COMMUNITY

Tak Cocok Kerja Kantoran, Septian Bramandita Kini Sukses Jadi Influencer

Medcom
Kamis 25 November 2021 / 11:00
Jakarta: Nama Septian Bramandita sekarang dikenal sebagai influencer dan pebisnis yang kerap membagikan kiat-kiat di media sosial. Tapi siapa sangka, pemilik akun @bisnisbarengbram ini dulu tak pernah bermimpi menjadi seorang entrepreneur.

Pria yang akrab disapa Bram ini mengenang perjalanannya dulu ketika masih sekolah. Sempat magang di sebuah kantor membuat dia merasa tidak cocok dengan kehidupan pekerja kantoran.

"Awalnya saya hanyalah anak SMK yang sama sekali tidak mempunyai cita-cita, sampai akhirnya saya magang di sebuah kantor di Bali. Di sana saya menyadari ternyata saya tidak terlalu cocok dengan sistem kerja kantor yang jam kerjanya terlalu mengikat. Dari situ saya mulai berpikir bagaimana caranya agar saya tak terikat oleh jam kerja, namun tetap mendapatkan penghasilan," kenang Bram.

Pemilik 245 ribu pengikut itu kemudian merintis bisnis jual beli ponsep Blackberry dan iPhone dengan sistem dropshipping. Nama Bram cukup familiar di forum online Kaskus kala itu. Meski hanya mengambil untung sedikit, dia terus membangun reputasinya.

"Sebagai dropshipper, saya hanya bermodalkan reputasi baik di Kaskus, waktu itu saya pun sudah dikenal banyak orang di website tersebut," ucapnya.

Setelah usahanya mulai stabil, Bram mulai rajin membuat konten tentang bisnis online di berbagai platform. Dia juga semakin rajin mengisi acara-acara webinar untuk menyebarkan ilmunya.

“Di luar kegiatan saya sebagai content creator dan entrepreneur, kini saya cukup sering mengisi acara di berbagai webinar dan sedang sibuk mengembangkan platform baru bertajuk Satu Ilmu," ujarnya.



"Tentu saya mempunyai kendala, baik sebagai influencer ataupun entrepreneur. Saya sebenarnya adalah seorang introvert yang pemalu. Di awal-awal pembuatan konten, saya bahkan tidak pernah menunjukkan batang hidung saya," lanjutnya.

Pria yang kini tinggal di Malang ini ingin menyebarkan ilmu kepada rekan sesama pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Dia ingin memberikan motivasi bahwa pelaku UMKM di daerah juga tidak kalah dengan kota besar.

"Sebagai entrepreneur, kini saya mendapatkan time freedom, di mana tidak seperti karyawan kantoran yang terikat waktu kerja, saya sekarang bisa mengatur waktu saya untuk bekerja atau untuk berlibur sesuai keinginan saya," tuturnya.

Dalam sehari Bram hanya bekerja selama tiga jam untuk membuat konten. Sedangkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan bisnis, biasanya ia lakukan di malam hari. Sebagai seorang yang telah makan asam garam dalam dunia content creator dan bisnis online ia pun memberikan saran singkat bagi para pemula dalam dalam dunia ini.

"Kita tidak perlu berpatok pada satu sosmed saja, bagi saya semua sosmed memiliki peluang bisnis yang berbeda-beda. Bahkan platform Linkedin saja memiliki peluang yang bisa dijadikan sebagai ladang bisnis asal kita tepat sasaran dalam memilih produk yang kita jual di platform tersebut. Kita juga perlu membangun reputasi yang baik sebagai pebisnis guna membentuk self branding. Jika reputasi kita sudah baik, proses networking dengan pihak atau pebisnis lain pun akan berjalan dengan lebih mudah," paparnya.

 
(ELG)

MOST SEARCH