BEAUTY
Bye Rambut Kaku! Kenalan sama French Blending yang Bikin Look Kamu Auto Effortless
Yatin Suleha
Rabu 15 April 2026 / 21:04
- Sekarang tren warna rambut memang lagi mengarah ke gaya yang lebih natural dan effortless.
- Jika sebelumnya warna rambut yang tegas dan kontras menjadi favorit, kini tren justru mengarah pada hasil yang lebih lembut.
- Teknik French Blending dirancang untuk memberikan efek warna yang ringan, berkilau, dan terlihat alami.
Jakarta: Sekarang tren warna rambut memang lagi mengarah ke gaya yang lebih natural dan effortless. Perempuan zaman sekarang gak cuma pengen tampil beda saja, tapi juga mencari hasil warna yang halus dan enggak mencolok, biar gak perlu bolak-balik ke salon buat touch up terus.
Preferensi perempuan saat ini juga mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya warna rambut yang tegas dan kontras menjadi favorit, kini tren justru mengarah pada hasil yang lebih lembut.
“Semakin ke sini, keinginan para wanita itu jadi lebih subtle, lebih natural. Banyak yang tidak mau terlalu sering retouch ke salon, setiap satu atau dua bulan sekali,” ujar Indra Tanudarma, Head of Education Performance, Professionnel Product Division saat acara The Launch French Blending by L'Oréal Professionnel Paris, di L'Oréal Indonesia Head Office, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/04/25).
Menurutnya, faktor kepraktisan menjadi alasan utama. Banyak perempuan ingin tetap tampil menarik, tanpa harus terlalu sering melakukan perawatan ulang, terutama bagi yang memiliki rambut beruban, yang biasanya cepat memperlihatkan garis batas setelah diwarnai.

(Teknik French Blending dirancang untuk memberikan efek warna yang ringan, berkilau, dan terlihat alami. Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)
Sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, Indra memperkenalkan French Blending, sebuah teknik pewarnaan rambut yang mengedepankan hasil, yang menyatu tanpa garis batas yang jelas.
“French Blending ini merupakan inovasi tren dan teknik untuk menjawab keinginan perempuan, yang ingin hasil lebih seamless dan regrowth-nya tidak terlalu terlihat,” jelas Indra.
Teknik ini dirancang untuk memberikan efek warna yang ringan, berkilau, dan terlihat alami, seolah-olah warna tersebut merupakan warna asli rambut sejak lahir.
Indra juga memaparkan evolusi teknik pewarnaan rambut, yang menjadi dasar lahirnya French Blending. Mulai dari teknik dasar hingga teknik modern yang semakin halus.
“Kita bergerak dari yang dulu awam seperti highlight biasa, lalu ke balayage, deep dye, kemudian French balayage yang lebih seamless, dan sekarang French Blending yang jauh lebih seamless lagi,” ungkapnya.
Perkembangan ini menunjukkan bagaimana industri kecantikan terus beradaptasi, dengan kebutuhan konsumen yang semakin mengutamakan natural look.
French Blending hadir dalam tiga jenis layanan, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan rambut.
Teknik ini cocok untuk pemula atau yang baru pertama kali mewarnai rambut. “Ini untuk first timer yang tidak mau bleach, tapi tetap ingin ada dimensi warna, tidak cuma satu warna saja,” jelas Indra.
Teknik ini memadukan warna terang dan gelap untuk menciptakan hasil, yang natural dan tidak berlebihan.
Dikhususkan untuk mengatasi garis batas pada rambut, yang sudah diwarnai sebelumnya. “Retouch blending ini untuk meminimalisasi garis batas dari rambut yang sudah tumbuh, supaya tetap kelihatan seamless,” kata Indra.
Teknik ini sangat cocok bagi yang sering mewarnai rambut sendiri di rumah, dan ingin hasil yang lebih rapi.
Layanan ini ditujukan untuk transformasi besar, termasuk rambut dengan uban yang cukup banyak. “Kalau uban sudah 60-70 persen, kita bisa lakukan total blending. Kita tidak menutup uban sepenuhnya, tapi kita blend supaya terlihat lebih cantik,” jelas Indra.
Dengan teknik ini, frekuensi touch-up bisa lebih jarang, karena pertumbuhan rambut tetap terlihat menyatu.
Menariknya, French Blending tidak selalu menutup uban, melainkan mengolahnya menjadi bagian dari estetika rambut.
“Sekarang sudah bukan zamannya uban harus ditutup. Kita bisa blend uban supaya terlihat lebih cantik dan natural,” kata Indra.
Dengan teknik ini, uban tidak lagi dianggap sebagai kekurangan, melainkan bisa menjadi karakter unik yang memperkuat tampilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Preferensi perempuan saat ini juga mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya warna rambut yang tegas dan kontras menjadi favorit, kini tren justru mengarah pada hasil yang lebih lembut.
“Semakin ke sini, keinginan para wanita itu jadi lebih subtle, lebih natural. Banyak yang tidak mau terlalu sering retouch ke salon, setiap satu atau dua bulan sekali,” ujar Indra Tanudarma, Head of Education Performance, Professionnel Product Division saat acara The Launch French Blending by L'Oréal Professionnel Paris, di L'Oréal Indonesia Head Office, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/04/25).
Menurutnya, faktor kepraktisan menjadi alasan utama. Banyak perempuan ingin tetap tampil menarik, tanpa harus terlalu sering melakukan perawatan ulang, terutama bagi yang memiliki rambut beruban, yang biasanya cepat memperlihatkan garis batas setelah diwarnai.
French Blending jadi solusi warna rambut seamless

(Teknik French Blending dirancang untuk memberikan efek warna yang ringan, berkilau, dan terlihat alami. Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)
Sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, Indra memperkenalkan French Blending, sebuah teknik pewarnaan rambut yang mengedepankan hasil, yang menyatu tanpa garis batas yang jelas.
“French Blending ini merupakan inovasi tren dan teknik untuk menjawab keinginan perempuan, yang ingin hasil lebih seamless dan regrowth-nya tidak terlalu terlihat,” jelas Indra.
Teknik ini dirancang untuk memberikan efek warna yang ringan, berkilau, dan terlihat alami, seolah-olah warna tersebut merupakan warna asli rambut sejak lahir.
Perjalanan teknik pewarnaan rambut
Indra juga memaparkan evolusi teknik pewarnaan rambut, yang menjadi dasar lahirnya French Blending. Mulai dari teknik dasar hingga teknik modern yang semakin halus.
“Kita bergerak dari yang dulu awam seperti highlight biasa, lalu ke balayage, deep dye, kemudian French balayage yang lebih seamless, dan sekarang French Blending yang jauh lebih seamless lagi,” ungkapnya.
Perkembangan ini menunjukkan bagaimana industri kecantikan terus beradaptasi, dengan kebutuhan konsumen yang semakin mengutamakan natural look.
Tiga layanan utama French Blending
French Blending hadir dalam tiga jenis layanan, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan rambut.
1. Dimensional Blending
Teknik ini cocok untuk pemula atau yang baru pertama kali mewarnai rambut. “Ini untuk first timer yang tidak mau bleach, tapi tetap ingin ada dimensi warna, tidak cuma satu warna saja,” jelas Indra.
Teknik ini memadukan warna terang dan gelap untuk menciptakan hasil, yang natural dan tidak berlebihan.
2. Retouch Blending
Dikhususkan untuk mengatasi garis batas pada rambut, yang sudah diwarnai sebelumnya. “Retouch blending ini untuk meminimalisasi garis batas dari rambut yang sudah tumbuh, supaya tetap kelihatan seamless,” kata Indra.
Teknik ini sangat cocok bagi yang sering mewarnai rambut sendiri di rumah, dan ingin hasil yang lebih rapi.
3. Total Blending
Layanan ini ditujukan untuk transformasi besar, termasuk rambut dengan uban yang cukup banyak. “Kalau uban sudah 60-70 persen, kita bisa lakukan total blending. Kita tidak menutup uban sepenuhnya, tapi kita blend supaya terlihat lebih cantik,” jelas Indra.
Dengan teknik ini, frekuensi touch-up bisa lebih jarang, karena pertumbuhan rambut tetap terlihat menyatu.
Uban bukan masalah, justru jadi keunikan
Menariknya, French Blending tidak selalu menutup uban, melainkan mengolahnya menjadi bagian dari estetika rambut.
“Sekarang sudah bukan zamannya uban harus ditutup. Kita bisa blend uban supaya terlihat lebih cantik dan natural,” kata Indra.
Dengan teknik ini, uban tidak lagi dianggap sebagai kekurangan, melainkan bisa menjadi karakter unik yang memperkuat tampilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)