BEAUTY

Tren Make Up 2023 Bakal Lebih Memainkan Warna dengan Fresh Look

Medcom
Sabtu 24 Desember 2022 / 07:17
Jakarta: Make up menjadi sahabat bagi kaum hawa. Setiap tahunnya memang tren make up terus mengalami perubahan, baik di Indonesia maupun mancanegara. Salah satu beauty influencer, Kiara Leswara juga merasakan akan ada perubahan tren make up pada tahun depan.

Kiara Leswara berpendapat bahwa pada 2023, tren make up akan lebih mengutamakan fresh look. Tren bold yang dulu dianggap berlebihan dan tampak banyak layer perlahan kembali naik, namun tidak sama seperti dahulu.

Make up pada tahun depan pun menurutnya diprediksi akan lebih memainkan warna yang cenderung memiliki kesan penekanan pada make up, namun tidak begitu tampak berlebihan. Perpaduan natural look ala Korea dan Jepang dipadukan dengan bold make up akan menjadi tren selanjutnya.

“Bold make up ini memang sudah mulai naik lagi, tapi bold-nya itu beda. Dulu kan semakin banyak layer, semakin matte. Sekarang tuh lebih pengen terlihat skin light, fresh, dan tone of color juga berpengaruh, yang bisa kasih aksen make up tapi nggak too much,” kata Kiara.

Chrisanti Indiana selaku CMO & Co-Founder Social Bella juga berpendapat, melihat tren make up yang kian berubah setiap tahunnya. Ia juga merasa yakin natural and fresh look akan bisa menjadi tren di tahun depan.

“Jadi, sudah ada permainan warna-warna yang lebih berani, walaupun berbeda dari bold make up yang sebelum pandemi. Ada permainkan tone up colornya, namun tidak begitu bold,” kata Santi pada konferensi pers Beauty Wonderland Sociolla.

Pada tahun ini, banyak pula brand skincare dan make up yang mulai memadukan keduanya, seperti cushion yang memiliki perlindungan SPF. Hal ini menjadi inovasi terbaru bagi brand-brand kecantikan dan diprediksi akan melebar pada 2023 ke depan.

Selain itu, Santi juga menjelaskan bahwa konsumen produk kecantikan mulai bertanya-tanya persoalan brand yang memiliki inovasi terbaru. Inovasi tersebut seperti produk yang disediakan tidak mengandung sampah kosmetik berlebihan.

Inovasi ini bisa dicontohkan seperti produk concealer dan foundation dijadikan satu, atau produk lip cream ombre yang disajikan satu tempat. Hal ini diprediksi akan pula diterbitkan oleh banyak brand-brand skincare, mulai dari mancanegara atau Indonesia sendiri.

Belum lagi, penggunaan plastik pada pengiriman produk kecantikan. Belakangan ini, memang para pembeli cukup kritis persoalan pengemasan produk yang dilapisi oleh plastik. Kiara pun juga salah satu orang yang mendukung gerakan pengemasan tanpa plastik ini.

“Aku dukung banget, karena aku kan cukup sering belanja make up secara online. Jadi, tiap kali mengumpulkan plastik itu ada rasa bersalahnya. Menurutku, hal ini bakal lebih naik ke depannya, karena orang-orang sudah mulai pada waspada,” pungkas Kiara.

Aulia Putriningtias

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH