BEAUTY
Biar Gak Salah Beli Serum! Retinol vs Peptide, Mana yang Paling Ampuh Bikin Muka Kencang?
Aulia Putriningtias
Rabu 05 Agustus 2026 / 12:37
- Kandungan retinol dan peptide sama-sama diandalkan untuk menekan penuaan atau anti aging.
- Peptide adalah rantai pendek asam amino dengan fungsi blok pembangun untuk protein di dalam kulit.
- Retinol adalah bentuk turunan vitamin A yang banyak dipakai dalam produk perawatan kulit.
Jakarta: Ladies, kita pasti mengenal kandungan retinol dan peptide untuk produk serum wajah. Namun, sebenarnya lebih bagus retinol atau peptide, ya?
Keduanya sama-sama diandalkan untuk menekan penuaan atau anti aging. Selain itu, kedua bahan ini juga bisa merangsang kolagen yang menghasilkan wajah lebih sehat.
Perlu kamu ketahui dahulu, peptide sedang ramai belakangan ini. Hal ini karena kandungannya menjanjikan kulit lebih kencang, memperkuat skin barrier, dan menyamarkan kerutan.
Peptide sendiri adalah rantai pendek asam amino dengan fungsi blok pembangun untuk protein di dalam kulit. Protein-protein ini yang bertanggung jawab menjaga kulit lebih elastis.
"Peptide umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh kulit dan menjadi tambahan yang berguna dalam rutinitas perawatan wajah," kata Dr. Derrick Phillips, dikutip dalam Vogue Singapura.
Sementara itu, retinol adalah bentuk turunan vitamin A yang banyak dipakai dalam produk perawatan kulit. Fungsinya untuk mengatasi tanda penuaan, meratakan tekstur kulit, dan merawat kulit berjerawat.
"Bahan ini umum digunakan untuk meratakan warna dan tekstur kulit, memudarkan garis-garis halus, serta menyamarkan bekas jerawat dan pori-pori besar," lanjut Dr. Phillips.
Perlu kamu ketahui bahwa keduanya sama-sama mengendalikan tanda-tanda penuaan pada wajah. Namun, peptide dan retinol punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pada retinol, penggunaannya sebaiknya dimulai usia 25 tahun. Hal ini karena retinol lebih bekerja ketika pada wajah dewasa. Studi menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, makin banyak wanita berusia 50 tahun ke atas yang memasukkan retinol ke dalam perawatan harian mereka.
Retinol juga bekerja pada kulit berjerawat, meski dikatakan kandungan keras. vitamin A sangat bagus untuk kulit yang sedang dalam tahap pemulihan bekas jerawat. Bahan ini meresap dan mengelupas sel kulit mati untuk memberikan efek tekstur kulit yang lebih halus.
Sementara itu, peptide tidak memicu iritasi sekeras retinol. Ini artinya pemilik kulit sensitif, seperti penderita rosacea atau kulit kemerahan yang meradang, dapat menggunakan kandungan ini.
Peptide juga bertindak sebagai bahan penyembuh jika terjadi kerusakan pada skin barrier. Hal ini dengan memanfaatkan komponennya untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Jadi, tidak ada yang lebih unggul, sebab memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hal yang perlu kamu perhatikan adalah kulit lebih cocok menggunakan retinol atau peptide.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Keduanya sama-sama diandalkan untuk menekan penuaan atau anti aging. Selain itu, kedua bahan ini juga bisa merangsang kolagen yang menghasilkan wajah lebih sehat.
Perlu kamu ketahui dahulu, peptide sedang ramai belakangan ini. Hal ini karena kandungannya menjanjikan kulit lebih kencang, memperkuat skin barrier, dan menyamarkan kerutan.
Peptide sendiri adalah rantai pendek asam amino dengan fungsi blok pembangun untuk protein di dalam kulit. Protein-protein ini yang bertanggung jawab menjaga kulit lebih elastis.
"Peptide umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh kulit dan menjadi tambahan yang berguna dalam rutinitas perawatan wajah," kata Dr. Derrick Phillips, dikutip dalam Vogue Singapura.
Sementara itu, retinol adalah bentuk turunan vitamin A yang banyak dipakai dalam produk perawatan kulit. Fungsinya untuk mengatasi tanda penuaan, meratakan tekstur kulit, dan merawat kulit berjerawat.
"Bahan ini umum digunakan untuk meratakan warna dan tekstur kulit, memudarkan garis-garis halus, serta menyamarkan bekas jerawat dan pori-pori besar," lanjut Dr. Phillips.
Mana yang lebih bagus untuk anti aging?
Perlu kamu ketahui bahwa keduanya sama-sama mengendalikan tanda-tanda penuaan pada wajah. Namun, peptide dan retinol punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pada retinol, penggunaannya sebaiknya dimulai usia 25 tahun. Hal ini karena retinol lebih bekerja ketika pada wajah dewasa. Studi menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, makin banyak wanita berusia 50 tahun ke atas yang memasukkan retinol ke dalam perawatan harian mereka.
Retinol juga bekerja pada kulit berjerawat, meski dikatakan kandungan keras. vitamin A sangat bagus untuk kulit yang sedang dalam tahap pemulihan bekas jerawat. Bahan ini meresap dan mengelupas sel kulit mati untuk memberikan efek tekstur kulit yang lebih halus.
Sementara itu, peptide tidak memicu iritasi sekeras retinol. Ini artinya pemilik kulit sensitif, seperti penderita rosacea atau kulit kemerahan yang meradang, dapat menggunakan kandungan ini.
Peptide juga bertindak sebagai bahan penyembuh jika terjadi kerusakan pada skin barrier. Hal ini dengan memanfaatkan komponennya untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Jadi, tidak ada yang lebih unggul, sebab memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hal yang perlu kamu perhatikan adalah kulit lebih cocok menggunakan retinol atau peptide.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)