COMMUNITY

Kolaborasi Jadi Kunci Binawan Menatap 50 Tahun

A. Firdaus
Sabtu 26 September 2026 / 17:31
Jakarta: Memasuki perjalanan menuju usia 50 tahun, Binawan Group melihat kolaborasi lintas sektor sebagai salah satu kunci untuk menyiapkan talenta Indonesia menghadapi persaingan global.

Gagasan tersebut menjadi tema utama dalam Media Gathering “The Power of Collaboration: How Ecosystems Are Shaping Indonesia’s Future” yang digelar di Al Jazeerah Signature Restaurant & Lounge, Menteng, Jakarta Pusat.

Forum tersebut mempertemukan pimpinan perusahaan, pemerintah yang diwakili Kementerian Luar Negeri, insan media, serta diaspora Indonesia. Pertemuan ini menjadi ruang untuk membahas bagaimana keterhubungan antara dunia usaha, pemerintah, pendidikan, industri, media, dan masyarakat dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta Indonesia.

Bagi Binawan, perjalanan menuju lima dekade bukan sekadar tentang merayakan usia perusahaan. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana sebuah organisasi dapat berkembang melalui kolaborasi sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Selama hampir lima dekade, Binawan berkembang dari organisasi yang membawa gagasan tentang kesempatan yang setara bagi masyarakat Indonesia menjadi sebuah ekosistem terintegrasi dengan tujuh pilar bisnis dan 25 unit usaha.

Ekosistem tersebut mencakup pendidikan dan pelatihan, penempatan tenaga kerja global, teknologi, layanan kesehatan, agribisnis, properti, hingga F&B.

Masing-masing bidang memiliki peran yang saling melengkapi. Pendidikan dan pelatihan membantu membangun kompetensi serta kesiapan kerja, sementara penempatan tenaga kerja global membuka akses terhadap pengalaman dan kesempatan di luar negeri. Berbagai layanan pendukung kemudian membantu talenta berkembang secara lebih utuh.

Chief Marketing Officer Binawan Group, Kristin Tan, mengatakan perjalanan menuju 50 tahun menjadi momentum untuk memperkuat kembali jejaring yang selama ini telah menjadi bagian dari pertumbuhan Binawan.

“Setiap pencapaian besar selalu lahir dari banyak tangan yang bekerja sama. Perjalanan 50 tahun Binawan adalah kisah kolaborasi antara mitra pemerintah, industri, lembaga pelatihan, serta rekan-rekan media. Ke depan, kami ingin memperluas kolaborasi tersebut agar semakin banyak pihak dapat ikut menciptakan impact bagi Indonesia,” ujar Kristin.
 

Kolaborasi Jadi Kebutuhan


Vice President Binawan Inti Utama, Adrie Nelwan, menilai ekosistem menjadi penting karena tidak semua pihak memiliki kompetensi, pengalaman, sumber daya, maupun peluang yang sama.

Menurutnya, keterhubungan berbagai pihak dapat menciptakan jalur yang lebih kuat bagi talenta Indonesia untuk berkembang dan berkontribusi.

“Kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk menghadapi tantangan masa depan. Ketika pendidikan, industri, pemerintah, dan berbagai elemen dalam masyarakat dapat terhubung dalam satu ekosistem, kita tidak hanya menciptakan peluang, tetapi juga membangun jalur yang lebih kuat bagi talenta Indonesia untuk berkembang dan berkontribusi di tingkat global,” kata Adrie.

Persoalan mengenai kesiapan sumber daya manusia dan daya saing global kemudian dibahas lebih jauh dalam sesi diskusi yang menghadirkan CEO Binawan Group Said Alwaini, Wakil Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Revolusi Riza, serta mantan diaspora Indonesia di Korea Selatan Slamet Priyono.

Ketiganya membawa perspektif berbeda dari dunia usaha, media, dan pengalaman bekerja serta berkembang di lingkungan global.

CEO Binawan Group Said Alwaini mengatakan tantangan yang dihadapi Indonesia tidak dapat dijawab oleh satu sektor saja. Menurutnya, keterhubungan antara pendidikan, pelatihan, industri, dan pemerintah diperlukan agar semakin banyak talenta memperoleh akses untuk berkembang.

“Masa depan adalah milik ekosistem yang mampu berkolaborasi. Tantangan Indonesia hari ini, mulai dari kesiapan SDM hingga daya saing di tingkat global, tidak dapat dijawab oleh satu pihak saja,” ujar Said.

Ia menambahkan, Binawan terus berupaya memperkuat sinergi antarsektor agar talenta Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
 

Pengalaman Global dan Peran Media


Pengalaman global juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Slamet Priyono, mantan diaspora Indonesia di Korea Selatan, membagikan pengalamannya memperoleh kesempatan belajar dan berkembang di luar negeri.

Menurutnya, pengalaman internasional dapat memberikan perspektif sekaligus menjadi bekal ketika seseorang kembali dan memberikan kontribusi di Indonesia.

“Pengalaman berada di luar negeri membuka perspektif bahwa kesempatan dan kemampuan harus berjalan beriringan. Kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berkembang di lingkungan global dapat menjadi bekal yang sangat berarti ketika dibawa kembali untuk memberikan kontribusi di Indonesia,” tuturnya.

Di sisi lain, Revolusi Riza menyoroti peran media dalam memperluas pembahasan mengenai perkembangan talenta, peluang global, serta masa depan Indonesia.

“Media memiliki peran untuk tidak hanya menyampaikan apa yang terjadi, tetapi juga membuka ruang bagi publik untuk memahami perubahan dan peluang yang ada,” kata Revolusi.

Ia menilai keterbukaan percakapan antara media, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat membuat isu pengembangan talenta menjadi pembahasan yang lebih luas dan relevan bagi publik.

Bagi Binawan, media sendiri merupakan bagian dari ekosistem kolaborasi. Kehadiran media tidak hanya dipandang sebagai saluran komunikasi, tetapi juga sebagai jembatan untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan isu yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Melalui forum tersebut, Binawan ingin memperluas jejaring bersama media nasional dan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, institusi pendidikan dan pelatihan, komunitas, diaspora, hingga sektor lainnya.
 

Membawa Semangat 1975 ke Lima Dekade Berikutnya


Media gathering ini menjadi pembuka rangkaian menuju puncak perayaan 50 tahun Binawan Group.

Memasuki lima dekade berikutnya, perusahaan menilai pertumbuhan tidak hanya dapat dilihat dari perkembangan bisnis, tetapi juga dari kemampuan ekosistem untuk memperluas kolaborasi dan menciptakan dampak.

Semangat tersebut berangkat dari cita-cita yang dibawa Binawan sejak 1975, yakni membuka kesempatan yang setara bagi masyarakat Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kini, menjelang setengah abad perjalanan, semangat itu ingin dibawa ke skala yang lebih luas dengan menghubungkan talenta dengan kesempatan, organisasi dengan solusi, serta pengalaman dengan lebih banyak masyarakat yang dapat mengambil inspirasi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH