BEAUTY

Ketahui 7 Risiko Piercing Sebelum Tindik Telinga, Hidung, hingga Lidah

Fatha Annisa
Minggu 08 November 2026 / 18:11
Ringkasnya gini..
  • Piercing atau tindik semakin diminati sebagai cara mengekspresikan diri melalui aksesori.
  • Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar prosedur tindik tidak menimbulkan masalah kesehatan.
  • Piercing juga dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari infeksi hingga reaksi alergi dan pembentukan keloid.
Jakarta: Piercing atau tindik merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri melalui aksesori yang dipasang pada bagian tubuh tertentu. Mulai dari telinga, hidung, bibir, hingga lidah, tren ini semakin banyak diminati karena menawarkan beragam pilihan gaya.

Namun di balik tampilannya, piercing bukan lah sekadar prosedur melubangi kulit. Tindakan ini dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan, terutama jika dilakukan dengan peralatan yang tidak steril, teknik yang kurang tepat, atau perawatan luka yang tidak sesuai.
 
Risikonya juga berbeda tergantung lokasi tindik, kondisi tubuh, serta kebersihan tempat piercing. Berikut beberapa bahaya piercing yang perlu Sobat Medcom tahu sebelum memutuskan untuk melakukan tindik:
 

Bahaya Piercing bagi Kesehatan

1. Infeksi pada area tindik

Salah satu risiko paling umum dari piercing adalah infeksi. Prosedur ini membuat lubang pada kulit sehingga bakteri dapat masuk dan menginfeksi jaringan di sekitarnya, terutama jika jarum atau perhiasan yang digunakan tidak steril.
 
Infeksi dapat ditandai dengan pembengkakan, rasa nyeri, kulit terasa panas, kemerahan, hingga keluarnya cairan nanah. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi abses atau menyebar ke bagian tubuh lain.
   

2. Risiko penularan penyakit melalui darah

Penggunaan jarum yang terkontaminasi darah dapat meningkatkan risiko penularan penyakit, seperti hepatitis B, hepatitis C, hingga HIV. Risiko ini dapat terjadi apabila prosedur piercing dilakukan menggunakan peralatan yang tidak steril atau digunakan kembali tanpa proses sterilisasi yang benar.
 
Karena itu, penting memastikan tempat piercing menerapkan prosedur kebersihan dan menggunakan jarum steril sekali pakai. Jangan ragu juga untuk memastikan maupun bertanya terkait peralatan yang akan digunakan untuk menindik bagian tubuh kamu.
 

3. Reaksi alergi terhadap logam

Perhiasan piercing perlu diperhatikan bahannya lantaran berpotensi memicu reaksi alergi, terlebih jika mengandung nikel. Kondisi ini dikenal sebagai dermatitis kontak alergi dan dapat menimbulkan gatal, ruam, kemerahan, serta iritasi di sekitar lubang tindik.
 


4. Terbentuknya jaringan parut dan keloid

Dalam beberapa kasus, proses penyembuhan luka akibat piercing dapat meninggalkan jaringan parut. Luka tindik pada sebagian orang juga bisa memicu terbentuknya keloid, yaitu pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan hingga menonjol dan melampaui batas luka awal.
 
Meskipun bukan kondisi mengancam jiwa, keloid dapat mengganggu penampilan dan terkadang menimbulkan rasa gatal atau tidak nyaman. Karena itu, risiko ini perlu diperhatikan terutama bagi orang yang memiliki kecenderungan membentuk keloid.
 

5. Perdarahan dan kerusakan saraf

Jarum yang menembus jaringan tubuh berisiko mengenai pembuluh darah atau saraf, terutama jika prosedur dilakukan oleh orang yang tidak memahami anatomi tubuh. Akibatnya, bisa terjadi perdarahan berlebihan, mati rasa, hingga gangguan fungsi saraf.
 
Risiko kerusakan saraf juga dapat berbeda tergantung lokasi tindik. Misalnya pada tindik lidah, kerusakan saraf dapat memengaruhi indra perasa maupun pergerakan lidah.
 


6. Kerusakan gigi dan gusi akibat piercing di mulut

Piercing pada lidah, bibir, atau pipi memiliki risiko tambahan karena perhiasannya dapat terus bergesekan dengan gigi dan jaringan lunak di dalam mulut. Perhiasan yang terlepas pun berisiko tertelan atau terhirup.
 
Menurut American Dental Association (ADA), komplikasi piercing di area mulut ini meliputi gigi retak atau terkelupas, kerusakan tambalan, luka pada jaringan mulut, serta penyusutan gusi (gum recession).
 
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Dental Association pada 2022 juga menemukan hubungan antara piercing oral dengan peningkatan risiko penyusutan gusi dan kerusakan gigi.
 

7. Perhiasan tertanam atau jaringan kulit robek

Perhiasan yang digunakan untuk piercing berisiko tertanam di dalam jaringan kulit ketika area tindik mengalami pembengkakan. Perhiasan juga dapat tersangkut pakaian atau benda lain sehingga menyebabkan lubang tindik robek dan mengalami perdarahan.
 
Trauma akibat tarikan pada perhiasan tindik seperti demikian yang dapat menyebabkan robekan jaringan, pembengkakan, rasa sakit, hingga perubahan bentuk jaringan di sekitar tindik.
 
Demikian risiko yang perlu diwaspadai sebelum melakukan tindik atau piercing. Seiring semakin banyak jasa yang menawarkan prosedur ini, Sobat Medcom perlu lebih cermat dalam memilih tempat tindik. Jangan tergiur harga murah, tetapi pastikan tindik dilakukan oleh orang yang berpengalaman dengan menggunakan peralatan steril.
 
Selain itu, Sobat Medcom harus mengikuti petunjuk perawatan tindik dari tenaga profesional. Apabila timbul rasa nyeri, gatal, keluar cairan pucat yang membentuk kerak, hingga pembengkakan, segera cari pertolongan medis.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)

MOST SEARCH