BEAUTY
Kolaborasi Produk Kecantikan dan Kreator Konten Semakin Marak di Era Digital
Elang Riki Yanuar
Jumat 26 Juni 2026 / 18:00
- Alfina Alrasyid menyebut konsistensi dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama agar content creator kecantikan bisa terus berkembang.
- Tren konten kecantikan kini bergeser ke format yang lebih natural dan autentik karena dinilai lebih disukai audiens di media sosial.
- Otto Media Grup mempertemukan kreator kecantikan dan brand lewat Matchmaking Beauty Brand Day untuk membuka peluang kolaborasi baru.
Jakarta: Kreator konten kecantikan kini semakin diminati seiring pesatnya perkembangan industri digital dan meningkatnya kebutuhan brand akan promosi yang lebih dekat dengan konsumen. Di balik peluang yang semakin besar, para kreator juga menghadapi tantangan untuk terus menghasilkan konten yang relevan di tengah perubahan tren media sosial yang sangat cepat.
Kreator konten kecantikan, Alfina Alrasyid, menilai bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada keberanian memulai, melainkan bagaimana mempertahankan konsistensi dalam berkarya. Menurutnya, banyak kreator mampu membuat konten di awal, namun tidak sedikit yang kesulitan menjaga semangat ketika ide mulai habis atau performa konten menurun.
"Kalau dari aku, yang paling penting itu terus berkembang, mau beradaptasi, dan konsisten. Memulai itu relatif mudah, tapi yang sulit adalah menjaga konsistensinya. Jangan takut mencoba berbagai jenis konten sampai menemukan winning content," kata Alfina.
Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan dengan audiens melalui interaksi di media sosial. Masukan dari para pengikut dinilai menjadi salah satu sumber inspirasi untuk menghasilkan konten yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Dengarkan juga kebutuhan audiens lewat komentar mereka karena dari situlah kita bisa tahu konten seperti apa yang benar-benar dibutuhkan," lanjutnya.
Menurut Alfina, tren konten kecantikan saat ini juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya banyak kreator berlomba menyajikan video dengan proses produksi yang rumit, kini audiens justru lebih menyukai konten yang terasa natural dan autentik.
"Sekarang justru konten yang apa adanya lebih mudah diterima. Tidak harus selalu editing yang berlebihan. Yang penting kontennya relevan, menarik, dan bisa menjawab kebutuhan audiens," bebernya.
Meningkatnya minat menjadi content creator turut didorong oleh pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia. Nilai pasar kosmetik nasional sepanjang 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp35,6 triliun dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 4,73 persen. Kondisi tersebut membuat banyak brand semakin aktif menggandeng kreator digital sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Namun, peluang yang besar juga menghadirkan persaingan yang semakin ketat. Karena itu, Alfina menilai keberadaan ekosistem yang mendukung perkembangan kreator menjadi salah satu faktor penting agar mereka mampu berkembang secara profesional sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai brand.
Alfina mengaku merasakan manfaat tersebut sejak bergabung bersama MCN Otto Media Grup. Selain memperoleh akses yang lebih luas terhadap brand, ia juga mendapat kesempatan berdiskusi, melakukan evaluasi konten, hingga memperoleh masukan ketika mengalami kebuntuan ide.
"Sebelumnya aku menjalani semuanya sendiri. Kalau mengalami kesulitan atau ingin menjangkau brand tertentu, sering kali bingung harus mulai dari mana. Sekarang aku bisa berdiskusi ketika sedang kehabisan ide, mendapat masukan tentang tren yang sedang berkembang, hingga lebih mudah membangun relasi dengan berbagai brand. Rasanya sekarang tidak lagi berjalan sendirian karena ada tim yang benar-benar mendukung perkembangan aku sebagai kreator," tuturnya.
Melihat perkembangan tersebut, Otto Media Grup menggelar Exclusive Matchmaking Beauty Brand Day di Jakarta sebagai wadah yang mempertemukan kreator kecantikan dengan berbagai brand. Kegiatan ini menghadirkan sesi workshop, networking, hingga business matching untuk membuka peluang kolaborasi secara langsung.
COO Otto Media Grup, Firman Chen, mengatakan acara tersebut dirancang agar kreator dan brand dapat saling memahami kebutuhan masing-masing sehingga tercipta kerja sama yang lebih efektif.
"Kami ingin menjadi jembatan antara brand dan para kreator. Banyak kreator yang memiliki potensi, tetapi belum memiliki kesempatan bertemu langsung dengan brand. Di sisi lain, brand juga membutuhkan kreator yang tepat untuk menyampaikan pesan mereka. Matchmaking Beauty Brand Day menjadi ruang bagi keduanya untuk saling mengenal, memahami kebutuhan masing-masing, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan," ujar Firman.
Firman menambahkan bahwa membangun karier sebagai content creator tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membuat konten. Dukungan komunitas dan pola pikir yang tepat juga menjadi faktor penting agar kreator mampu bertahan menghadapi dinamika industri digital.
"Yang paling penting bagi kreator adalah konsistensi dan mindset. Skill membuat konten bisa dipelajari di banyak tempat, tetapi yang sering kali dibutuhkan adalah komunitas yang saling mendukung ketika performa konten sedang menurun. Karena itu kami membangun ekosistem yang bisa menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bersama," ucap Firman.
Saat ini Otto Media Grup telah membina hampir 20 ribu kreator dari berbagai kategori, mulai dari nano hingga makro creator. Menurut Firman, jumlah pengikut bukan menjadi syarat utama untuk berkembang karena banyak kreator dengan audiens yang belum besar justru mampu menghasilkan konten viral yang menarik perhatian brand.
"Kami tidak menjadikan jumlah followers sebagai tolok ukur utama. Yang lebih penting adalah konsistensi, potensi, dan bagaimana kreator mampu membangun audiensnya. Banyak kreator dengan pengikut yang belum besar, tetapi memiliki konten yang viral dan justru menjadi perhatian brand," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)
Kreator konten kecantikan, Alfina Alrasyid, menilai bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada keberanian memulai, melainkan bagaimana mempertahankan konsistensi dalam berkarya. Menurutnya, banyak kreator mampu membuat konten di awal, namun tidak sedikit yang kesulitan menjaga semangat ketika ide mulai habis atau performa konten menurun.
"Kalau dari aku, yang paling penting itu terus berkembang, mau beradaptasi, dan konsisten. Memulai itu relatif mudah, tapi yang sulit adalah menjaga konsistensinya. Jangan takut mencoba berbagai jenis konten sampai menemukan winning content," kata Alfina.
Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan dengan audiens melalui interaksi di media sosial. Masukan dari para pengikut dinilai menjadi salah satu sumber inspirasi untuk menghasilkan konten yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Dengarkan juga kebutuhan audiens lewat komentar mereka karena dari situlah kita bisa tahu konten seperti apa yang benar-benar dibutuhkan," lanjutnya.
Menurut Alfina, tren konten kecantikan saat ini juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya banyak kreator berlomba menyajikan video dengan proses produksi yang rumit, kini audiens justru lebih menyukai konten yang terasa natural dan autentik.
"Sekarang justru konten yang apa adanya lebih mudah diterima. Tidak harus selalu editing yang berlebihan. Yang penting kontennya relevan, menarik, dan bisa menjawab kebutuhan audiens," bebernya.
Meningkatnya minat menjadi content creator turut didorong oleh pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia. Nilai pasar kosmetik nasional sepanjang 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp35,6 triliun dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 4,73 persen. Kondisi tersebut membuat banyak brand semakin aktif menggandeng kreator digital sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Namun, peluang yang besar juga menghadirkan persaingan yang semakin ketat. Karena itu, Alfina menilai keberadaan ekosistem yang mendukung perkembangan kreator menjadi salah satu faktor penting agar mereka mampu berkembang secara profesional sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai brand.
Alfina mengaku merasakan manfaat tersebut sejak bergabung bersama MCN Otto Media Grup. Selain memperoleh akses yang lebih luas terhadap brand, ia juga mendapat kesempatan berdiskusi, melakukan evaluasi konten, hingga memperoleh masukan ketika mengalami kebuntuan ide.
"Sebelumnya aku menjalani semuanya sendiri. Kalau mengalami kesulitan atau ingin menjangkau brand tertentu, sering kali bingung harus mulai dari mana. Sekarang aku bisa berdiskusi ketika sedang kehabisan ide, mendapat masukan tentang tren yang sedang berkembang, hingga lebih mudah membangun relasi dengan berbagai brand. Rasanya sekarang tidak lagi berjalan sendirian karena ada tim yang benar-benar mendukung perkembangan aku sebagai kreator," tuturnya.
Melihat perkembangan tersebut, Otto Media Grup menggelar Exclusive Matchmaking Beauty Brand Day di Jakarta sebagai wadah yang mempertemukan kreator kecantikan dengan berbagai brand. Kegiatan ini menghadirkan sesi workshop, networking, hingga business matching untuk membuka peluang kolaborasi secara langsung.
COO Otto Media Grup, Firman Chen, mengatakan acara tersebut dirancang agar kreator dan brand dapat saling memahami kebutuhan masing-masing sehingga tercipta kerja sama yang lebih efektif.
"Kami ingin menjadi jembatan antara brand dan para kreator. Banyak kreator yang memiliki potensi, tetapi belum memiliki kesempatan bertemu langsung dengan brand. Di sisi lain, brand juga membutuhkan kreator yang tepat untuk menyampaikan pesan mereka. Matchmaking Beauty Brand Day menjadi ruang bagi keduanya untuk saling mengenal, memahami kebutuhan masing-masing, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan," ujar Firman.
Firman menambahkan bahwa membangun karier sebagai content creator tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membuat konten. Dukungan komunitas dan pola pikir yang tepat juga menjadi faktor penting agar kreator mampu bertahan menghadapi dinamika industri digital.
"Yang paling penting bagi kreator adalah konsistensi dan mindset. Skill membuat konten bisa dipelajari di banyak tempat, tetapi yang sering kali dibutuhkan adalah komunitas yang saling mendukung ketika performa konten sedang menurun. Karena itu kami membangun ekosistem yang bisa menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bersama," ucap Firman.
Saat ini Otto Media Grup telah membina hampir 20 ribu kreator dari berbagai kategori, mulai dari nano hingga makro creator. Menurut Firman, jumlah pengikut bukan menjadi syarat utama untuk berkembang karena banyak kreator dengan audiens yang belum besar justru mampu menghasilkan konten viral yang menarik perhatian brand.
"Kami tidak menjadikan jumlah followers sebagai tolok ukur utama. Yang lebih penting adalah konsistensi, potensi, dan bagaimana kreator mampu membangun audiensnya. Banyak kreator dengan pengikut yang belum besar, tetapi memiliki konten yang viral dan justru menjadi perhatian brand," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)