BEAUTY

Dermatolog Ungkap Kebiasaan Perawatan yang Merugikan Kulit dan Rambut

Fatha Annisa
Rabu 07 Januari 2026 / 17:19
Jakarta: Kebiasaan perawatan kulit dan rambut yang selama ini dianggap benar tidak jarang justru menjadi sumber masalah. Apalagi jika tips perawatan tersebuh hanya didapat dari unggahan viral di media sosial saja.
 
Dr. Soham Bhattacharya, Konsultan Dermatolog di Kaya Clinic, menekankan pentingnya menganggap perawatan kulit dan rambut secara lebih serius. Ini bukan semata soal menambah produk ke dalam rutinitas, tetapi juga menerapkan kebiasaan yang lebih tepat dan meninggalkan praktik yang justru lebih banyak membawa dampak buruk.
 
Ia menyoroti semakin banyak orang yang salah menggunakan atau berlebihan dalam memakai produk perawatan kulit dan rambut. ‘Perawatan’ berlebihan justru membuat kulit mudah iritasi dan tidak tahan terhadap produk apa pun.
 
“Kulit tidak diciptakan untuk dipoles setiap hari. Jika wajah terasa kencang setelah mencuci muka, itu bukan tanda bersih—itu tanda kulit sedang stres,” kata dr. Bhattacharya, dikutip Hindustan Times, Rabu, 7 Januari 2026.
 
Dr. Soham Bhattacharya pun membagikan sejumlah kebiasaan yang sebaiknya ditinggalkan, seperti berikut ini:

 
Baca juga: Rambut Lembut dan Sehat, Inilah 5 Langkah Penggunaan Tonik Rambut yang Benar!
 

Penyalahgunaan tabir surya

Penyalahgunaan sunscreen menjadi kebiasaan yang perlu dihentikan. Mengoleskan terlalu sedikit, melewatkan pemakaian ulang, atau hanya menggunakannya saat cuaca cerah sama sekali tidak efektif.
 
“Masalah kulit seperti pigmentasi, melasma, dan penuaan dini hampir selalu berakar dari perlindungan sinar matahari yang tidak konsisten. Tidak ada rutinitas skincare yang bisa memperbaiki kerusakan akibat abai terhadap sinar UV setiap hari,” jelas Dr. Bhattacharya.
 

Percaya mitos perawatan rambut

Perawatan rambut juga sarat mitos yang sulit dihilangkan. Mengoleskan minyak secara berlebihan, memijat kulit kepala dengan kasar, dan sering menggunakan alat panas masih dianggap sebagai kebiasaan aman.
 
Padahal, dermatolog justru kerap menemukan kasus rambut rontok yang dipicu oleh kebiasaan-kebiasaan tersebut. Dr. Bhattacharya menyebut kulit kepala bukan ladang yang perlu terus dibajak.
 
“Menggaruk, mencuci rambut terlalu sering, atau berganti-ganti produk setiap beberapa minggu demi mencari ‘pertumbuhan ajaib’ biasanya justru membuat rambut semakin menipis, bukan lebih tebal,” ujarnya.

 
Baca juga: Pancarkan Kecantikan Alami, Ini 5 Bahan Skincare Korea 2026 yang Wajib Kamu Coba!
 

Skip atau laukan perawatan tubuh berlebihan

Perawatan tubuh sering kali diabaikan atau justru dilakukan secara berlebihan. Misalnya, penggunaan sabun, spons, dan eksfoliasi setiap hari yang mungkin terasa memuaskan, kenyataannya justru secara perlahan mengikis kulit.
 
“Kulit tubuh tidak perlu ‘dihukum’ agar tetap bersih,” kata dr Bhattacharya.
 

Ikut semua tren media sosial

Mengobati jerawat, pigmentasi, atau kerontokan rambut hanya dari video reels dan kolom komentar kini menjadi hal yang umum yang sebenarnya berbahaya.
 
Para dermatolog semakin sering menangani pasien yang datang setelah berbulan-bulan salah pakai steroid, mengalami luka bakar kimia, atau kondisi kulit yang semakin parah akibat diagnosis sendiri dari media sosial.
 

Tidak memperhatikan gaya hidup

Terakhir, ada satu hal yang sering diabaikan, yakni kulit mencerminkan cara hidup seseorang. Dr. Bhattacharya menjelaskan bahwa begadang, stres berkepanjangan, diet ekstrem, kurang cairan, dan merokok akan terlihat pada kulit jauh sebelum produk perawatan apa pun sempat bekerja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH