BEAUTY
Kulit Tetap Lembap saat Ramadan? Ini Tips Simpel Biar Nggak Kering & Kusam!
A. Firdaus
Sabtu 21 Februari 2026 / 20:10
- Banyak orang mengeluhkan kulit terasa lebih kering.
- Kebiasaan sederhana agar tidak lupa memakai body care.
- Langkah penting adalah menjaga hidrasi dari luar.
Jakarta: Bulan Ramadan bukan hanya mengubah pola makan dan tidur, tetapi juga memengaruhi kondisi kulit tubuh. Banyak orang mengeluhkan kulit terasa lebih kering, kusam, bahkan mudah iritasi saat berpuasa karena berkurangnya asupan cairan di siang hari.
Namun, kondisi ini sebenarnya wajar secara biologis, karena tubuh sedang beradaptasi. Selama menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang cukup besar.
Salah satu perubahan penting terjadi pada hormon, termasuk insulin. Saat puasa, kadar insulin cenderung lebih stabil, dibanding ketika sering mengonsumsi makanan manis.
“Ketika hormon insulin lebih terkontrol, biasanya kondisi kulit yang mudah iritasi, gampang merah, atau gatal bisa ikut lebih stabil,” ujar dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E, Dermatologist dalam acara Konferensi Pers: Pertama di Indonesia! Vaseline Gluta-Hya Hydration Clinic: Pengalaman Imersif Beauty Clinic di Tengah Oasis untuk Kulit Terhidrasi, Mulus dan Glowing Selama Ramadan di Mall Kota Kasablanka, Jum’at (20/02/26).
Selain itu, proses regenerasi sel juga berjalan lebih optimal. Puasa membantu tubuh melakukan proses detoksifikasi alami, termasuk pada sel kulit. Dampaknya, produksi kolagen dapat meningkat sehingga kulit berpotensi terlihat lebih sehat.
Namun di balik manfaat tersebut, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian utama, yaitu hidrasi. Kekurangan cairan selama puasa bisa membuat kulit mengalami dehidrasi. Kondisi ini sering terlihat dari permukaan kulit yang terasa kasar, tampak retak, hingga terlihat seperti “tandus”.
Dokter Amanda menyebutkan beberapa tanda kulit kekurangan hidrasi, yang bisa dikenali dengan mudah.
“Kalau guratan kulit terlihat makin jelas, kulit mengelupas, bersisik, atau muncul kemerahan dan beruntusan, itu tanda kulit butuh pertolongan karena kurang terhidrasi,” jelas dr. Amanda.
Bahkan secara sederhana, kamu bisa melakukan tes kecil di rumah. Jika permukaan kulit digores ringan lalu meninggalkan garis putih, itu bisa menjadi tanda kulit sedang sangat kering.
Untuk mencegah kondisi tersebut, dr. Amanda menekankan bahwa hidrasi harus dilakukan dari dua arah, yaitu dari dalam dan dari luar.
Dari dalam, orang dewasa dianjurkan tetap memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2 hingga 2,5 liter per hari. Cara praktisnya bisa memakai pola sederhana, yaitu 2 gelas saat sahur, 4 gelas dari berbuka hingga malam, dan 2 gelas sebelum tidur.
Selain air putih, asupan cairan juga bisa didukung dari buah dan sayuran, yang mengandung banyak air. “Buah dan sayur itu bukan cuma nutrisi, tapi juga sumber cairan tambahan untuk tubuh,” kata dr. Amanda.
Ia juga menyarankan untuk mengurangi minuman yang bersifat diuretik, seperti kopi dan teh karena bisa mempercepat pengeluaran cairan tubuh. Tak hanya itu, kualitas tidur juga berpengaruh besar terhadap kesehatan kulit. Meski jadwal Ramadan sering membuat waktu istirahat berubah, tubuh tetap membutuhkan sekitar 6-8 jam tidur agar proses regenerasi kulit berjalan optimal.
Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah menjaga hidrasi dari luar, dengan rutin memakai pelembap atau body care. Produk dengan kandungan pelembap, seperti hyaluronic acid dapat membantu menjaga air di dalam lapisan kulit, serta mengurangi penguapan.
“Menggunakan pelembap di bulan puasa itu wajib, karena kita membantu menjaga barrier kulit supaya cairan tidak mudah hilang,” tegas dr. Amanda.
Ia bahkan menyarankan kebiasaan sederhana agar tidak lupa memakai body care, misalnya dengan mengaplikasikannya setelah aktivitas rutin seperti selesai beribadah atau mandi.
Body care yang disarankan dr. Amanda adalah Vaseline Gluta-Hya Smoothing Perfector karena merupakan pilihan tepat bagi yang mencari quick fix, dengan eksfoliator ringan dan advanced technology, sehingga dapat digunakan setiap hari untuk mendapatkan kulit yang terhidrasi, mulus dan glowing dalam waktu singkat.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Namun, kondisi ini sebenarnya wajar secara biologis, karena tubuh sedang beradaptasi. Selama menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang cukup besar.
Salah satu perubahan penting terjadi pada hormon, termasuk insulin. Saat puasa, kadar insulin cenderung lebih stabil, dibanding ketika sering mengonsumsi makanan manis.
“Ketika hormon insulin lebih terkontrol, biasanya kondisi kulit yang mudah iritasi, gampang merah, atau gatal bisa ikut lebih stabil,” ujar dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E, Dermatologist dalam acara Konferensi Pers: Pertama di Indonesia! Vaseline Gluta-Hya Hydration Clinic: Pengalaman Imersif Beauty Clinic di Tengah Oasis untuk Kulit Terhidrasi, Mulus dan Glowing Selama Ramadan di Mall Kota Kasablanka, Jum’at (20/02/26).
Selain itu, proses regenerasi sel juga berjalan lebih optimal. Puasa membantu tubuh melakukan proses detoksifikasi alami, termasuk pada sel kulit. Dampaknya, produksi kolagen dapat meningkat sehingga kulit berpotensi terlihat lebih sehat.
Namun di balik manfaat tersebut, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian utama, yaitu hidrasi. Kekurangan cairan selama puasa bisa membuat kulit mengalami dehidrasi. Kondisi ini sering terlihat dari permukaan kulit yang terasa kasar, tampak retak, hingga terlihat seperti “tandus”.
Dokter Amanda menyebutkan beberapa tanda kulit kekurangan hidrasi, yang bisa dikenali dengan mudah.
“Kalau guratan kulit terlihat makin jelas, kulit mengelupas, bersisik, atau muncul kemerahan dan beruntusan, itu tanda kulit butuh pertolongan karena kurang terhidrasi,” jelas dr. Amanda.
Bahkan secara sederhana, kamu bisa melakukan tes kecil di rumah. Jika permukaan kulit digores ringan lalu meninggalkan garis putih, itu bisa menjadi tanda kulit sedang sangat kering.
Untuk mencegah kondisi tersebut, dr. Amanda menekankan bahwa hidrasi harus dilakukan dari dua arah, yaitu dari dalam dan dari luar.
Dari dalam, orang dewasa dianjurkan tetap memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2 hingga 2,5 liter per hari. Cara praktisnya bisa memakai pola sederhana, yaitu 2 gelas saat sahur, 4 gelas dari berbuka hingga malam, dan 2 gelas sebelum tidur.
Selain air putih, asupan cairan juga bisa didukung dari buah dan sayuran, yang mengandung banyak air. “Buah dan sayur itu bukan cuma nutrisi, tapi juga sumber cairan tambahan untuk tubuh,” kata dr. Amanda.
Ia juga menyarankan untuk mengurangi minuman yang bersifat diuretik, seperti kopi dan teh karena bisa mempercepat pengeluaran cairan tubuh. Tak hanya itu, kualitas tidur juga berpengaruh besar terhadap kesehatan kulit. Meski jadwal Ramadan sering membuat waktu istirahat berubah, tubuh tetap membutuhkan sekitar 6-8 jam tidur agar proses regenerasi kulit berjalan optimal.
Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah menjaga hidrasi dari luar, dengan rutin memakai pelembap atau body care. Produk dengan kandungan pelembap, seperti hyaluronic acid dapat membantu menjaga air di dalam lapisan kulit, serta mengurangi penguapan.
“Menggunakan pelembap di bulan puasa itu wajib, karena kita membantu menjaga barrier kulit supaya cairan tidak mudah hilang,” tegas dr. Amanda.
Ia bahkan menyarankan kebiasaan sederhana agar tidak lupa memakai body care, misalnya dengan mengaplikasikannya setelah aktivitas rutin seperti selesai beribadah atau mandi.
Body care yang disarankan dr. Amanda adalah Vaseline Gluta-Hya Smoothing Perfector karena merupakan pilihan tepat bagi yang mencari quick fix, dengan eksfoliator ringan dan advanced technology, sehingga dapat digunakan setiap hari untuk mendapatkan kulit yang terhidrasi, mulus dan glowing dalam waktu singkat.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)