COMMUNITY
LAKSMI Bantu Komunitas Perempuan Indonesia Adaptasi dengan Dunia Digital
Elang Riki Yanuar
Jumat 23 Januari 2026 / 13:00
Jakarta: Eramet Indonesia yang merupakan perusahaan asal Prancis, bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) untuk meluncurkan LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) di Ternate.
Program LAKSMI dirancang untuk mendukung UMKM perempuan ultra mikro di Jakarta dan Ternate melalui pendekatan terpadu yang mencakup pelatihan, pendampingan (mentoring), serta akses permodalan, guna memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Peluncuran program LAKSMI di Ternate menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya dijalankan di Jakarta. Inisiatif ini dirancang dengan pendekatan terpadu yang mencakup pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha secara intensif, hingga akses permodalan. Tujuannya jelas, membantu perempuan pelaku usaha ultra mikro agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan mampu memperluas peluang bisnisnya.
Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mulai dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet, hingga Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam. Suasana acara berlangsung hangat dengan berbagai agenda interaktif yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Selain seremoni peluncuran, acara tersebut juga diramaikan dengan pameran produk UMKM perempuan Ternate yang menampilkan beragam hasil karya lokal. Ada pula sesi dialog komunitas yang membuka ruang diskusi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Tak ketinggalan, sesi jejaring turut menjadi wadah penting untuk memperluas koneksi antar pemangku kepentingan.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyambut positif kehadiran program LAKSMI di wilayahnya. Menurutnya, penguatan UMKM perempuan merupakan kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan inklusif di daerah.
"Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ketika UMKM perempuan diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan,” ujar Sherly dalam sambutannya.
Ternate dipilih sebagai salah satu lokasi implementasi karena memiliki potensi besar di sektor usaha ultra mikro, khususnya yang dijalankan oleh perempuan. Namun di sisi lain, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala seperti minimnya akses pelatihan, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, kurangnya pendampingan berkelanjutan, serta sulitnya memperoleh pembiayaan.
Sebagai pusat ekonomi Maluku Utara, Ternate dinilai strategis untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi perempuan. CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet menjelaskan bahwa program LAKSMI di Ternate merupakan pengembangan dari inisiatif serupa yang telah lebih dulu dijalankan di Jakarta pada September 2024.
Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif global Eramet bertajuk Women for Future yang fokus pada penguatan peran perempuan di negara-negara tempat perusahaan beroperasi.
“Maluku Utara memiliki tempat yang istimewa bagi kami. Wilayah ini tidak hanya menjadi lokasi operasional Weda Bay Nickel, tetapi juga menjadi komunitas yang ingin kami dukung seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya,” kata Jérôme.
Lebih lanjut, Jérôme menegaskan bahwa LAKSMI tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis usaha. Program ini juga bertujuan membangun rasa percaya diri, memperluas jejaring, serta membuka akses perempuan terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.
"Program LAKSMI hadir tidak hanya untuk pada meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga pada menguatkan kepercayaan diri, jejaring, serta perluasan akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate,” tambahnya.
Dalam tahap awal implementasi di Ternate, LAKSMI akan menjangkau 200 pelaku UMKM perempuan ultra mikro. Mereka akan mendapatkan pelatihan literasi keuangan serta pemasaran digital agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman. Dari seluruh peserta tersebut, nantinya akan dipilih 25 orang terbaik yang berhak menerima hibah usaha untuk mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Seleksi penerima hibah dilakukan melalui sejumlah indikator, mulai dari peningkatan pengetahuan selama program, partisipasi aktif, kemampuan digital, hingga komitmen peserta dalam mengembangkan usahanya. Dengan mekanisme ini, program LAKSMI diharapkan mampu menciptakan dampak nyata dan terukur bagi pelaku usaha perempuan di Ternate.
Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan di sektor ekonomi.
“Program LAKSMI adalah bentuk komitmen bersama YCAB Foundation dan Eramet Indonesia untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian, melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan konteks lokal,” ujar Veronica.
Veronica juga memaparkan capaian positif dari implementasi awal Program LAKSMI di Jakarta. Program tersebut berhasil melampaui target dengan melibatkan 460 UMKM perempuan dalam pelatihan daring berbasis ChatBot dari target awal 400 peserta. Selain itu, lebih dari 190 peserta mengikuti sesi MasterClass lanjutan dengan tingkat penyelesaian mencapai 82 persen, melampaui target yang ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Program LAKSMI dirancang untuk mendukung UMKM perempuan ultra mikro di Jakarta dan Ternate melalui pendekatan terpadu yang mencakup pelatihan, pendampingan (mentoring), serta akses permodalan, guna memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Peluncuran program LAKSMI di Ternate menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya dijalankan di Jakarta. Inisiatif ini dirancang dengan pendekatan terpadu yang mencakup pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha secara intensif, hingga akses permodalan. Tujuannya jelas, membantu perempuan pelaku usaha ultra mikro agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan mampu memperluas peluang bisnisnya.
Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mulai dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet, hingga Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam. Suasana acara berlangsung hangat dengan berbagai agenda interaktif yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Selain seremoni peluncuran, acara tersebut juga diramaikan dengan pameran produk UMKM perempuan Ternate yang menampilkan beragam hasil karya lokal. Ada pula sesi dialog komunitas yang membuka ruang diskusi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Tak ketinggalan, sesi jejaring turut menjadi wadah penting untuk memperluas koneksi antar pemangku kepentingan.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyambut positif kehadiran program LAKSMI di wilayahnya. Menurutnya, penguatan UMKM perempuan merupakan kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan inklusif di daerah.
"Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ketika UMKM perempuan diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan,” ujar Sherly dalam sambutannya.
Ternate dipilih sebagai salah satu lokasi implementasi karena memiliki potensi besar di sektor usaha ultra mikro, khususnya yang dijalankan oleh perempuan. Namun di sisi lain, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala seperti minimnya akses pelatihan, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, kurangnya pendampingan berkelanjutan, serta sulitnya memperoleh pembiayaan.
Sebagai pusat ekonomi Maluku Utara, Ternate dinilai strategis untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi perempuan. CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet menjelaskan bahwa program LAKSMI di Ternate merupakan pengembangan dari inisiatif serupa yang telah lebih dulu dijalankan di Jakarta pada September 2024.
Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif global Eramet bertajuk Women for Future yang fokus pada penguatan peran perempuan di negara-negara tempat perusahaan beroperasi.
“Maluku Utara memiliki tempat yang istimewa bagi kami. Wilayah ini tidak hanya menjadi lokasi operasional Weda Bay Nickel, tetapi juga menjadi komunitas yang ingin kami dukung seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya,” kata Jérôme.
Lebih lanjut, Jérôme menegaskan bahwa LAKSMI tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis usaha. Program ini juga bertujuan membangun rasa percaya diri, memperluas jejaring, serta membuka akses perempuan terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.
"Program LAKSMI hadir tidak hanya untuk pada meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga pada menguatkan kepercayaan diri, jejaring, serta perluasan akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate,” tambahnya.
Dalam tahap awal implementasi di Ternate, LAKSMI akan menjangkau 200 pelaku UMKM perempuan ultra mikro. Mereka akan mendapatkan pelatihan literasi keuangan serta pemasaran digital agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman. Dari seluruh peserta tersebut, nantinya akan dipilih 25 orang terbaik yang berhak menerima hibah usaha untuk mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Seleksi penerima hibah dilakukan melalui sejumlah indikator, mulai dari peningkatan pengetahuan selama program, partisipasi aktif, kemampuan digital, hingga komitmen peserta dalam mengembangkan usahanya. Dengan mekanisme ini, program LAKSMI diharapkan mampu menciptakan dampak nyata dan terukur bagi pelaku usaha perempuan di Ternate.
Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan di sektor ekonomi.
“Program LAKSMI adalah bentuk komitmen bersama YCAB Foundation dan Eramet Indonesia untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian, melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan konteks lokal,” ujar Veronica.
Veronica juga memaparkan capaian positif dari implementasi awal Program LAKSMI di Jakarta. Program tersebut berhasil melampaui target dengan melibatkan 460 UMKM perempuan dalam pelatihan daring berbasis ChatBot dari target awal 400 peserta. Selain itu, lebih dari 190 peserta mengikuti sesi MasterClass lanjutan dengan tingkat penyelesaian mencapai 82 persen, melampaui target yang ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)