yang ditawarkan platform tersebut.
"Platform ini menyediakan informasi yang bisa diakses siapa saja secara gratis, tanpa iklan, dan mengutamakan kualitas," ujarnya.
Jeyhan juga berharap platform yang dibangun Ali dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sumber informasi yang dapat digunakan masyarakat.
"Semoga aadwiki.org terus berkembang, menjadi sumber informasi yang tepercaya sekaligus rujukan yang kredibel bagi banyak orang," katanya.
Melalui AAD Wiki, Ali ingin memanfaatkan kedekatan anak muda dengan teknologi sebagai pintu masuk untuk mengenal sejarah. Tidak hanya membaca, generasi muda juga diharapkan ikut terlibat dalam mencatat dan menjaga cerita mengenai tokoh, budaya, serta sejarah lokal agar tetap dapat ditemukan oleh generasi berikutnya.
Kehadiran AAD Wiki menjadi bagian dari perjalanan Ali Azhar D dalam memadukan dunia konten digital dengan ketertarikannya terhadap sejarah dan informasi. Dengan semangat kolaborasi, ia berharap semakin banyak anak muda yang menyadari bahwa menjaga sejarah juga dapat dilakukan melalui kontribusi sederhana di ruang digital.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)
AAD Wiki resmi diluncurkan pada 20 Juli 2026 di Surabaya. Platform berbasis komunitas tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, termasuk anak muda, untuk mengenal sekaligus ikut mendokumentasikan berbagai informasi mengenai tokoh, budaya populer, hingga sejarah lokal Indonesia.
Bagi Ali, sejarah tidak seharusnya hanya tersimpan dalam buku atau menjadi materi pelajaran di ruang kelas. Perkembangan teknologi dinilai membuka peluang bagi generasi muda untuk ikut menjaga berbagai cerita dan informasi penting agar tidak hilang ditelan zaman.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui AAD Wiki yang menggunakan sistem penyuntingan terbuka. Siapa saja dapat berkontribusi menambahkan atau memperbaiki informasi yang tersedia, sementara riwayat perubahan konten dapat ditelusuri oleh pengguna.
"AAD Wiki ini saya bangun bukan sekadar proyek pribadi, tapi sebagai ruang belajar bersama, tempat siapa saja bisa berkontribusi mendokumentasikan sejarah dan tokoh-tokoh yang selama ini belum banyak tercatat. Websitenya gratis dan terbuka untuk siapa saja yang ingin ikut membangun," ujar Ali.
Melalui konsep tersebut, Ali berharap generasi muda tidak hanya menjadi pembaca informasi. Mereka juga dapat mengambil peran aktif dalam mendokumentasikan sejarah lokal, budaya, dan sosok-sosok yang memiliki cerita penting tetapi belum banyak mendapatkan ruang di platform digital.
Keinginan Ali mengembangkan platform informasi juga tidak terlepas dari aktivitasnya sebagai kreator konten. Ia selama ini dikenal kerap membuat berbagai konten mengenai sejarah, ulasan tempat, hingga kuliner. Kedekatannya dengan dunia digital kemudian menjadi salah satu jalan untuk mengenalkan sejarah dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda.
AAD Wiki bukan menjadi pengalaman pertama Ali dalam membangun ensiklopedia berbasis komunitas. Sebelumnya, ia telah mendirikan Celebrity Miraheze dan Selebriti Fandom. AAD Wiki menjadi platform ketiganya dengan cakupan yang lebih luas, khususnya pada dokumentasi tokoh, budaya populer, dan sejarah lokal Indonesia.
Platform tersebut dibangun menggunakan MediaWiki, perangkat lunak sumber terbuka yang juga digunakan oleh Wikipedia. Dengan model penyuntingan terbuka, masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan konten sekaligus melihat riwayat penyuntingan yang dilakukan pada setiap informasi.
Ali yang kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi konsentrasi Public Relations di Universitas Ciputra Surabaya ingin AAD Wiki berkembang sebagai ruang kolaborasi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mendokumentasikan informasi yang belum banyak tercatat.
Sebelum menempuh pendidikan tinggi, Ali merupakan lulusan Program Akselerasi 2 Tahun di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Selain aktif sebagai kreator konten, ia juga dikenal menekuni dunia bisnis, fotografi, media, dan public relations.
Peluncuran AAD Wiki turut mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat Ali. Salah satunya datang dari Jeyhan Farrel Alfarisqi yang telah mengenal perjalanan Ali sejak mereka masih duduk di bangku sekolah.
"Selamat atas peluncuran aadwiki.org, bro. Masih ingat banget waktu masih di SMP, nggak nyangka sekarang udah bisa berkembang sejauh ini di dunia media," kata Jeyhan.
Menurut Jeyhan, konsep keterbukaan yang diusung AAD Wiki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan informasi. Ia menilai akses gratis menjadi salah satu nilai yang ditawarkan platform tersebut.
"Platform ini menyediakan informasi yang bisa diakses siapa saja secara gratis, tanpa iklan, dan mengutamakan kualitas," ujarnya.
Jeyhan juga berharap platform yang dibangun Ali dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sumber informasi yang dapat digunakan masyarakat.
"Semoga aadwiki.org terus berkembang, menjadi sumber informasi yang tepercaya sekaligus rujukan yang kredibel bagi banyak orang," katanya.
Melalui AAD Wiki, Ali ingin memanfaatkan kedekatan anak muda dengan teknologi sebagai pintu masuk untuk mengenal sejarah. Tidak hanya membaca, generasi muda juga diharapkan ikut terlibat dalam mencatat dan menjaga cerita mengenai tokoh, budaya, serta sejarah lokal agar tetap dapat ditemukan oleh generasi berikutnya.
Kehadiran AAD Wiki menjadi bagian dari perjalanan Ali Azhar D dalam memadukan dunia konten digital dengan ketertarikannya terhadap sejarah dan informasi. Dengan semangat kolaborasi, ia berharap semakin banyak anak muda yang menyadari bahwa menjaga sejarah juga dapat dilakukan melalui kontribusi sederhana di ruang digital.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)