BEAUTY

Retinal dan Retinoid Sering Dianggap Sama, Apa Sih Bedanya?

Yatin Suleha
Rabu 02 September 2026 / 21:09
Ringkasnya gini..
  • Retinoid merupakan kelompok besar turunan vitamin A, sedangkan retinal adalah salah satu jenisnya.
  • Retinal membutuhkan satu tahap konversi untuk menjadi bentuk aktif, sedangkan retinol membutuhkan dua tahap.
  • Retinoid bisa menyebabkan iritasi, sehingga penggunaannya sebaiknya dimulai secara bertahap.
Jakarta: Kalau kamu lagi rajin ngulik skincare, istilah retinal dan retinoid pasti sudah nggak asing. Keduanya sama-sama berkaitan dengan vitamin A dan banyak digunakan dalam produk perawatan kulit.

Tapi, apakah retinal dan retinoid itu sebenarnya sama? Jawabannya, retinal termasuk retinoid. Jadi, keduanya bukan dua bahan yang berdiri sendiri dan bisa dibandingkan begitu saja.

 

Retinoid itu kelompoknya


Retinoid merupakan istilah untuk kelompok senyawa turunan vitamin A yang digunakan dalam perawatan kulit. Di dalamnya terdapat berbagai jenis bahan dengan karakteristik dan cara kerja yang berbeda.

Beberapa di antaranya digunakan untuk membantu mengatasi jerawat, pigmentasi, hingga tanda-tanda penuaan.

Simpelnya, kalau retinoid adalah “keluarga besar”, retinal merupakan salah satu anggotanya.

 

Lalu, apa itu retinal?



(Beda retinal dan retinol. Foto: Ilustrasi AI, sumber informasi American Academy of Dermatology (AAD) dan DermNet NZ.)


Retinal, yang juga dikenal sebagai retinaldehyde, merupakan salah satu jenis retinoid yang digunakan dalam produk skincare.

DermNet memasukkan retinaldehyde sebagai salah satu retinoid topikal yang dapat ditemukan dalam produk kosmetik.

Dalam prosesnya di kulit, retinaldehyde dapat diubah menjadi retinoic acid, yaitu bentuk aktif vitamin A. Karena hanya membutuhkan satu tahap konversi, retinal lebih dekat dengan bentuk aktif tersebut.

Meski begitu, efektivitas produk tetap bisa dipengaruhi oleh konsentrasi, formulasi, stabilitas produk, dan kondisi kulit.
 

Jadi, apa bedanya retinal dan retinoid?


Nah, sebenarnya jawabannya cukup simpel. Retinoid adalah kelompok besarnya, sedangkan retinal adalah salah satu jenis di dalam kelompok tersebut.

Jadi, ketika sebuah produk menyebut kandungannya sebagai retinoid, istilah tersebut belum menunjukkan jenis retinoid yang digunakan.

Retinoid juga mencakup bahan yang digunakan sebagai obat resep, seperti tretinoin, sementara retinal lebih umum ditemukan dalam produk skincare kosmetik.

Makanya, jangan sampai menganggap retinal dan retinoid sebagai dua kandungan yang benar-benar berbeda. Hubungannya lebih mirip kategori dan anggotanya.

 

 

Baru pakai retinoid? Jangan langsung gas tiap malam


Meski populer, retinoid tetap bisa menyebabkan kulit kering, kemerahan, mengelupas, atau terasa perih, terutama jika digunakan terlalu agresif.

Penggunaan retinoid sebaiknya dilakukan secara bertahap. Moisturizer juga bisa membantu mengurangi efek kering dan iritasi, sementara sunscreen pada siang hari penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Jadi, retinal memang termasuk retinoid. Saat memilih skincare, jangan cuma melihat nama bahannya, tapi cek juga jenis retinoid dan bagaimana kulitmu meresponsnya.



Desi Indasari

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH