Jakarta: Panu merupakan salah satu jenis infeksi jamur yang sering menyerang kulit. Panu ditandai dengan bercak-bercak berwarna lebih terang atau gelap dari kulit sekitarnya.
General Practitioner, rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Patricia Lukas Goentoro memaparkan, penyebab munculnya panu akibat jamur Malassezia. Jamur tersebut tumbuh secara berlebihan dan tidak terkontrol pada permukaan kulit.
Jamur Malassezia sebenarnya ada di kulit yang normal, dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Jamur ini bahkan dapat hidup berdampingan dengan sel tubuh, dan saling mendukung (simbiotik). Namun, pertumbuhan jamur yang berlebihan dapat mengubah warna atau pigmen kulit asli.
Panu biasanya muncul pada bagian lengan, dada, leher, atau punggung. Bercak panu dapat berwarna cokelat tembaga, lebih pucat dari kulit di sekitarnya, merah muda, dan putih.
Bahkan, bercak yang lebih terang mungkin lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki kulit gelap. Bercak panu juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti gatal, serta kulit kering atau bersisik di area yang terinfeksi.
Dokter Pittara via Alodokter menyebut, panu bukan penyakit menular atau menimbulkan rasa sakit. Namun, panu dapat menyebabkan perubahan warna pada bekas bercak di kulit.
Bercak di kulit tersebut dapat hilang, tetapi membutuhkan waktu selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita merasa malu dan tidak percaya diri.
Untuk mengatasi panu, dokter biasanya akan memberikan obat antijamur dalam bentuk oles atau minum. Obat antijamur oles yang dapat diresepkan dokter antara lain ketoconazole atau selenium sulfide. Jika infeksi jamur makin luas dan parah, pasien akan diberikan tablet antijamur berupa fluconazole atau itraconazole.
Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi panu, antara lain:
- Menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
- Rutin mengganti pakaian ketika cuaca lembap.
- Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat atau berbahan sintetis.
- Hindari penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung minyak.
- Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
Jika gejala panu tidak kunjung membaik setelah menggunakan obat-obatan dan melakukan perawatan di rumah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Fauzi Pratama Ramadhan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
General Practitioner, rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Patricia Lukas Goentoro memaparkan, penyebab munculnya panu akibat jamur Malassezia. Jamur tersebut tumbuh secara berlebihan dan tidak terkontrol pada permukaan kulit.
Jamur Malassezia sebenarnya ada di kulit yang normal, dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Jamur ini bahkan dapat hidup berdampingan dengan sel tubuh, dan saling mendukung (simbiotik). Namun, pertumbuhan jamur yang berlebihan dapat mengubah warna atau pigmen kulit asli.
Panu biasanya muncul pada bagian lengan, dada, leher, atau punggung. Bercak panu dapat berwarna cokelat tembaga, lebih pucat dari kulit di sekitarnya, merah muda, dan putih.
Bahkan, bercak yang lebih terang mungkin lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki kulit gelap. Bercak panu juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti gatal, serta kulit kering atau bersisik di area yang terinfeksi.
Dokter Pittara via Alodokter menyebut, panu bukan penyakit menular atau menimbulkan rasa sakit. Namun, panu dapat menyebabkan perubahan warna pada bekas bercak di kulit.
Bercak di kulit tersebut dapat hilang, tetapi membutuhkan waktu selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita merasa malu dan tidak percaya diri.
Mengatasi panu
Untuk mengatasi panu, dokter biasanya akan memberikan obat antijamur dalam bentuk oles atau minum. Obat antijamur oles yang dapat diresepkan dokter antara lain ketoconazole atau selenium sulfide. Jika infeksi jamur makin luas dan parah, pasien akan diberikan tablet antijamur berupa fluconazole atau itraconazole.
Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi panu, antara lain:
- Menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
- Rutin mengganti pakaian ketika cuaca lembap.
- Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat atau berbahan sintetis.
- Hindari penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung minyak.
- Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
Jika gejala panu tidak kunjung membaik setelah menggunakan obat-obatan dan melakukan perawatan di rumah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Fauzi Pratama Ramadhan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)