BEAUTY

Jerawat Masih Betah di Wajah? Mungkin 5 Alasan ini Penyebabnya

Mia Vale
Kamis 15 September 2022 / 15:05
Jakarta: Timbulnya jerawat di wajah tentu sangat mengganggu. Apalagi kalau jerawat tersebut enggan untuk menghilang. Duh, penampilan bakal berkurang, nih! Biasanya, untuk melenyapkan jerawat yang membandel, kamu, utamanya kaum perempuan akan mencoba segala macam produk. Padahal, bisa saja, justru produk tersebut tidak berfungsi.

“Setiap formulasi bekerja secara berbeda untuk merawat kulit,” imbuh Dr Alexander Zuriarrain. Dan melansir dari laman Byrdie, berikut beberapa alasan yang mungkin menyebabkan jerawat di wajah tidak menghilang.
 

Memiliki jerawat hormonal


Jerawat cenderung terjadi sekitar pubertas ketika kelenjar sebaceous, yang menghasilkan sebum, mulai berfungsi. Sering kali dapat berlanjut hingga dewasa muda. "Pada usia 20-an dan 30-an, jerawat sering disebabkan oleh sebum (minyak) berlebih, bakteri dan kotoran yang menyumbat pori-pori, serta perubahan kadar hormon," tandas dokter kulit kosmetik bersertifikat Dr. Dendy Engelman.
 

Produk tidak tepat


Produk over-the-counter terbaik untuk memerangi jerawat adalah asam salisilat dan benzoil peroksida. Benzoil peroksida bertanggung jawab untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan membantu menghilangkan minyak berlebih dari kulit. Juga dapat mengangkat sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori. 

Asam salisilat membantu mencegah pori-pori tersumbat. Yang terbaik untuk memulai dengan produk jerawat adalah menggunakan kekuatan yang lebih rendah sebelum meningkatkan konsentrasinya.


(Biasanya jerawat akan sembuh paling lama setelah enam minggu. Bahkan, jerawat tunggal atau yang lebih kecil, mungkin akan menghilang dengan sendirinya dalam hitungan hari saja. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Menggunakan produk secara berlebihan  


Penggunaan obat jerawat beberapa kali sehari atau mencampur pembersih asam salisilat dengan scrub wajah dan sejumlah produk yang telah direkomendasikan, dapat memperburuk kulit. Kamu tidak boleh menggunakan lebih dari satu produk salisilat atau benzoil peroksida di wajah pada satu waktu. 

Pun tidak bersamaan dengan Retin-A atau produk yang diresepkan. Jangan membersihkan dengan produk asam salisilat, kemudian tindak lanjuti dengan bantalan asam salisilat dan kemudian lengkapi rejimen dengan aplikasi gel. Ini terlalu banyak. Kulit akan diperparah, termasuk perih ringan dan kekeringan.
 

Tidak menjaga kebersihan kulit


"Tidak merawat kulit atau pergi tidur tanpa mencuci muka dapat menyebabkan atau memperburuk jerawat," pungkas Engelman. Selain itu, cucilah sarung bantal dan menjaga kuas make up secara teratur agar tetap bersih. Pun, jangan berbagi kuas make up dengan teman karena ini dapat memindahkan kotoran dan minyak ke kulit. Carilah produk make up dan perawatan kulit yang tidak menyumbat pori-pori atau memiliki label seperti non-comedogenic, non-acnegenic, dan oil-free.
 

Jangan abaikan diet


Makanan berminyak, cokelat, dan produk susu tidak menyebabkan jerawat, tetapi makanan tertentu dapat memperburuknya. "Diet dapat memengaruhi hormon yang pada gilirannya, dapat memperburuk jerawat," jelas Zuriarrain. Makanan yang tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan kadar insulin yang dapat mengubah hormon dan memengaruhi kulit. 

Jadi, jika sedang menjalani rejimen perawatan kulit yang ketat tetapi kulit tidak bersih, perhatikan pola makan kamu. Susu, khususnya, diketahui menyebabkan masalah dengan penderita jerawat saat ini. Makanan berminyak juga buruk bagi kulit.

(TIN)

MOST SEARCH