BEAUTY

Stop Salahkan Skincare! Cek Skin Exposome yang Bikin Muka Cepat Tua

Aulia Putriningtias
Rabu 16 September 2026 / 12:53
Ringkasnya gini..
  • Kulit terus berinteraksi dengan lingkungan dan menerima berbagai paparan sepanjang hidup.
  • Konsep yang melihat keseluruhan paparan tersebut dikenal sebagai skin exposome.
  • Skin exposome merupakan konsep yang menggambarkan keseluruhan paparan yang dialami kulit sepanjang hidup.
Jakarta: Selama ini, perawatan kulit sering identik dengan pemilihan skincare, penggunaan sunscreen, hingga bahan aktif untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Namun, ada istilah skin exposome, apa itu, ya?

Kulit terus berinteraksi dengan lingkungan dan menerima berbagai paparan sepanjang hidup. Mulai dari sinar matahari, polusi udara, pola makan, kualitas tidur, stres, hingga kondisi mikrobioma dapat menjadi bagian dari faktor yang memengaruhi kesehatan kulit. 

Konsep yang melihat keseluruhan paparan tersebut dikenal sebagai skin exposome. Lantas, apa sebenarnya skin exposome dan mengapa konsep ini mulai penting dalam memahami kesehatan serta penuaan kulit?

Pertama, kita perlu tahu dahulu apa itu skin exposome. Skin exposome merupakan konsep yang menggambarkan keseluruhan paparan yang dialami kulit sepanjang hidup, baik yang berasal dari lingkungan maupun gaya hidup.
 

Konsep exposome sendiri diperkenalkan oleh epidemiolog Christopher P. Wild pada 2005 untuk menggambarkan keseluruhan paparan lingkungan yang dialami seseorang sepanjang hidup. 

Dalam perkembangannya, konsep tersebut mencakup pengaruh lingkungan, perilaku, pola makan, hingga proses biologis internal yang secara kumulatif dapat memengaruhi kesehatan dan proses penuaan kulit.

Jadi, skin exposome tidak hanya melihat satu faktor penyebab masalah kulit. Berbagai paparan yang diterima tubuh dan kulit dari waktu ke waktu ikut diperhatikan.

Faktor apa saja yang dilihat oleh skin exposome? Inilah beberapa penyebabnya, antara lain:
 

1. Penuaan kulit tak hanya dari usia


Penuaan kulit secara umum dapat berkaitan dengan proses intrinsik dan ekstrinsik. Penuaan intrinsik merupakan proses biologis alami yang berlangsung seiring bertambahnya usia dan dipengaruhi faktor genetik. Sementara itu, penuaan ekstrinsik berkaitan dengan paparan lingkungan dan gaya hidup.

Skin exposome membantu melihat proses tersebut secara lebih luas karena kulit terus berinteraksi dengan lingkungan sepanjang hidup. Berbagai paparan yang terakumulasi dapat memengaruhi struktur maupun fungsi kulit.
 

2. Sinar matahari


Paparan radiasi ultraviolet memang menjadi salah satu faktor penting dalam penuaan kulit akibat lingkungan. Paparan kronis dapat menyebabkan kerusakan sel, perubahan pigmentasi, serta berkontribusi terhadap munculnya kerutan dan tanda penuaan lainnya.

GEMBIRA_20260916_124139_0000

Paparan sinar matahari menjadi salah satu faktor penuaan kulit. Skin exposome menunjukkan bahwa kulit juga berhadapan dengan paparan lain selain UVA dan UVB. (Dok. Pexels.com)


Namun, skin exposome menunjukkan bahwa kulit juga berhadapan dengan berbagai paparan lain. Polusi udara, asap rokok, nutrisi, stres psikologis, dan kualitas tidur juga telah diteliti kaitannya dengan kesehatan serta penuaan kulit.
 

3. Polusi


Kulit merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering berinteraksi langsung dengan lingkungan. Polusi udara, misalnya, dapat menjadi bagian dari paparan yang diperhitungkan dalam konsep skin exposome.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan polutan tertentu, termasuk partikulat dan nitrogen dioksida, berkaitan dengan perubahan pigmentasi. Sementara itu, ozon juga dikaitkan dengan proses yang berhubungan dengan kerutan.

Polusi juga dapat memengaruhi kulit melalui berbagai mekanisme, seperti peningkatan reactive oxygen species, peradangan, gangguan mikrobioma kulit, serta aktivasi jalur tertentu pada sel kulit. Bahkan, efek polusi dan radiasi matahari dapat saling berinteraksi.
 

4. Gaya hidup


Kualitas tidur, stres kronis, pola makan, aktivitas fisik, serta paparan rokok dan alkohol telah diteliti. Hal ini karena potensinya memengaruhi berbagai proses biologis yang berkaitan dengan kesehatan kulit.

Pola makan, obat-obatan, stres, dan perubahan mikrobioma dapat memengaruhi keseimbangan tubuh yang kemudian ikut tercermin pada kondisi kulit. Hubungan antara kulit, usus, otak, dan mikrobioma membuat kondisi kulit menjadi lebih kompleks daripada sekadar persoalan skincare.

Namun, penting dicatat bahwa sebagian penelitian yang dibahas masih menunjukkan hubungan atau asosiasi dan belum selalu membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
 

Apa manfaat melihat kepada skin exposome?


Skin exposome menunjukkan bahwa kesehatan dan penuaan kulit merupakan proses yang kompleks. Bukan hanya usia, genetik, atau skincare yang digunakan, berbagai paparan dari lingkungan dan gaya hidup juga dapat menjadi bagian dari cerita panjang kondisi kulit.

Karena itu, menjaga kesehatan kulit tidak selalu berarti mencari produk dengan bahan aktif paling kuat. Perlindungan dari paparan lingkungan, kebiasaan sehari-hari, kualitas tidur, pola makan, pengelolaan stres, hingga cara merawat skin barrier juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Dengan memahami konsep skin exposome, perawatan kulit bisa dilihat secara lebih menyeluruh. Bukan sekadar apa yang diaplikasikan ke kulit, tetapi juga paparan apa saja yang diterima kulit sepanjang waktu.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH