COMMUNITY

'Gallery of Art: Wianta & Legacy', Pameran Eksklusif Seorang Maestro Seni Bali

Medcom
Rabu 11 Februari 2026 / 10:00
Ringkasnya gini..
  • The Apurva Kempinski Bali mempersembahkan pameran eksklusif “Gallery of Art: Wianta & Legacy”,
  • Pameran tersebut karya Made Wianta - seorang maestro seni kontemporer Bali.
  • 11 mahakarya yang dikurasi dan dipamerkan di Pendopo Lobby The Apurva Kempinski Bali.
Jakarta: Mengawali tahun 2026, The Apurva Kempinski Bali dengan bangga mempersembahkan pameran eksklusif “Gallery of Art: Wianta & Legacy”, yang menampilkan karya mendiang Made Wianta - seorang maestro seni kontemporer Bali yang paling dihormati.

Dibuka untuk umum pada 23 Januari 2026 di Pendopo Lobby, pameran ini mengungkap keindahan mendalam dari seri ‘Mandala’ melalui sudut pandang Made Wianta.

Interpretasi uniknya yang dituangkan ke dalam garis, titik, geometri, dan ruang, mengajak para penikmat seni untuk melihat alam semesta sebagai sebuah bidang luas dengan ritme yang saling terhubung, yang disatukan oleh kekuatan kehidupan.

Made Wianta (1949 - 2020) adalah seorang seniman besar yang visioner dan menjadi salah satu tokoh seni kontemporer Bali yang paling dihormati. Lahir di Tabanan, Made Wianta menjadi tokoh transformatif yang mendobrak pola tradisi klasik dan berhasil membawa seni rupa Bali menuju paradigma baru yang lebih modern.

Sebelas mahakarya yang dikurasi dan dipamerkan di Pendopo Lobby The Apurva Kempinski Bali, mewakili seri besar ketiga dalam perjalanan kariernya. Karya ‘Mandala’ dari Made Wianta merupakan gambaran imajinasi dari “Pangider-ider” atau konsep pemujaan sembilan Dewa yang menguasai sembilan penjuru mata angin di Bali, versi Asia dari gaya Kubisme Picasso.

Alih-alih hanya sebagai ikon religi, Made Wianta memandang Mandala sebagai sebuah rancangan organisasi yang sempurna. Desain melingkar tersebut melambangkan keseimbangan antara alam semesta di sekitar pengamat dengan kedamaian batin mereka sendiri, sebuah harmoni yang dapat dirasakan oleh setiap orang saat melihat karyanya.


(Pameran ini dibuka untuk umum pada 23 Januari 2026 di Pendopo Lobby The Apurva Kempinski Bali. Foto: Dok. Istimewa)

Melalui koleksi ini, pengunjung diingatkan kembali pada kedekatan Made Wianta dengan simbol-simbol alam, khususnya gunung dan laut, serta rasa keseimbangan kuat yang mereka pancarkan kepada dunia.

"Kami merasa sangat terhormat dapat menampilkan karya warisan Bapak Made Wianta, terlebih karena ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kariernya yang panjang, seri Mandala secara lengkap dapat dipresentasikan kepada publik," ujar Vincent Guironnet, General Manager The Apurva Kempinski Bali.

Dalam peluncuran “Gallery of Art: Wianta & Legacy”, The Apurva Kempinski Bali
mendapat kehormatan untuk melangsungkan dialog interaktif bersama Intan Kirana Wianta, istri dari mendiang Made Wianta, didampingi oleh kedua putrinya, Buratwangi dan Sanjiwani.

Selain dialog interaktif, acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan dari Ayu Anantha, seorang koreografer kontemporer Bali dan pendiri Kerta Art Studio.

Terinspirasi dari Mandala, Ayu Anantha menerjemahkan karya Made Wianta ke dalam dialog hidup antara goresan sang pelukis dan tubuh sang penari.

Karya ini memperkenalkan konsep Sangkara sebagai jembatan antar waktu yang menghubungkan ulang tradisi sebagai landasan yang membebaskan dan mengembangkan evolusi modern.

"Di The Apurva Kempinski Bali, pelestarian budaya sudah menjadi bagian dari jati diri kami. Pameran ini merupakan sebuah pencapaian bersejarah, yang membuka kesempatan para tamu untuk dapat menikmati keahlian seni Indonesia yang belum pernah dihadirkan di hotel mana pun," tutup Vincent. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(yyy)

MOST SEARCH