BEAUTY

Muka Kilang Minyak, Kulit Malah Haus? Ini Penyebabnya

A. Firdaus
Jumat 23 Oktober 2026 / 12:08
Ringkasnya gini..
  • Kulit wajah berminyak juga bisa mengalami dehidrasi.
  • Kenali penyebab dan cara merawatnya dengan pembersih lembut, pelembap, dan sunscreen.
  • Pemilik kulit berminyak tetap perlu menggunakan pelembap untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Jakarta: Wajah terlihat mengilap beberapa jam setelah mencuci muka, tetapi terasa kencang, kasar, atau bahkan mengelupas? Kondisi ini bisa membuat kamu bingung menentukan perawatan kulit yang tepat. Di satu sisi, wajah tampak berminyak, tetapi di sisi lain kulit terasa kurang nyaman.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kulit berminyak yang mengalami dehidrasi. Kondisi ini perlu dibedakan dari kulit kering. Kulit berminyak berkaitan dengan produksi sebum atau minyak alami, sedangkan dehidrasi merujuk pada kurangnya kandungan air pada kulit.

Artinya, kulit yang memproduksi banyak minyak tetap bisa mengalami kekurangan air. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), pemilik kulit berminyak tetap perlu menggunakan pelembap untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Pemilihan produk yang kurang tepat atau penggunaan pembersih yang terlalu keras justru dapat membuat kulit mengalami iritasi dan terasa semakin tidak nyaman.
 

Lantas, bagaimana cara mencegah kulit wajah dehidrasi meski cenderung berminyak? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan dalam rutinitas perawatan sehari-hari.
 

1. Gunakan pembersih wajah yang lembut


Kulit berminyak sering kali membuat seseorang ingin mencuci muka berkali-kali agar wajah tidak terlihat mengilap. Padahal, membersihkan wajah secara berlebihan atau menggunakan produk yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit.

AAD menyarankan pemilik kulit berminyak menggunakan pembersih wajah yang lembut dan membatasi frekuensi mencuci muka hingga dua kali sehari, serta setelah berkeringat. Hindari menggosok wajah terlalu keras karena kebiasaan ini dapat memperburuk iritasi.

Pilih pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit dan tidak meninggalkan sensasi kencang berlebihan setelah dibilas. Gunakan air suam-suam kuku, lalu keringkan wajah dengan menepuknya perlahan menggunakan handuk bersih.
 

2. Jangan melewatkan pelembap


Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan pemilik kulit berminyak adalah menghindari pelembap karena khawatir wajah semakin mengilap atau muncul jerawat.

Padahal, pelembap membantu mempertahankan air di kulit dan mendukung fungsi pelindung kulit atau skin barrier. Menurut AAD, pemilik kulit berminyak dapat mempertimbangkan pelembap bertekstur gel yang terasa lebih ringan dibandingkan krim yang lebih kental.

Kamu juga bisa mencari produk berlabel oil-free dan non-comedogenic, yang dirancang agar tidak mudah menyumbat pori-pori. Meski demikian, kecocokan produk tetap bergantung pada kondisi kulit masing-masing.
 

3. Aplikasikan pelembap setelah mencuci muka


Bukan hanya jenis produk yang perlu diperhatikan, waktu pemakaian pelembap juga penting. Setelah mencuci muka, jangan menunggu hingga kulit benar-benar kering sebelum menggunakan pelembap.

AAD menyarankan mengaplikasikan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap untuk membantu mempertahankan air pada kulit. Gunakan secukupnya dan ratakan dengan lembut, tanpa menggosok wajah terlalu keras.
 
Cuci Muka
Waktu pemakaian pelembap juga penting agar kulit tidak jadi kilang minyak. Ilustrasi Magnific


Lakukan rutinitas ini pada pagi dan malam hari sesuai kebutuhan kulit. Jika kamu menggunakan produk perawatan jerawat yang membuat kulit terasa kering atau iritasi, pelembap yang sesuai juga dapat membantu menjaga kenyamanan kulit.
 

4. Pilih kandungan pelembap yang sesuai


Saat memilih pelembap, jangan hanya terpaku pada klaim produk untuk kulit berminyak. Perhatikan juga kandungan dan teksturnya.

Beberapa bahan yang bisa dipertimbangkan antara lain:

Hyaluronic acid: membantu menarik dan mempertahankan air pada lapisan kulit.

Glycerin: berfungsi sebagai humektan yang membantu menjaga kelembapan.

Ceramide: membantu mendukung lapisan pelindung kulit agar kelembapan tidak mudah hilang.

AAD turut menyoroti hyaluronic acid dan ceramide sebagai bahan yang dapat dipertimbangkan dalam pelembap untuk membantu menjaga kondisi kulit. Untuk kulit berminyak, pilih formulasi yang terasa nyaman dan tidak membuat wajah terlalu lengket.

Perlu diingat, tidak semua kulit membutuhkan produk dengan banyak bahan aktif. Jika kulit mudah mengalami iritasi, mulailah dengan rutinitas sederhana dan perkenalkan produk baru secara bertahap.
 

5. Tetap gunakan sunscreen setiap pagi


Paparan sinar ultraviolet dapat merusak kulit. Karena itu, perlindungan terhadap sinar matahari tetap diperlukan, termasuk bagi pemilik kulit berminyak dan dehidrasi.

AAD merekomendasikan penggunaan tabir surya dengan perlindungan spektrum luas atau broad-spectrum dan SPF minimal 30. Untuk membantu mengurangi rasa berat di wajah, kamu bisa memilih sunscreen bertekstur ringan yang sesuai dengan jenis kulit.

Gunakan sunscreen sebagai tahap terakhir dalam rutinitas perawatan kulit pagi hari sebelum makeup. Saat beraktivitas di luar ruangan, aplikasikan ulang sesuai petunjuk produk, terutama setelah berkeringat atau berenang.
 

6. Hindari eksfoliasi berlebihan


Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi melakukannya terlalu sering atau menggunakan bahan aktif yang terlalu kuat dapat memicu iritasi.

Jika kulit terasa perih, kencang, mengelupas, atau semakin sensitif, evaluasi kembali rutinitas perawatan yang digunakan. Kurangi atau hentikan sementara produk yang dicurigai memicu iritasi, terutama jika mengandung bahan eksfoliasi atau bahan aktif yang kuat.

Hindari pula menggunakan banyak produk aktif sekaligus tanpa memahami kebutuhan kulit. Fokuslah terlebih dahulu pada pembersih lembut, pelembap, dan sunscreen hingga kondisi kulit terasa lebih nyaman.
 

7. Perhatikan tanda kulit membutuhkan perawatan lebih lanjut


Kulit yang terasa kencang setelah mencuci muka, tampak bersisik, atau terasa perih bisa menjadi tanda bahwa kulit sedang mengalami masalah kelembapan atau iritasi. Namun, tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti dehidrasi karena dapat pula berkaitan dengan kondisi kulit lainnya.

Karena itu, jangan langsung mengatasi masalah dengan menambah banyak produk skincare. Perhatikan perubahan yang muncul setelah menggunakan produk tertentu dan sederhanakan rutinitas jika kulit terasa semakin tidak nyaman.

Jika keluhan menetap, memburuk, atau disertai kemerahan dan rasa perih yang mengganggu, konsultasikan dengan dokter spesialis dermatologi untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan perawatan yang sesuai.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH