BEAUTY

Kenapa Semua Orang Lagi Bahas Astaxanthin 12 MG? Ternyata Ini Alasannya!

Yatin Suleha
Minggu 15 Februari 2026 / 09:00
Ringkasnya gini..
  • Pendekatan perawatan kulit tidak lagi hanya berfokus pada produk topikal, tetapi juga mengedepankan perlindungan dari.
  • Salah satu antioksidan yang banyak dibicarakan dalam dunia dermatologi adalah astaxanthin.
  • Astaxanthin adalah antioksidan alami yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, jantung, kulit, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.
Jakarta: Di tengah ritme kehidupan urban yang semakin cepat, kesehatan kulit kerap terabaikan. Paparan polusi udara, intensitas sinar matahari tropis, kurang tidur, hingga stres berkepanjangan menjadi faktor yang mempercepat penuaan kulit dan memicu peradangan akibat stres oksidatif.

Kesadaran akan pentingnya perawatan kulit pun terus meningkat. Survei JakPat pada 2021 mencatat sebanyak 76% perempuan Indonesia menilai penuaan dini sebagai masalah serius yang perlu diatasi.
 
Kini, pendekatan perawatan kulit tidak lagi hanya berfokus pada produk topikal, tetapi juga mengedepankan perlindungan dari dalam melalui suplementasi antioksidan.

Salah satu antioksidan yang banyak dibicarakan dalam dunia dermatologi adalah astaxanthin. Astaxanthin merupakan antioksidan dari golongan karotenoid yang dikenal luas karena kekuatannya dalam menangkal radikal bebas.

“Di dunia dermatologi, dosis astaxanthin yang paling banyak digunakan memang berada di rentang 4-6 mg. Namun penggunaannya tidak terbatas hanya untuk kulit, tetapi juga untuk kesehatan jantung, mata, hingga mendukung pemulihan dalam sports medicine,” jelas dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, Sekretaris Umum Perdoski Jakarta dalam acara SKIN-Talk ASTRIA x LA PLANTE bertajuk “Unlocking Ocean’s ULTRA Self Love: Inovasi Anti-Aging Terkini” di Dreamville Beach Club, Kamis (12/02/26).

Ia menambahkan, sejak awal tahun 2000-an terdapat lebih dari 3.000 publikasi ilmiah yang meneliti astaxanthin dengan variasi dosis cukup luas, mulai dari 2 mg hingga 48 mg. Dari berbagai penelitian tersebut, dosis 12 mg termasuk yang paling banyak diteliti dan menunjukkan manfaat antioksidan yang lebih optimal.
 

Dosis 12 mg dinilai berikan efek lebih cepat



(Acara SKIN-Talk ASTRIA x LA PLANTE bertajuk “Unlocking Ocean’s ULTRA Self Love: Inovasi Anti-Aging Terkini” di Dreamville Beach Club, Kamis (12/02/26). Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)

Dalam konteks dermatologi, astaxanthin banyak diteliti untuk membantu mengurangi tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan penurunan kekenyalan kulit. dr. Dhana menjelaskan bahwa dosis 12 mg menunjukkan hasil yang lebih cepat dibandingkan dosis lebih rendah.

“Beberapa studi menunjukkan bahwa dosis 12 mg memberikan efek yang lebih cepat terlihat dibandingkan 6 mg. Misalnya dalam penelitian terkait anti-aging seperti pengurangan kerutan dan peningkatan elastisitas kulit, dosis 12 mg sudah menunjukkan hasil pada minggu ke-8, sementara 6 mg baru terlihat pada minggu ke-12,” ungkapnya.

Menurutnya, suplementasi ini dapat menjadi pilihan terutama saat kulit berada dalam kondisi stres, seperti kelelahan berat, kurang istirahat, atau saat sering bepergian dan terpapar sinar matahari serta perubahan cuaca ekstrem.

“Pada kondisi kulit yang sedang stres, misalnya karena banyak traveling, paparan sinar matahari tropis, atau perubahan cuaca, dosis 12 mg dapat memberikan manfaat tambahan dan membantu perlindungan yang lebih optimal,” ujarnya.
 

Bekerja di dalam dan luar sel, aman untuk jangka panjang


Astaxanthin dikenal memiliki sifat lipofilik dan hidrofilik, sehingga mampu bekerja di dalam maupun di luar membran sel. Kemampuan ini membuatnya efektif dalam membantu melindungi kulit dari dampak stres oksidatif akibat paparan lingkungan sehari-hari.

“Stres oksidatif merupakan mekanisme penting dalam proses penuaan kulit karena berpotensi mendukung kondisi degeneratif seperti penurunan massa otot dan gangguan vaskular. Dengan sifat lipofilik dan hidrofilik, astaxanthin dapat bekerja pada tingkat sel, baik di dalam maupun di luar sel untuk membantu melindungi kulit,” terang dr. Dhana.
 
Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa konsumsi astaxanthin dosis 12 mg dapat memberikan manfaat antioksidan dan anti-inflamasi yang optimal, membantu menjaga kualitas kolagen, serta melindungi kulit dari efek photoaging akibat paparan sinar UV.

Dari sisi keamanan, penggunaan astaxanthin dalam rentang dosis yang dianjurkan dinilai aman dan dapat ditoleransi untuk jangka panjang. Bahkan dalam beberapa penelitian dengan durasi 12 hingga 48 minggu, dosis yang lebih tinggi tetap berada dalam batas aman bagi tubuh.


Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH