BEAUTY
7 Langkah Memilih Skincare yang Aman Menurut Pakar Kecantikan
A. Firdaus
Rabu 10 Februari 2021 / 19:23
Jakarta: Produk perawatan kulit atau skincare wajah telah menjadi kebutuhan saat ini. Tak hanya wanita, kaum adam pun sudah ikut mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan kulit wajah.
Tak ayal, kini bermunculan produk-produk skincare lokal di pasaran dengan harga yang beragam. Banyak pula produsen yang mengeluarkan jenis skincare dengan khasiat-khasiat yang menjanjikan. Ironisnya, produsen yang menjualnya tidak memiliki latar belakang medis.
Untuk itu, kamu perlu jeli dengan produk skincare yang ditawarkan. Bisa-bisa berniat untuk mendapatkan wajah yang fresh, kamu malah memiliki masalah pada kulit wajah lantaran salah beli.
Apalagi terbuai dengan produk skincare yang nyatanya memakai bahan yang berbahaya. Entah karena terbuai dengan content ads atau promosi dari media sosial influencer atau publik figur di sosial media.
Melihat fenomena ini, dr. Cynthia Jayanto M. Biomed (AAM) selaku pakar kecantikan dan anti aging dari Cyn Clinic, menjelaskan langkah-langkah yang harus kamu lakukan, agar tidak salah membeli produk. Tentunya juga, agar kamu menghindari risiko wajah bermasalah. Berikut beberapa langkahnya:
Langkah pertama sebelum membeli produk skincare, kamu harus mengenali jenis kulitmu lebih dulu. Sebab, setiap orang memiliki jenis kulitnya masing-masing, apakah itu jenis kulit normal, cenderung berminyak, cenderung kering, atau sensitif.
Setiap jenis kulit ini sendiri punya penanganannya sendiri, dan tidak bisa suatu produk bisa mengakomodasi semua kebutuhan jenis kulit tersebut.
Untuk bisa menemukan produk yang tepat, kamu bisa mengidentifikasi dengan keluhan kulit yang biasa dialami. Sejauh ini apa keluhan kulit yang kamu rasakan? Apakah berjerawat, kusam, kering gatal, atau pigmen warna tidak merata.
"Nah, jika kamu sudah tahu apa masalah kulit yang biasa kamu alami, maka tahap selanjutnya mencari produk skincare yang memiliki 'formula' sesuai jenis kulitmu," ujar dr. Cynthia.
Langkah berikutnya, kamu harus mengecek rangkaian produk skincare yang bisa menghasilkan pH yang seimbang di kulit wajah. Bukan rangkaian produknya semua membuat kulit jadi kering. Atau bahan baku dari rangkaian produknya malah membuat kulit tambah berminyak.
"Jadi, dalam sebuah skincare ada istilahnya 'pedang' dan 'tameng'. Pedang itu sifat bahan baku yang tajam memiliki pH terlalu basa, tameng sebagai pelindung memiliki pH yang normal. Nah di dalam produk skincare perlu ada keduanya, supaya terjadi kondisi kulit yang sehat dan pH-nya normal," papar dokter yang suka melakukan edukasi seputar dunia kecantikan di akun @cynthia_dr ini.

dr. Cynthia Jayanto M. Biomed (AAM) selaku pakar kecantikan dan anti aging dari Cyn Clinic. (Dok: Pribadi)
Yup! Suhu dan cuaca memengaruhi kondisi kulit. Jadi kamu perlu menyesuaikannya dengan suhu. Misal saat musim hujan atau dingin, kulit lebih kering dan perlu hidrasi. Pilihlah skincare yang bisa membuat kulitmu lebih lembap.
Sebaliknya, saat musim panas kulit lebih berkeringat dan berminyak, ini biasanya dapat memicu jerawat. Untuk itu, kamu bisa memilih skincare dengan kandungan yang dapat mengurangi produksi minyak berlebih di wajahmu, sehingga minyak di wajahmu dapat terkontrol dan mencegah timbulnya jerawat.
Langkah ini untuk bisa melihat apakah produk skincare yang kamu pilih aman. Kamu bisa mengeceknya apakah produk tersebut sudah dapat izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) atau belum. Karena sejatinya konsumen dilindungi oleh undang-undang agar pelaku usaha tidak sewenang-wenang, yaitu undang no 8 tahun 1999.
“Dan juga karena tak sedikit produk skincare yang non-BPOM tapi sudah diperjualbelikan. Untuk mengeceknya, kamu bisa melihat dari QR barcode izin edar dari BPOM. Selain itu, kamu juga perlu mengecek izin produk, karena ada juga produk yang izin edarnya tidak sesuai dengan produk yang ditawarkan,” terang dokter Cynthia.
Langkah yang tak kalah penting. Kamu harus bisa menjawab pertanyaan: apakah bahan baku utama yang dipakai mengandung bahan baku yang berbahaya, dan sudahkah produknya sesuai dengan karakter kulit kamu?
Seperti yang kamu sudah ketahui, bahan berbahaya yang bisa merusak wajah secara jangka pendek maupun jangka panjang, antara lain merkuri, hidrokinon, resorsinol, bahan pewarna, dan steroid. Yang mana sebenarnya merupakan obat dan harus dengan resep dokter tapi sering dimasukkan sebagai campuran pemutih karena berefek membuat kulit jadi putih.
Dengan demikian, penting bagi kamu untuk bisa mengecek terlebih dahulu ingredients dalam produk skincare sebelum membeli.
"Apabila ada bahasa latin bisa di-browsing, lalu dicari istilah lain atau awamnya dan cek kegunaannya apakah sesuai jenis kulit kita atau tidak. Selain itu cek juga label kadaluarsanya, apakah sudah melewati masa kadaluarsanya atau belum," terang dokter Cynthia.
Ya, kamu bisa mengeceknya di YouTube atau mencari lewat hashtag tertentu di Instagram untuk melihat review produk skincare. Lalu, kamu analisa dari semua review produk tersebut, apakah lebih banyak yang cocok atau lebih banyak yang bermasalah.
Jika kamu menemukan banyak reviewer mengaku tidak puas atau mengalami masalah setelah memakainya, maka sebaiknya mengalihkan perhatian ke produk skincare yang lain.
Untuk membuat produk kosmetik atau skincare yang aman, menurut dr Cynthia bukan merupakan usaha yang mudah. Bahkan Albert M.Kligman dalam international Congress of Safety and Efficacy Topical Drugs and Cosmetics di Philadelphia (1981) menyatakan bahwa kriteria keamanan kosmetik merupakan hal bias yang akan terus berubah setiap waktu.
Jadi mengharapkan skincare yang tanpa risiko itu sangat sulit. Apalagi yang membuat dan menjual bukan berlatar belakang dengan pengetahuan produk yang tepat. Namun, untuk meminimalisir risiko memilih skincare yang salah, kita tetap perlu tahu langkah-langkah di atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tak ayal, kini bermunculan produk-produk skincare lokal di pasaran dengan harga yang beragam. Banyak pula produsen yang mengeluarkan jenis skincare dengan khasiat-khasiat yang menjanjikan. Ironisnya, produsen yang menjualnya tidak memiliki latar belakang medis.
Untuk itu, kamu perlu jeli dengan produk skincare yang ditawarkan. Bisa-bisa berniat untuk mendapatkan wajah yang fresh, kamu malah memiliki masalah pada kulit wajah lantaran salah beli.
Apalagi terbuai dengan produk skincare yang nyatanya memakai bahan yang berbahaya. Entah karena terbuai dengan content ads atau promosi dari media sosial influencer atau publik figur di sosial media.
Melihat fenomena ini, dr. Cynthia Jayanto M. Biomed (AAM) selaku pakar kecantikan dan anti aging dari Cyn Clinic, menjelaskan langkah-langkah yang harus kamu lakukan, agar tidak salah membeli produk. Tentunya juga, agar kamu menghindari risiko wajah bermasalah. Berikut beberapa langkahnya:
1. Pahami jenis kulitmu
Langkah pertama sebelum membeli produk skincare, kamu harus mengenali jenis kulitmu lebih dulu. Sebab, setiap orang memiliki jenis kulitnya masing-masing, apakah itu jenis kulit normal, cenderung berminyak, cenderung kering, atau sensitif.
Setiap jenis kulit ini sendiri punya penanganannya sendiri, dan tidak bisa suatu produk bisa mengakomodasi semua kebutuhan jenis kulit tersebut.
2. Kenali keluhan kulitmu
Untuk bisa menemukan produk yang tepat, kamu bisa mengidentifikasi dengan keluhan kulit yang biasa dialami. Sejauh ini apa keluhan kulit yang kamu rasakan? Apakah berjerawat, kusam, kering gatal, atau pigmen warna tidak merata.
"Nah, jika kamu sudah tahu apa masalah kulit yang biasa kamu alami, maka tahap selanjutnya mencari produk skincare yang memiliki 'formula' sesuai jenis kulitmu," ujar dr. Cynthia.
3. Carilah produk skincare yang sesuai dengan pH kulit kamu
Langkah berikutnya, kamu harus mengecek rangkaian produk skincare yang bisa menghasilkan pH yang seimbang di kulit wajah. Bukan rangkaian produknya semua membuat kulit jadi kering. Atau bahan baku dari rangkaian produknya malah membuat kulit tambah berminyak.
"Jadi, dalam sebuah skincare ada istilahnya 'pedang' dan 'tameng'. Pedang itu sifat bahan baku yang tajam memiliki pH terlalu basa, tameng sebagai pelindung memiliki pH yang normal. Nah di dalam produk skincare perlu ada keduanya, supaya terjadi kondisi kulit yang sehat dan pH-nya normal," papar dokter yang suka melakukan edukasi seputar dunia kecantikan di akun @cynthia_dr ini.

dr. Cynthia Jayanto M. Biomed (AAM) selaku pakar kecantikan dan anti aging dari Cyn Clinic. (Dok: Pribadi)
4. Sesuaikan dengan suhu kulit
Yup! Suhu dan cuaca memengaruhi kondisi kulit. Jadi kamu perlu menyesuaikannya dengan suhu. Misal saat musim hujan atau dingin, kulit lebih kering dan perlu hidrasi. Pilihlah skincare yang bisa membuat kulitmu lebih lembap.
Sebaliknya, saat musim panas kulit lebih berkeringat dan berminyak, ini biasanya dapat memicu jerawat. Untuk itu, kamu bisa memilih skincare dengan kandungan yang dapat mengurangi produksi minyak berlebih di wajahmu, sehingga minyak di wajahmu dapat terkontrol dan mencegah timbulnya jerawat.
5. Cek izin edarnya
Langkah ini untuk bisa melihat apakah produk skincare yang kamu pilih aman. Kamu bisa mengeceknya apakah produk tersebut sudah dapat izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) atau belum. Karena sejatinya konsumen dilindungi oleh undang-undang agar pelaku usaha tidak sewenang-wenang, yaitu undang no 8 tahun 1999.
“Dan juga karena tak sedikit produk skincare yang non-BPOM tapi sudah diperjualbelikan. Untuk mengeceknya, kamu bisa melihat dari QR barcode izin edar dari BPOM. Selain itu, kamu juga perlu mengecek izin produk, karena ada juga produk yang izin edarnya tidak sesuai dengan produk yang ditawarkan,” terang dokter Cynthia.
6. Cek bahan bakunya, ada bahan berbahayakah?
Langkah yang tak kalah penting. Kamu harus bisa menjawab pertanyaan: apakah bahan baku utama yang dipakai mengandung bahan baku yang berbahaya, dan sudahkah produknya sesuai dengan karakter kulit kamu?
Seperti yang kamu sudah ketahui, bahan berbahaya yang bisa merusak wajah secara jangka pendek maupun jangka panjang, antara lain merkuri, hidrokinon, resorsinol, bahan pewarna, dan steroid. Yang mana sebenarnya merupakan obat dan harus dengan resep dokter tapi sering dimasukkan sebagai campuran pemutih karena berefek membuat kulit jadi putih.
Dengan demikian, penting bagi kamu untuk bisa mengecek terlebih dahulu ingredients dalam produk skincare sebelum membeli.
"Apabila ada bahasa latin bisa di-browsing, lalu dicari istilah lain atau awamnya dan cek kegunaannya apakah sesuai jenis kulit kita atau tidak. Selain itu cek juga label kadaluarsanya, apakah sudah melewati masa kadaluarsanya atau belum," terang dokter Cynthia.
7. Mencari testimoni dari orang yang sudah pernah memakainya
Ya, kamu bisa mengeceknya di YouTube atau mencari lewat hashtag tertentu di Instagram untuk melihat review produk skincare. Lalu, kamu analisa dari semua review produk tersebut, apakah lebih banyak yang cocok atau lebih banyak yang bermasalah.
Jika kamu menemukan banyak reviewer mengaku tidak puas atau mengalami masalah setelah memakainya, maka sebaiknya mengalihkan perhatian ke produk skincare yang lain.
Untuk membuat produk kosmetik atau skincare yang aman, menurut dr Cynthia bukan merupakan usaha yang mudah. Bahkan Albert M.Kligman dalam international Congress of Safety and Efficacy Topical Drugs and Cosmetics di Philadelphia (1981) menyatakan bahwa kriteria keamanan kosmetik merupakan hal bias yang akan terus berubah setiap waktu.
Jadi mengharapkan skincare yang tanpa risiko itu sangat sulit. Apalagi yang membuat dan menjual bukan berlatar belakang dengan pengetahuan produk yang tepat. Namun, untuk meminimalisir risiko memilih skincare yang salah, kita tetap perlu tahu langkah-langkah di atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)