BEAUTY

Serum Vitamin C Berubah Warna, Masih Boleh Dipakai Nggak?

A. Firdaus
Sabtu 24 Oktober 2026 / 15:18
Ringkasnya gini..
  • Serum vitamin C berubah warna bisa menandakan oksidasi, tetapi bergantung pada formulanya.
  • Perubahan warna drastis, aroma, atau tekstur yang berbeda perlu diwaspadai.
  • Penyimpanan yang tepat bisa membantu menjaga kualitas serum.

Jakarta: Lagi rutin pakai serum vitamin C, eh, tiba-tiba warnanya berubah dari bening jadi kuning atau kecokelatan? Auto kepikiran serum kesayangan sudah rusak dan harus dibuang, padahal isinya masih banyak.

Perubahan warna memang bisa menjadi tanda oksidasi, yaitu proses ketika bahan aktif bereaksi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, bukan berarti semua serum yang menguning otomatis sudah nggak layak pakai. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk lanjut pakai atau berhenti.

 

Golden Serum Dropper on Vanity
Serum vitamin C dengan cairan berwarna kuning keemasan. (Foto: AI Generated)

 

Kenapa serum vitamin C berubah warna?

Dalam artikel Why Do Some Vitamin C Preparations Turn Orange on the Skin?, Dermatology Times membahas bagaimana vitamin C bisa mengalami oksidasi hingga warnanya berubah menjadi oranye atau kecokelatan. Dokter kulit Zoe Diana Draelos, MD, menjelaskan bahwa perubahan tersebut dapat menandakan berkurangnya aktivitas vitamin C.

Namun, ceritanya nggak selalu sama untuk setiap produk. Dalam artikel What Does it Mean if My Antioxidant Serum is Gold or Amber in Color?, SkinCeuticals bersama dokter kulit Dr. Jenny Liu menjelaskan bahwa beberapa formula vitamin C yang distabilkan memang bisa memiliki warna keemasan atau kecokelatan tanpa kehilangan efektivitas secara signifikan.

Perlu dicatat, penjelasan itu berlaku pada formula yang dibahas SkinCeuticals, bukan otomatis untuk semua merek. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan serum masih bagus atau sudah rusak hanya dari warnanya.

 


 

Masih boleh dipakai atau harus dibuang?

Kalau serum sedikit menguning, coba cek dulu warna awal produk dan petunjuk dari produsennya. Perhatikan juga tanggal kedaluwarsa serta batas pemakaian setelah kemasan dibuka.

Sebaliknya, kalau warnanya berubah drastis menjadi oranye tua atau cokelat, aromanya berbeda, teksturnya berubah, atau produk menimbulkan iritasi, sebaiknya hentikan pemakaian sementara dan cek panduan resmi mereknya.

Ingat, serum yang terlihat normal juga belum tentu masih dalam kondisi optimal. Warna hanyalah salah satu petunjuk, bukan satu-satunya penentu kualitas produk.

 

Cara menyimpan serum vitamin C biar awet

Biar serum nggak gampang mengalami perubahan kualitas, simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung serta sumber panas. Tutup botol rapat setelah digunakan dan ikuti petunjuk penyimpanan pada kemasan.

Nggak semua serum vitamin C wajib masuk kulkas, ya. Kebutuhan penyimpanannya bergantung pada formula dan arahan produsennya.

Intinya, kalau serum vitamin C berubah warna, jangan langsung panik, tetapi jangan juga mengabaikannya. Cek perubahan warna, aroma, tekstur, masa pakai, dan petunjuk resmi merek sebelum memutuskan untuk terus menggunakannya.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH