BEAUTY
Dikit-dikit Muka Breakout? Bisa Jadi Kuas Makeup Kamu yang Lagi 'Menderita'
Mia Vale
Rabu 16 September 2026 / 18:04
- Pernah gak sih ngerasa hasil makeup kamu mendadak kurang flawless atau kulit malah sering breakout tanpa alasan yang jelas?
- Bisa jadi biang keroknya ada di kuas makeup kamu yang udah rusak.
- Banyak orang terlalu fokus berburu produk makeup mahal, tapi sering lupa kalau 'alat tempurnya' juga butuh perhatian ekstra.
Jakarta: Pernah gak sih ngerasa hasil makeup kamu mendadak kurang flawless atau kulit malah sering breakout tanpa alasan yang jelas? Bisa jadi biang keroknya ada di kuas makeup kamu yang udah rusak.
Banyak orang terlalu fokus berburu produk makeup mahal, tapi sering lupa kalau 'alat tempurnya' juga butuh perhatian ekstra.
Padahal, mau sebagus apa pun produk yang kamu punya, hasilnya enggak bakal maksimal kalau diaplikasikan pakai brush yang bulunya udah rusak dan kasar.
Padahal, kuas itu investasi penting buat bikin riasan kelihatan rapi dan merata. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari ini justru bikin brush kesayangan kamu cepat rusak.
Kebiasaan nunda cuci kuas ini sering banget terjadi secara enggak sadar. Menurut makeup artist selebriti Brandy Allen via New Beauty, kuas kotor itu tempat favorit bakteri buat bersarang, yang akhirnya memicu jerawat, iritasi, dan bikin hasil aplikasi produk jadi kurang oke.
Buat brush yang dipakai produk cair atau krim kayak foundation dan concealer, cuci minimal seminggu sekali. Buat produk powder, kamu bisa cuci satu sampai dua minggu sekali. Pembersih kilat memang praktis, tapi cuci bersih secara berkala tetap wajib hukumnya.
.jpg)
(Merendam kuas pakai air panas gak boleh dilakukan karena dapat melelehkan atau melemahkan lem yang merekatkan bulu-bulu kuas ke gagangnya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Merendam seluruh bagian kuas ke dalam air—apalagi air panas—itu kesalahan fatal. Air yang masuk ke pangkal tempat bulu kuas ditempel bakal bikin perekatnya melonggar. Alhasil, bulu kuas jadi gampang rontok dan seratnya rusak.
Tren TikTok mungkin sering menyarankan pakai sabun cuci piring biar minyak langsung terhempas. Tapi, pembersih yang kelewat keras atau sisa sabun yang enggak dibilas sampai bersih justru merusak serat bulu dan meninggalkan residu di kulit. Pilihan terbaik tetap pakai pembersih yang lembut dan bebas pewangi.
Posisi mengeringkan habis dicuci juga berpengaruh besar. Banyak orang mengeringkan kuas dengan posisi berdiri tegak, padahal ini bikin air merembes ke bagian pangkal dan merusak lem perekatnya.
Cara yang benar adalah menaruh kuas secara mendatar di atas handuk bersih dengan bagian bulu sedikit menggantung di tepi meja biar sirkulasi udaranya lancar. Hindari juga pakai hairdryer atau menjemurnya di bawah matahari langsung karena suhu panas bisa merusak bulunya.
Ingat, kuas sintetis dan bulu alami punya perawatan yang beda. Kuas sintetis enggak gampang menampung sisa produk, jadi lebih gampang dibersihkan cuma pakai air hangat dan pembersih lembut.
Sebaliknya, kuas dari bulu alami punya pori-pori lebih banyak, jadi butuh pembersih ekstra lembut yang melembapkan biar bulunya enggak gampang kering dan kasar.
(TIN)
Banyak orang terlalu fokus berburu produk makeup mahal, tapi sering lupa kalau 'alat tempurnya' juga butuh perhatian ekstra.
Padahal, mau sebagus apa pun produk yang kamu punya, hasilnya enggak bakal maksimal kalau diaplikasikan pakai brush yang bulunya udah rusak dan kasar.
Padahal, kuas itu investasi penting buat bikin riasan kelihatan rapi dan merata. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari ini justru bikin brush kesayangan kamu cepat rusak.
1. Jarang cuci kuas makeup
Kebiasaan nunda cuci kuas ini sering banget terjadi secara enggak sadar. Menurut makeup artist selebriti Brandy Allen via New Beauty, kuas kotor itu tempat favorit bakteri buat bersarang, yang akhirnya memicu jerawat, iritasi, dan bikin hasil aplikasi produk jadi kurang oke.
Buat brush yang dipakai produk cair atau krim kayak foundation dan concealer, cuci minimal seminggu sekali. Buat produk powder, kamu bisa cuci satu sampai dua minggu sekali. Pembersih kilat memang praktis, tapi cuci bersih secara berkala tetap wajib hukumnya.
2. Merendam kuas pakai air panas
.jpg)
(Merendam kuas pakai air panas gak boleh dilakukan karena dapat melelehkan atau melemahkan lem yang merekatkan bulu-bulu kuas ke gagangnya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Merendam seluruh bagian kuas ke dalam air—apalagi air panas—itu kesalahan fatal. Air yang masuk ke pangkal tempat bulu kuas ditempel bakal bikin perekatnya melonggar. Alhasil, bulu kuas jadi gampang rontok dan seratnya rusak.
3. Pakai sabun yang terlalu keras
Tren TikTok mungkin sering menyarankan pakai sabun cuci piring biar minyak langsung terhempas. Tapi, pembersih yang kelewat keras atau sisa sabun yang enggak dibilas sampai bersih justru merusak serat bulu dan meninggalkan residu di kulit. Pilihan terbaik tetap pakai pembersih yang lembut dan bebas pewangi.
4. Mengeringkan kuas dengan posisi berdiri
Posisi mengeringkan habis dicuci juga berpengaruh besar. Banyak orang mengeringkan kuas dengan posisi berdiri tegak, padahal ini bikin air merembes ke bagian pangkal dan merusak lem perekatnya.
Cara yang benar adalah menaruh kuas secara mendatar di atas handuk bersih dengan bagian bulu sedikit menggantung di tepi meja biar sirkulasi udaranya lancar. Hindari juga pakai hairdryer atau menjemurnya di bawah matahari langsung karena suhu panas bisa merusak bulunya.
5. Samain cara merawat semua jenis kuas
Ingat, kuas sintetis dan bulu alami punya perawatan yang beda. Kuas sintetis enggak gampang menampung sisa produk, jadi lebih gampang dibersihkan cuma pakai air hangat dan pembersih lembut.
Sebaliknya, kuas dari bulu alami punya pori-pori lebih banyak, jadi butuh pembersih ekstra lembut yang melembapkan biar bulunya enggak gampang kering dan kasar.
(TIN)