COMMUNITY

Anti Sampah Plastik Menumpuk, Duta #BijakPlastikSejakDini Siap Beraksi!

Yatin Suleha
Senin 12 Oktober 2026 / 18:50
Ringkasnya gini..
  • Masuk tahun keenam, gerakan edukasi pengelolaan sampah plastik #BijakPlastikSejakDini resmi naik level!
  • Sekarang, anak-anak SD binaan enggak cuma jadi peserta biasa, tapi didapuk langsung jadi Duta #BijakPlastikSejakDini.
  • Hal ini untuk menginspirasi teman-teman sebayanya biar makin peduli lingkungan.
Jakarta: Masuk tahun keenam, gerakan edukasi pengelolaan sampah plastik #BijakPlastikSejakDini dari Mondelēz Indonesia resmi naik level!

Sekarang, anak-anak SD binaan enggak cuma jadi peserta biasa, tapi didapuk langsung jadi Duta #BijakPlastikSejakDini buat menginspirasi teman-teman sebayanya biar makin peduli lingkungan.

Semangat ini makin dikukuhkan lewat workshop "Membangun Generasi Peduli Lingkungan yang Aktif dan Inspiratif melalui Duta #BijakPlastikSejakDini". Spesialnya lagi, program ini resmi meluas dengan menggandeng empat SD binaan baru dari Jakarta dan Padang.
 
Moch. Salim Somad, S.Kom., M.Pd. selaku Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD Dikdas PNFI, Kemendikdasmen yang diwakili oleh Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si. selaku Pembina Tim Kerja Pembinaan Peserta Didik di Direktorat Sekolah Dasar pun mendukung penuh langkah ini. 

Menurutnya, kebiasaan ramah lingkungan memang wajib dipupuk sejak dini biar jadi karakter yang melekat sampai dewasa.

“Hal ini sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya Pilar Bermasyarakat, yang mendorong anak untuk berkontribusi positif di lingkungan sekitarnya," buka ujar Moch. Salim Somad.

"Kami mengapresiasi pengembangan Duta #BijakPlastikSejakDini yang memberikan ruang bagi anak untuk belajar, menjadi contoh, dan mengajak teman sebaya menerapkan kebiasaan positif. Peran seperti ini penting untuk membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan mampu memberikan pengaruh positif di lingkungannya,” tambahnya lagi.

Dukungan serupa juga datang dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH/BPLH, menegaskan kalau edukasi lingkungan itu gak cukup cuma teori di kelas. 

Anak-anak harus diajak terlibat langsung dalam aksi nyata biar kebiasaan peduli lingkungan benar-benar terbentuk!

 
bijak plastik (2)
(Program #BijakPlastikSejakDini bentuk Duta Sekolah buat wujudkan generasi muda yang makin peduli lingkungan. Foto: Dok. Istimewa)
 
“Pengelolaan sampah tidak berhenti pada pemilahan, tetapi perlu diikuti dengan pemahaman mengenai jenis dan karakteristik sampah yang dihasilkan. Kami mengapresiasi inisiatif #BijakPlastikSejakDini sebagai upaya yang mendorong penerapan pengelolaan sampah sejak dini," beber Agus Rusly.

"Inisiatif ini juga menunjukkan komitmen Mondelēz Indonesia dalam menjalankan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen,” jelas Agus Rusly.

Marfusita Hamburgiwati, Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelēz Indonesia, menjelaskan kalau pembentukan Duta #BijakPlastikSejakDini ini adalah next step penting dari perjalanan panjang program mereka.

“Sejak 2021, #BijakPlastikSejakDini terus kami kembangkan untuk mendukung anak-anak mengenal dan membiasakan perilaku bijak dalam mengelola sampah plastik."

"Tahun ini, kami ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk mengambil peran aktif melalui Duta #BijakPlastikSejakDini. Kami percaya, ketika anak diberikan kesempatan untuk menjadi contoh dan mengajak teman-temannya, kebiasaan baik dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang lebih berdampak baik untuk lingkungan sekitarnya,” ujar Marfusita.

Menyoroti pentingnya peran sekolah, Lu'lu' Agustina dari KLH/BPLH menjelaskan kalau budaya peduli lingkungan itu bisa tercipta lewat aksi nyata sehari-hari di sekolah. Sekolah wajib jadi support system utama biar anak-anak makin semangat jadi penggerak perubahan!

“Kepedulian lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Praktik seperti bank sampah, pemilahan sampah, dan pengurangan penggunaan plastik dapat menjadi bagian dari budaya sekolah sekaligus mendukung upaya menuju Sekolah Adiwiyata. Di dalamnya, Duta #BijakPlastikSejakDini dapat berperan sebagai contoh dan membantu mengajak teman sebaya untuk menerapkan kebiasaan tersebut,” ujar Lu'lu' Agustina.

Mengusung konsep Bank Sampah Sekolah, gerakan #BijakPlastikSejakDini hadir lewat workshop, kompetisi seru, dan kolaborasi keren.

Hasilnya enggak main-main! Hingga Juni 2026, program ini udah menjangkau 23 sekolah binaan dan melibatkan 5.700+ siswa. Sejak 2021 sampai Juni 2026, sebanyak 50,2 ton sampah plastik dan 116 ton total sampah kemasan berhasil dikumpulkan!

Sejak 2023, gerakan ini juga resmi jadi mitra Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Kemendikdasmen. Tahun ini, keseruannya makin terasa lewat pengukuhan Duta #BijakPlastikSejakDini, sesi sharing, hingga apresiasi.

Jangkauan program juga makin luas berkat hadirnya empat sekolah baru dari Padang (SD RK II Fransiscus & SD Semen Padang) dan Jakarta (SDN Bintaro 01 & SDN Bintaro 02).

Sebagai bagian dari Langkah Kebaikan Mondelēz Indonesia, #BijakPlastikSejakDini bakal terus influence anak-anak buat makin peduli lingkungan dan berani menginspirasi sekitar!
 
“Bagi Mondelēz Indonesia, keberlanjutan gerakan ini tidak dapat berjalan sendiri. Kami ingin terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah, guru, siswa, orang tua, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak agar kebiasaan positif yang telah dibangun dapat terus diterapkan dan berkembang," terang Marfusita.

"Melalui #BijakPlastikSejakDini, kami berharap semakin banyak anak yang berani mengambil langkah kecil, menginspirasi lingkungan di sekitarnya, dan bersama-sama membangun generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” tutup Marfusita.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH